Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Masa lalu Bondan?


Sedangkan di kamar atas tepatnya disebelah kamar utama, Bondan tengah membujuk Rima untuk melakukan hal yang enak-enak.


"Ayolah sayang, sebentar saja," bujuk Bondan, sembari memeluk istrinya dari belakang yang sedang berdandan di depan meja rias.


"No! kamu tidak tahu betapa mengerikannya Nue jika sudah marah," tolak Rima dengan nada lembut.


"Anak itu tidak akan tahu, jika kita bermain aman," bujuk Bondab lagi, sembari menggesekkan si rajawali yang sudah bangun ke punggung istrinya.


"Bon!" kesal Rima, lalu mencubit tangan Bondan yang melingkat di lehernya.


"Awhh, sakit tahu," keluh Bondan, lalu melepaskan pelukannya kemudian ia mengusap tangannya yang terasa panas akibat di cubit oleh Rima.


"Lagian mesum, kita ini sudah salah dan harus menerima hukuman yang di berikan Nue, ingat sudah tua dan harus memperbaiki diri," Rima memberi pengertian kepada suaminya.


"Hem baiklah," jawab Bondan dengan lesu. Sebenarnya, ia bisa saja memaksa Rima demi menghilangkan rasa dahaganya, akan tetapi Bondan tidak ingin egois. Bagaimana pun juga, ini adalah balasan dari perbuatannya yang mencuri start lebih dulu.


"Nah, begitu dong baru Bon-bon ku," ucap Rima tersenyum senang, sembari menatap Bondan dari pantulan cermin yang ada di depannya.


"Jangan memperlihatkan senyum manismu itu kepadaku," kesal Bondan, lalu memudurkan langkahnya dan dduuk di tepian tempat tidur.


"Memangnya kenapa?" tanya Rima sembari memoleskan lipstik kebibir mungilnya itu.


"Aku tidak tahan untuk melahapnya,' jawab Bondan dengan lesu, karena jika ia melahap bibir berwarna pink yang sudah menjadi candunya itu, ia pasti tidak akan bisa menahan gairahya lagi.


Rima mengulas senyum, kemudian ia beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri Bondan.


"Ya sudah cium saja, sudah sah ini 'kan," Rima menggoda Bondan, lalu ia mendudukan diri di pangkuan Bondan dan melingkarkan tangannya di leher suaminya itu.


Rima terkekeh geli, ketika melihat wajah Bondan yang terlihat sangat frustasi, kemudian ia mengusap lembut rambut Bondan.


Bondan merasakan kenyamanan yang sangat luar biasa saat berada di dalam dekapan Rima, kemudian ia mendongak dan menatap istrinya itu dengan intens. Ia baru teringat satu hal yang belum di bicarakan dengan Rima.


"Kenapa?" tanya Rima.


"Ada yang ingin aku bicarkan denganmu, mengenai nafkah," ucap Bondan, sembari mengusap lembut pipi Rima. "Kamu tahu sendiri jika aku baru merintis usahaku dari nol lagi 'kan? Jadi, aku minta maaf jika aku belum bisa memberimu uang yang banyak," ucap Bondan dan menatap istrinya itu dengan lembut.


Ya, dulu sebagai atlet petinju saat masih aktif, tentu saja dia mempunyai kekayaan yang banyak. Rumah mewah, mobil mewah dan fasilitas lainnya. Walaupun tidak semewah yang di miliki Rima, tapi kehidupan Bondan dan Fika dulu cukup berada.


Tapi, semenjak mendiang istrinya di vonis kanker, Bondan sangat terpukul dan ia berusaha untuk memberikan terbaik untuk mendiang istrinya itu dengan membawa berobat keberbagai rumah sakit, termasuk berobat keluar negeri pun sudah di tempuh dengan harapan mendiang istrinya bisa sembuh kembali, hingga menghabiskan banyak biaya, termasuk ia harus menjual rumah dan beberapa mobil mewahnya, demi kesembuhan mendiang istrinya, tapi apa daya jika Tuhan berkehendak lain dan Tuhan lebih sayang dengan mendiang istrinya.


Setelah kepergian mendiang istrinya untuk selamanya, Bondan sempat terpuruk beberapa bulan tapi ia berusaha untuk bangkit lagi demi putri cantiknya yang masih membutuhkan dirinya. Dan semenjak saat kepergian istrinya itu, ia memutuskan untuk vakum dari ring tinju dan memilih membuka usaha bengkel mobil dan fokus membesarkan putrinya.


Rima mengulas senyum lalu ia menangkup wajah Bondan dengan kedua tanganya, kemudian ia mengecup bibir tebal itu sekilas.


"Berapapun yang kamu berikan kepadaku, aku menerimanya dengan senang hati karena apa yang kamu berikan kepadaku, pasti akan menjadi keberkahan untuk diriku," jawab Rima, lalu memeluk Bondan dengan erat.


Dari awal Bab sudah emak jelaskan ya, jika bundanya Fika meninggal ketika Fika lulus dari sekolah menengah pertama (SMP) dan meninggalnya karena sakit kanker.


Jadi kalau masih ada yang tanya, tak cubit kalean atu-atu, yess..


Jangan lupa kasih dukungannya, pokoknya emak nggak mau berhenti mengingatkan karena dukungan dari kalian sangat berarti untuk Ema yang super gesrek ini,,, love you all😚