SNOW FLOWER

SNOW FLOWER
WUYIN


❄️SNOW FLOWER❄️


EPISODE 73


Tian Lan melangkahkan kakinya maju, ia menepis apapun yang menghalangi jalannya. SYUTTTTT ....


"Dasar jal*ng! Beraninya kau mengabaikan ku?"


Tian Lan hanya diam, ia kemudian berbalik kepada Wuyin melemparkan tatapan mata yang begitu tajam dan aura yang mencekam mulai terasa di sekitarnya.


"Aku akan mengadukanmu ke ayahku!" ancamnya, ia makin dibuat kesal ketika Tian Lan masih saja meremehkannya.


Tian Lan berjalan makin mendekat ke arah Wuyin. Dengan seringainya ia mendekatkan bibirnya ke telinga gadis itu dan berbisik. "Namaku Tian Lan, tolong sampaikan salamku kepadanya!" Ia lantas berbalik dan pergi begitu saja.


"Beraninya dia melukai wajahku dengan pisau angin!" Wuyin mengusap pipinya yang tergores. Ia pasti akan mengadu kepada ayahnya mengingat tabiatnya yang buruk itu.


Di kediaman besar penasihat agung ...


Wuyin berjalan menuju aula utama kediamannya, langkah kakinya terdengar seperti hentakan dan terdengar hingga ke ujung jalan. Sesampainya seperti biasanya dengan kedua temannya ia mulai berakting seolah ia habis di tindas.


"Ada apa?" tanya pria paruh baya yang tak lain ayahnya itu.


Wuyin menunjukkan wajahnya, ia mulai mengarang cerita dan membalikan keadaan. "Ayah aku bertemu seorang wanita di gerbang perpustakaan akademi. Dan apa yang dia lakukan, ia bahkan berani melukai wajahku walau tahu aku anakmu!"


"Ayah bisa tanya kepada mereka!" Ia beralih menatap kedua temannya yang hanya diam mengiyakan setiap perkataan Wuyin.


"Dia bahkan tak sopan, dan masih berlagak menitipkan salamnya kepadamu.


"Ayah harus memberinya pelajaran, dia dengan bangganya mengatakan namanya adalah 'Tian Lan' " Seketika itu mata Guru Wu terbelalak. "Tian Lan!" ia hanya menyebut nama Tian Lan dengan nada lirih.


"A, ada apa ayah?" tanya Wuyin terbata-bata. Ia seolah tak yakin ayahnya itu gemetar setelah mendengar nama Tian Lan.


"Siapa sebenarnya wanita itu? Apa latar belakangnya sekuat itu?"


"Apa kau mencari masalah dengannya? Katakan yang sebenarnya!"


"Apa yang terjadi?" tanya Guru Wu kepada putrinya itu. Langit-langit ruangan itu dipenuhi oleh bentakan keras yang terucap untuk Wuyin.


Di balik dinding kayu ruangan itu ...


Seorang pelayan berjalan hendak menghadap ke hadapan Guru Wu. Seperti biasa, pelayan itu sekilas membungkukkan badannya lalu menyampaikan pesan dari sang kaisar langit.


"Yang Mulia kaisar meminta Anda datang ke istana malam ini!" singkatnya, tak berbelit-belit. Wanita itu diam setelahnya.


Guru Wu terdiam, ia kini menatap tajam ke arah Wuyin. Ia bertanya-tanya dalam hatinya "Apa yang gadis ini lakukan. Jangan bilang dia mencari masalah dengan Tian Lan!"


"Jika benar ... maka, kali ini aku benar-benar tak bisa menyelamatkannya."


Di aula utama istana langit ...


Di sisi lain Wuyin ia sampai sekarang terdiam dibalik punggung ayahnya yang sudah rapuh. Ia menggigit bibir bawahnya mengingat ayahnya yang tadi telah membentaknya.


Tian Ling, gadis itu masuk bersama dengan Xuan Yu sang putra mahkota. Sedangkan di belakangnya di sambung para pemuka akademi, suasananya begitu hikmat hingga semua orang menduduki tempatnya masing-masing.


"Di sini aku akan mengumumkan putra ketigaku, Xuan Ming. Akan bertunangan dengan Xu Xing. Putri tertua Xu Shijie, Sang Dewi Hujan."


Semua orang bersorak memberikan selamat, mengangkat cangkir arak lalu meminumnya setelah itu. Suasana pesta malam itu begitu meriah, banyak dari putri bangsawan dan juga putri para guru akademi yang berlomba-lomba menunjukkan bakatnya. Seolah mencari muka agar kaisar langit memperhatikan dirinya.


Bukan tanpa alasan, putra kedua dari kaisar langit hingga saat ini tidak memiliki tunangan. Jangankan tunangan ia bahkan tidak memiliki seorang yang dia suka. Mereka ingin kaisar langit menyukainya dan menjadikannya salah seorang putri di istananya.


"Haisss" Suara itu terdengar begitu jelas. Pandangan semua orang tertuju kepada Tian Lan yang baru saja masuk kedalam aula, di antara semua orang.


Wuyin yang melihat keberadaan Tian Lan lantas menghampirinya dan langsung saja menampar wajah Tian Lan.


"Tian Lan?"


"Kakak?"


Semua perhatian teralihkan kepada Tian Lan dan Wuyin. Wuyin kini terdiam melihat sekeliling yang kini memandangi dirinya. Menyaksikan perlakuannya yang semena-mena.


Tian Lan, wanita itu hanya diam dan mengerutkan keningnya tanda suasana hatinya telah berubah.


Kaisar langit tersontak kaget, ia bangun dari duduknya dan mengagetkan semua orang. "Tian Lan!"


Tak lama ... BRUKKKKK


Tubuh Wuyin terpental menghantam pilar istana. Tubuhnya kini jatuh dan seteguk darah ia muntahkan. Tian Lan wanita itu bahkan tak menjentikkan jarinya. Tatapannya cukup untuk membuat tubuh gadis itu terpental beberapa meter.


"Jangan biarkan dia muncul dihadapanku, atau aku akan langsung membunuhnya saat itu juga!" kencamnya dengan nada rendah namun penuh tekanan. Suaranya membuat bulu kuduk orang berdiri.


Guru Wu kini hanya bisa memohon kepada kaisar langit, ia mewakili putrinya itu untuk meminta maaf. "Maaf Yang Mulia, hamba lalai. Tolong ampuni Wuyin. Hamba berjanji ini tidak akan terulang lagi!" jelasnya. Pria paruh baya tersebut bahkan bersujud dihadapan kaisar langit.


"Seharusnya kau minta maaf kepada Tian Lan! kenapa kau memohon padaku?"


"Bukankah kau lebih tahu jika aku tidak memiliki wewenang untuk menghentikan apapun yang Tian Lan perbuat?"


Semua orang terdiam, mereka berdecak kagum. Siapa sebenarnya wanita itu? Kaisar saja tunduk kepadanya.


"Tuan Wu, kakakku sudah memberinya kesempatan kedua. Putrimu aman asal ia tak muncul dihadapan beliau!" jelas Tian Ling. Gadis itu mengulurkan tangannya dan membantu pria paruh baya tersebut untuk berdiri.


Seringai Tian Ling mulai tersungging, ia berbisik selagi menepuk pundak pria itu. "Kakakku sudah berbelas kasihan, apa kau tahu ... kakak akan menyingkirkan batu sandungannya saat kali pertama ia melihatnya!"


"Jika saja yang menghalangi jalannya bukan putrimu ... mungkin kini mayatnya sudah mendingin!"


BERSAMBUNG ...


...~❄️我爱你❄️~...