Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Boleh nengokin junior nggak?


Emanuel dan Fika sangat terkejut saat mendengar ucapan Ayahnya.


"Ayah dan Mami jangan berlebihan, aku bisa menjaga Fika dan aku sudah memutuskan untuk WFH." Ucap Ema, sembari menatap Bondan dan Rima bergantian.


"Kamu yakin mau WFH? Pekerjaan kamu banyak loh, Yank." Sela Fika, menatap suaminya dengan rasa tidak percaya.


"Tuh, benar kata Fika, jika pekerjaan kamu banyak dan walaupun kamu WFH pasti sewaktu-waktu kamu bisa saja meninggalkan Fika di rumah sendirian." Ucap Bondan.


"Aku ini BOS, untuk apa mempunyai banyak asissten kalau tidak bisa diandalkan." Ucap Ema kepada Ayah mertuanya, bukannya menyombongkan diri akan tetapi memang itulah kenyataanya.


"Ya, percaya!" Ucap Bondan dan Rima bersamaan. Dan Ema hanya menggelengkan kepalanya saja, saat mendengar ucapan Ayah mertuanya dan Ibunya itu.


"Dan untukmu sayang, kamu tenang saja. Karena aku masih bisa menghandle pekerjaanku dari rumah." Lanjut Ema, sembari merangkul istrinya dan membawanya kedalam rumah.


"Tapi, aku tidak ingin merepotkanmu, aku ini hanya hamil, bukan sakit." Gumam Fika.


"Kamu itu mengandung bibit elang yang super premium, jadi jangan membantah, Oke!" jawab Ema, lalu membantu istrinya duduk disofa ruang tamu.


"Heh, bibit burung puyuh kali." Gerutu Bondan, yang mendengar ucapan Ema. Sedangkan Ema hanya memutar kedua bola matanya dengan malas, menanggapi perkataan Ayah mertuanya itu.


"Jadi, keputusan Mami sama Bondan sudah Final, Nue. Kami hanya menjaga Fika karena kandungan Fika masih lemah, apalagi kalian ini masih belum berperngalaman." Jelas Rima, tidak ada maksud lain, karena ia hanya ingin menjaga menantu dan calon cucunya.


Emanuel menatap wajah Bondan dan Rima bergantian, Ema begitu intens menatap Ayah mertuanya dan Ibunya.


"Ini tidak ada udang di balik tahu 'kan?" Tanya Ema, penuh selidik.


"Jelas tidak, karena niat kami hanya untuk menjaga Fika dan calon cucu kami." Jawab Bondan, meyakinkan.


Sambil curi kesempatan. Lanjut Bondan dalam hati.


Setelah mendengarkan penjelasan dari Bondan dan Rima, pada akhirnya Ema mengijinkan mereka untuk tinggal di rumahnya.


"Oke." Jawab Rima dan Bondan kompak.


Dan mulai hari itu juga Bondan dan Rima sudah tinggal bersama anak dan menantunya.


*


*


*


"Apa kamu yakin dengan keputusanmu, Yank?" tanya Fika, saat sudah beraada di dalam kamar, sembari meletakkan kepalanya di dada bidang suaminya. Saat ini, keduanya itu sudah berada di dalam kamar, sambil merebahkan diri diatas tempat tidur.


"Keputusan yang mana?" Tanya Ema balik, sambil mengelus rambut istrinya dengan lembut.


"Mengijinkan, Ayah dan Mami tinggal disini." Jelas Fika. "Aku hanya takut jika terjadi sesutu hal yang tidak di inginkan." Lanjut Fika, dengan perasaan yang resah.


"Maka dari itu, aku ingin melihat sejauh mana mereka bertindak. Apa lagi kita tahu, jika Ayah dan Mami masih saling mencintai." Ucap Ema, sembari mengecup pucuk kepala istrinya dengan mesra, dan tangannya kanannya terulur untuk mengusap perut istrinya dengan sangat lembut dan penuh cinta. Namun tangan itu perlahan turun kebawah dan berhenti disatu titik sensitife milik istrinya.


"Nue, jangan nakal tangannya." Lirih Fika, saat ia merasakan tangan Suaminya sudah masuk kedalam underwearnya, dan bermain disana membuat Fika menahan desaahannya.


"Boleh nengokin junior, nggak?" Tanya Ema dengan suara seraknya.


Dan selanjutnya...


Bersambung


😜


Kasih dukungan semampu kalian yak.😘