Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Ketahuan kalian ya!


Hari telah berganti malam, Ema dan Fika yang sejak tadi siang mengurung diri di kamar, kini keduanya itu baru turun kelantai bawah untuk makan bersama. Ema menekuk wajahnya dari tadi, lantaran ia terlalu kesal dengan tingkah istrinya yang terus mengendusi dadanya saat berada di dalam kamar, dan membuatnya harus senam lima jari di temani oleh Miss Lux.


"Hai, ayo cepat makan malam. Ayah sudah masak untuk kalian semua." Ucap Bondan, sembari menata makanan diatas meja makan.


"Ayah tidak perlu repot seperti ini, kita 'kan bisa pesan makanan dari luar." Ucap Ema, membatu istrinya duduk di kursi meja makan kemudian ia beralih membantu Bondan menata piring diatas meja.


"Tidak apa-apa, Ayah sudah terbiasa." Jawab Bondan, tersenyum menatap menantunya.


Ema menjadi merasa tidak enak dengan Ayah mertuanya itu.


"Jangan sungkan sama, Ayah." Ucap Bondan lagi, kemudian Ema mengangguk dan tersenyum.


Fika sejak tadi memperhatikan penampilan Ayahnya itu sembari menahan tawanya.


Bagaimana tidak? Jika pria yang terkenal gagah,macho dan mempuayai banyak tatto itu memakai apron bergambar Sailor moon, tokoh kartun yang berasal dari Negeri Sakura itu. Bondan terlihat lucu dan sangat menggemaskan bagi siapa saja yang melihatnya.


"Ada yang salah?" Tanya Bondan, sembari mendudukan diri dikursi yang berhadapan dengan anak dan menantunya.


"Tidak." Jawab Fika, lalu membekap mulutnya sendiri karena ia sudah tidak tahan untuk tertawa.


Ema yang melihat Fika dan Bondan bergantian, kemudian ia menyemburkan tawanya saat ia baru sadar jika Ayah mertuanya memakai apron kesayangannya.


Bondan semakin mengernyit heran, dengan tingkah kedua orang yang ada di hadapannya itu.


Ema mangambil garpu kemudian ia memutarkan garpu itu berulang kali sembari berucap.


"Dengan kekuatan bulan, aku akan menghukum mu. ha ha ha haa." Ema tergelak keras, lalu meletakkan garpu itu di tempatnya lagi.


Begitu pula dengan Fika yang ikut tertawa keras karena geli dengan penampilan ayahnya itu.


"Siall!" Umpat Bondan, karena baru menyadari jika apron yang ia kenakan berkarakter Sailor Moon. Kemudian ia melepaskan apron tersebut dan membuangnya asal.


"Ayah itu apron kesayanganku." Protes Ema, sembari memungut apron kesayangannya itu.


"Hih, menggelikan!" Cibir Bondan, sembari menggelengkan kepalanya.


*


*


*


*


"Kepala Mami kenapa?" Tanya Ema dan Fika bersamaan, saat melihat kening Rima sedikit benjol.


"Ah, ini itu kejedot lemari kamar." Rima memberi alasan, sembari melirik Bondan yang terlihat salah tingkah.


"Masa sih?" Tanya Ema dengan tatapan penuh selidik, kemudian ia menatap ibu dan Ayah mertuanya itu bergantian.


"Iya, Mami terlalu terledor tadi." Jawab Rima, berusaha meyakinkan anaknya.


"Oke, aku akan mengecek CCTV di kamar Mami, aku ingin tahu apakah Mami benar terjedot lemari atau tidak. Jika benar begitu, aku akan menyuruh tukang untuk menata ulang kamar Mami." Balas Ema, tersenyum.


Bondan yang sedang meminum air putih sampai tersedak dan terbatuk, saat mendengarkan ucapan menantunya.


CCTV? Mati aku. Batin Bondan, gelisah.


"Ayah kenapa?" Tanya Fika, lalu berdiri membantu dan mengusap punggung ayahnya itu.


"Tidak apa-apa." Jawab Bondan, sembari mengangkat tangannya bertanda jika Fika berhenti untuk mengusap punggungnya.


"Memangnya di kamar Mami ada CCTV nya?" Tanya Rima, penasaran.


"Tentu saja ada, setiap sudut rumah ini ada CCTV nya, kecuali di kamarku." Jawab Ema, masih tersenyum menatap ibunya.


Ya ampun, mati aku. Kalau Nue dan Fika tahu semuanya. Batin Rima, sangat gelisah.


Katahuan kalian, ya! Batin Ema, menatap Bondan dan Rima bergantian. Kedua orang itu terlihat gugup dan juga gelisah.


Hayo loh, Emanuel orangnya nggak mudah di bohongi loh, 😆


Udah Up 4 bab hari ini, kasih dukungannya ya 😘


Berbagi itu indah,, 🥰