Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Terharu


Setelah kepergian Irfan, Bondan dan Rima bersorak heboh sambil berjoget-joget ria. Fika menepuk jidatnya lalu merebahkan dirinya diatas tempat tidur.


Mereka yang joget, tapi gue yang malu. Fika membatin.


"Akhirnya kita akan mempunyai cucu." Pekik Rima, lalu tanpa sadar ia memeluk Bondan dan Bondan pun sama, ia langsung mengangkat tubuh Rima lalu memutarkan tubuh Rima berulang kali kemudian Bondan menurunkan Rima dan langsung mengecup bibir Rima itu bertubi-tubi.


Hah?


Fika yang melihat adegan live di depannya itu sampai tercengang hingga tanpa sadar mulutnya terbuka dengan lebar.


"Ayah!!! Apa yang Ayah lakukan!!" Pekik Fika, lalu melemparkan bantal yang ia pakai kearah Bondan.


"Memangnya Ayah melakukan ap—" Bondan tidak melanjutkan ucapannya melainkan ia langsung membekap bibirnya sendiri, begitu pula dengan Rima melakukan hal yang sama. Bondan dan Rima baru tersadar dengan apa yang baru saja terjadi.


"Ketahuan ya kalian!!!!" Sungut Fika dengan marah.


"Sayang, ini tidak seperti yang kamu lihat. Tadi, kami hanya reflek saja." Rima mendekati Fika dan berusaha untuk menjelaskan kejadian tadi.


"Refleknya enak banget ya! Main sosor sosoran!" Balas Fika, membuat keduanya itu salah tingkah.


"Fika, benar yang di katakan Rima jika kami hanya reflek, karena kami sangat bahagia karena sebentar lagi akan mempunyai cucu." Bondan ikut menjelaskan.


"Alasan!!" Ucap Fika, lalu menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Hem, Nue mana ya, Bon?" Tanya Rima kepada Bondan, untuk mengalihkan perhatian Fika.


"Iya, sejak tadi belum sampai juga. Atau jangan-jangan dia—" Bondan tidak melanjutkan perkataannya karena ingin melihat reaksi putrinya.


"Jangan-jangan kenapa?" Sahut Fika, dengan wajah yang terlihat cemas.


Berhasil. Batin Bondan dan Rima bersamaan.


"Iya itu jangan-jangan terjebak macet." Jawab Bondan, membuat Fika mendengus kesal dan menatap tajam Ayahnya.


Dan tidak berselang lama, Ema datang dengan tergesa saat memasuki ruang rawat istrinya.


"Sayang kamu tidak apa-apa? Maaf ya aku telat datangnya, soalnya aku terjebak macet. Dan mana yang sakit?" Ucap Ema dengan cemas, sembari membolak-balikkan tangan istrinya.


"Ih! Aku tidak apa? Hanya perutku saja yang bermasalah." Jawab Fika, sembari mengelus perutnya yang masih rata.


"Tanyanya satu satu dong. Lihat menantu Mami jadi bingung mau jawab yang mana dulu." tegur Risma kepada putranya.


"Aku sangat panik dan cemas, Mam." Balas Ema, lalu memeluk istrinya dengan erat dan mencium seluruh wajah istrinya dengan kasih sayang, Fika menjadi terharu saat melihat sikap suaminya itu.


Bukan hanya Fika yang terharu, Rima dan Bondan menjadi baper saat melihat kecemasan dan ketulusan Ema. Terlihat jelas sekali jika Ema sangat mencintai istrinya.


"Istrimu tidak apa-apa, hanya saja ini lihatlah sendiri." Bondan menyerahkan benda pipih itu kepada Ema.


"Apa ini?" Tanya Ema, saat menerima benda pipih itu dan ia melihat garis dua yang tertera di sana.


"Itu bertanda jika sebentar lagi, kamu akan menjadi seorang Ayah." Rima menjelaskan.


Ema yang mendengar perkataan ibunya pun tercengang.


"Kamu hamil?" Tanya Ema kepada Istrinya untuk memastikan.


"Hu'um." Jawab Fika tersenyum, sembari mengusap perutnya dengan lembut.


"Ini bukan mimpi, kan?" Tanya Ema lagi, sembari melihat Fika.


"Ini nyata, aku hamil anak kamu." Jawab Fika tersenyum menatap suaminya.


Seketika itu tangis haru Emanuel langsung pecah, saat mendengar jawaban istrinya yang kedua kalinya. Kemudian ia langsung memeluk istrinya dengan erat.


"Terimakasih, sayang." Ucap Ema, lalu mengecupi seluruh wajah istrinya lagi untuk menyalurkan rasa kasih dan cintanya.


"Ah, kalian so sweet." Ucap Rima, ikut menitikan air matanya.


"Iya, tapi aku jauh lebih manis, kan?" Bisik Bondan, membuat Rima melotot sempurna.


Ikut merasakan kebahagiaan Nue dan Fika 😘


Dan, Ayah sudah mulai nacal lagi nih.☺


Kasih dukungan semampu kalian yak.. love you all