Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Pembalasan!


Masih mengandung kekerasan ya say!


BUGH


"Mati kau!" sentak orang tersebut, ketika melihat Antoni sudah tersungkur diatas lantai.


"Bangun bajingan! Dari dulu aku diam, tapi untuk saat ini aku sudah tidak bisa diam lagi! Dasar keparat!" amuk orang itu dan langsung mengangkat tubuh Antoni dengan satu tangannya lalu melemparkan tubuh Antoni hingga menabrak dinding.


Kondisi di dalam restoran tersebut semakin mencekam, ketika melihat kehadiran seorang pria berbadan besar dan tangannya di penuhi tatto. Dan para security pun segera membubarkan pengunjung demi keamanan mereka sendiri.


Aura pria itu sangatlah mengerikan dan sangatlah kuat. Sehingga siapapun yang melihatnya bergidik ngeri.


"Apa urusanmu hah!" bentak Antoni, lalu bangkit dan menatap tajam pria yang ada di hadapannya itu.


Ruri segera menghampiri Emanuel lalu memeluk bosnya itu.


"Are you oke?" tanya Ruri sangat cemas, lalu melepaskan pelukannya dan menatap cemas bosnya yang sudah terlihat pucat dan berkeringat dingin.


Ema menggeleng pelan, meringis kesakitan. "Sepertinya kakiku patah, entahlah kedua kakiku tidak bisa di gerakkan," ucap Ema pelan dan salah satu tangannya terulur untuk meraba kakinya yang terasa sakit.


"Thank. Sudah menolongku," ucap Ema dengan tulus. Sedangkan Ruri mengangguk lalu merogoh ponselnya yang ada di dalam tas.


"Aku akan menghubungi keluarga mu," ucap Ruri, ketika Ema menatapnya.


"No, aku tidak ingin membuat istriku khawatir, apa lagi Fika sedang mengandung," tolak Ema dan meraih ponsel Ruri.


Ruri menggeleng pelan dan tidak habis pikir dengan Bosnya itu karena dalam keadaan seperti itu masih memikirkan orang di cintainya. Sebegitu besar cinta Emanuel kepada istrinya? sehingga membuat Ruri meneteskan air matanya, lantaran ia terharu degan sikap bosnya itu.


"Jangan egois, keadaanmu saat ini parah, dan keluargamu perlu tahu. Mereka akan sangat marah jika tidak mengetahuti keadaan kamu yang seperti ini, termasuk Fika yang juga akan membencimu," jelas Ruri, memberikan pengertian.


Ema terdiam sejenak dan ia berpikir, dan ia juga membenarkan ucapan Ruri. Kemudian ia mengangguk dan menyerahkan ponsel itu kepada Ruri lagi. Lalu Ruri dengan cepat menghubungi istri Bosnya.


*


*


*


Kembali lagi ke Antoni.


Pria berbadan kekar itu berjalan menghampiri Antoni dengan senyuman yang sangat mengerikan.


Dan ada dua security yang ingin melerai perkelahian tersebut.


"Jangan ikut campur dengan masalah kami! Aku akan membayar kekacauan yang terjadi hari ini," tegas Antoni dengan nada sombong kepada dua security tersebut.


"Ya, jangan sebut aku Antoni jika mudah menyerah, bedebah sialan! Siapa kau sebenarnya?!" maki Antoni dengan lantang dengan kedua mata yang melotot tajam, kemudian ia maju beberapa langkah lalu memeberikan serangan kepada pria tersebut.


BUGH


Serangan pertamanya mengenai wajah pria itu, hingga membuat pria itu terhuyung namuntidak sampai terjatuh. "Hanya seperti ini kemampuanmu!" ejeknya, tersenyum sinis dan mengusap sudut bibirnya yang berdarah.


Antoni semakin meradang dan akan melakukan serangan lagi, tapi kali ini pria itu menangkis dan membalas perbuatan Antoni.


BUGH


BUGH


BUGH


Pria tersebut mengahajar habis-habisan wajah Antoni dan terakhir ia memelintir tangan Antoni kebelakang hingga patah.


Kretek


"ARGHHH!" jerit Antoni ketika merasakan tulang tangannya remuk.


"Rasakan, ini juga balasan untukmu karena sudah berani mencengkram wajah istriku," desis pria itu dengan geram, dan tidak sampai di situ saja, lalu pria itu mendorong tubuh Antoni hingga tersungkur lalu menginjak tubuh Antoni berulang kali, hingga membuat tubuh Antoni tergeletak tidak sadarkan diri.


"Dasar lemah!!!"


"Daddy, apa kamu tidak apa-apa?" tanya Ruri lalu berjalan cepat dan memeluk pria yang berstatus suaminya itu.


"I'm oke, sayang," ucapnya lalu mengurai pelukannya. "Ayo kita bawa ban*ci itu kerumah sakit,"


"Hih! Berani kamu menghinanya!" amuk Ruri.


"Bercanda," ucapnya di iringi dengan kekehan pelan.


Kemudian keduanya itu ingin membawa Ema kerumah sakit, namun gerakan mereka terhenti ketika mendengar teriakan seseorang dari ambang pintu masuk restoran tersebut.


"Apa yang kalian lakukan terhadap putraku!


Nah hayo? Siapa tuh? Apakah Bondan atau Rima atau orang lain lagi?


Penasaran 'kan? Kasih dukungannya dulu dong😘


Buat silent readers, please walaupun nggak ada komentar tapi setidaknya kasih like untuk emak, satu like dari kalian sangat berarti untuk emak.πŸ™πŸ˜˜


Dan terimakasih sudah dukung karya Emak ya gaes, love you kebun cabe😘😘