Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Selesaikan secara Jantan!


Ema memacu kendaraanya dengan kecepatan di atas rata-rata menuju sekolahan sang istrinya.


Saat sampai di sekolahan tersebut, keadaan masih terlihat sepi.


Ema melirik jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangannya dan ternyata waktu sudah menunjukan jam satu siang.


"Sebentar lagi." Gumam Ema, lalu ia mengirim pesan singkat kepada istrinya.


Aku di parkiran, sayang.


Dan tidak berselang lama, para murid di sekolah tersebut membubarkan diri. Ema mengendarkan pandangannya untuk melihat istrinya, namun matanya mengerut saat melihat pria yang kemarin di hajar oleh istirnya tengah berdiri di dekat gerbang sekolah sembari memperhatikan para siswi disana. Sepertinya pria itu juga sedang menunggu seseorang.


"Benar dugaanku, pantas saja perasaanku tidak enak sejak tadi." Gumam Ema.


Namun pandangan Ema semakin tajam ketika ia melihat Fika mendatangi Antoni dan terlihat jika istrinya itu tengah berbicara dengan pria itu.


Fika keluar dari kelasnya dengan terburu-buru, saat ia membaca pesan dari suaminya. Namun, pada saat ia akan menuju parkiran mobil, ia melihat Antoni berdiri di dekat gerbang sekolah dan tidak banyak berpikir ia menghampiri Antoni dan akan memberikan perhitungan dengan pria tersebut.


"Wah, sepertinya takdir mempertemukan kita kembali ya. Jangan-jangan kita berjodoh." Ucap Antoni tersenyum senang, saat Fika sudah ada di hadapannya.


"Mimpi!!" Balas Fika tajam.


"Huh, jangan terlalu galak, aku jadi semakin menyukaimu." Ucap Antoni tidak tahu malu, dan mencolek dagu Fika.


Plak


Fika memukul tangan Antoni yang dengan berani mencolek dagunya dan dengan cepat Fika mengusap dagunya itu dengan kasar.


"Uh, manis sekali sambutan tanganmu itu." Antoni menyeringai sembari mencium tangannya yang baru saja di pukul Fika.


"Dasar stres!! Maksud lo apa menyuruh Nadia untuk menyebarkan Foto gue dan pacar gue?" tanya Fika geram kepada Antoni.


Bukannya menjawab, Antoni malah tertawa terbahak, seperti orang yang kehilangan kewarasannya.


"Cepat sekali ya kamu mengetahuinya, bagaimana apakah kejutan dari ku membuatmu terpukau? Dan ya, aku tidak menyangka jika wanita garang sepertimu bisa luluh dengan pria gemulai seperti itu. Dan lebih parahnya lagi, kamu membeli sesuatu saat bersama kekasihmu itu. Apakah dia bisa memuaskanmu? Jika tidak, aku bisa memuaskanmu lebih dari dia. Dan aku menyebarkan fotomu karena aku ingin menghancurkanmu secara perlahan, kau tahu aku sudah sangat lama tertarik padamu, tapi kenapa kamu tidak pernah melihatku? Hah!! Kenapa harus dia, si pria gemulai yang menjadi pilihanmu!" Ucap Antoni dengan menggebu.


"Lo gila!!" Ucap Fika, sembari menggelengkan kepalanya.


"Ya aku gila karena kamu!! Karena aku sangat mencintaimu Fika." Ucap Antoni, lalu memajukan langkahnya tapi gerakannya tertahan saat ia mendapat bogem mentah dari seseorang.


"Arghhh. Brengsek!!" Maki Antoni, saat ia mendapat pukulan tepat di pipi kanannya dan ia sampai terjatuh ke tanah.


"Nue!!" Pekik Fika.


"Bangun bajingan!!! Kita selesaikan secara jantan!!" Umpat Ema, menundukan badannya dan menyeret Antoni keluar dari wilayah sekolah tersebut.


Aksi keduanya itu sampai menjadi tontonan para siswa yang akan pulang sekolah.


"Nue!!" Fika berlari mengejar suaminya yang tengah menyeret Antoni.


"Lepasin gue BAN*I!!" Umpat Antoni, sembari memegang lehernya yang terasa tercekik karena Ema menarik kerah bajunya kebelakang.


BRUK


Ema melempar tubuh Antoni ke lahan kosong yang berada tak jauh dari sekolah tersebut. Dengan nafas yang terengah, Ema membuka jaket nya dan melemparnya asal.


"Nue!! Hentikan kamu bisa terluka!" Fika berniat untuk menghentikan Ema, karena Fika sangat takut jika terjadi apa-apa dengan suaminya. Apalagi Antoni bukan lawan yang sebanding dengan Ema.


"Diam disana!!" Ucap Ema, tegas dan mengangkat tangannya.


"Nggak, aku nggak mau kalau kamu terluka. Please. Menjauhlah, aku bisa mengatasinya sendiri." Ucap Fika dengan nada memohon.


"Aku lebih tidak rela jika melihatmu berkelahi dengan pria pengecut seperti dia!" Jawab Ema, sembari menunjuk Antoni yang berusaha untuk berdiri.


"Ha ha ha, drama yang sangat memukau." Ucap Antoni tergelak, sembari bertepuk tangan.


"Sinting!" Umpat Ema.


"Kemari!! Dan lawan aku, pria gemulai!" Tantang Antoni, sembari menggerakkan tangannya agar Ema mendekat.


"Please jangan." Fika menggeleng pelan, agar suaminya itu tidak mendekati si kunyit.


Tegang ya mak😆


Kasih dukungan semampu kalian ya! Emak sudah up 4 bab hari ini loh😘