SNOW FLOWER

SNOW FLOWER
HUKUMAN


❄SNOW FLOWER❄


EPISODE 30


Waktu sudah berjalan cukup lama ....


Permaisuri terlelap dalam tidurnya di dekapan sang kaisar.Sang kaisar yang masih terdiam mencoba menenangkan pikirannya menyandarkan punggungnya di sekat ranjang.


"Lan ...."Lirihnya sembari mendesah.


Kaisar menatap permaisurinya yang tengah tertidur pulas, walau begitu kaisar tetap merasa tidak nyaman.


Ia berpikir bagaimana bisa ia berpikir menyembunyikan ini sampai mati.


Kaisar termenung cukup lama hingga tak sadar hari mulai pagi.


Pagi merambat menggantikan malam yang sepi, sang kaisar harus segera bergegas menghadiri rapat.


Berita tentang permaisuri yang tengah sakit telah di laporkan ke istana pusat.


Ibu suri yang mendengar berita itu lantas bergegas ke istana phoenix untuk melihat keadaan permaisuri.


Di istana phoenix ....


Ibu suri memasuki kamar tidur permaisuri, tanpa penyambutan ia memasuki kamar tidur sang permaisuri mendapati bahwa permaisuri tengah tertidur ia menghentikan langkahnya berbalik mengurungkan niatnya untuk menemui permaisuri.


Tak lama kemudian di kediaman selir kehormatan Yun ....


Ibu suri melangkahkan kakinya dengan tenaganya, ia tampak menahan amarahnya dan berjalan menuju aula istana bulan.


Langkah kakinya yang terdengar keras terdengar hingga membuat seisi aula istana bulan mengarahkan pandangannya ke luar ruangan dan mendapati bahwa sang ibu suri tengah berjalan menuju ke arah mereka.


"Yang Mulia ibu suri tiba!"Suara penyambutan menggema ke seluruh penjuru istana bulan.


Semua selir yang tampak berkumpul di aula istana bulan pun berlutut untuk menyapa ibu suri.Ibu suri masuk ke dalam aula dengan raut wajahnya yang masam.


"Salam Yang Mulia!"


Ia menatap tajam ke arah selir kehormatan Yun dan berjalan melewati para selir tanpa memerintahkan mereka untuk bangkit dari posisinya.Ibu suri menduduki kursi utama yang ada di hadapannya, kursi yang sama yang tadinya di tempati oleh selir kehormatan Yun.


"Apa yang membuat anda sampai datang kemari Yang Mulia?"Tanya selir kehormatan Yun mencoba untuk mencairkan suasana.


Ia bangun dari posisinya dan menghampiri ibu suri.Namun ....


"Siapa yang memperbolehkan kau bangkit?"Tanya ibu suri mendengus.


Selir kehormatan Yun lantas terkejut, ia lantas langsung saja berlutut kembali di bawah kaki sang ibu suri.


"Dasar orang tua bedebah!"Umpatnya dalam hati.


Selir kehormatan Yun berlutut cukup lama, sedangkan ibu suri telah mengizinkan selir lainnya untuk bangkit terkecuali selir kehormatan Yun.


Hal itu sungguh membuat selir kehormatan Yun makin jengkel namun ia tak berani memperlihatkan kejengkelannya itu.


Tiba-tiba saja ....


BRAKKKK


ibu suri menghempaskan buku yang ada di meja yang berada tepat didepannya.


Buku itu jatuh ke karpet dengan lembaran yang berceceran.


Semua selir yang ada di hadapannya lantas berlutut kembali melihat amarah sang ibu suri.


"Permaisuri sakit dan kalian malah enak-enakan berkumpul dan meminum teh bersama!"Bentak ibu suri bangun dari duduknya.


Semua selir lantas terkejut dengan tangannya yang gemetar menahan amarahnya selir kehormatan Yun lantas menjawab"Hamba sungguh tidak tahu, hamba ...."Kata katanya terpotong oleh ibu suri yang tampak tak sabaran ingin mencekik leher selir kehormatan Yun.Tangannya seakan gatal namun ia masih bisa menahan diri hingga tak berbuat hal itu.


Ibu suri meremas cangkir teh yang ada di tangannya guna menahan amarahnya hingga ....


KREEKK PYAAARRRR ....


Cangkir itu hancur hingga menjadi kepingan dan membuat teh yang tertadah tumpah membasahi tangan selir kehormatan Yun.


Ibu suri melangkahkan kakinya keluar dari aula dalam sesaat, langkahnya terhenti.Ia berbalik dan berkata dengan tampangnya yang dingin.Ia tatapnya satu persatu wajah para selir yang berlutut di hadapannya.


"Kalian kembalilah ke kediaman masing-masing dan introspeksi diri sendiri selama 5 hari dan ...."Ucapnya menggantung.


Ibu suri membalikkan pandangannya ke arah pintu keluar seakan tak sudi menatap tampang selir kehormatan Yun.


"Dan kau .... karna kau adalah pimpinan para selir, seharusnya kau lebih tahu banyak dengan apa yang dinamakan dengan sopan santun"


Ibu suri diam mematung di tempatnya.


Sedangkan selir kehormatan Yun mengepalkan tangannya menggigit bibir bawahnya menahan amarahnya.


"Ingat kau hanya seorang selir jangan coba coba untuk menentang kebijakan permaisuri, kudengar kau telah berulang kali berdebat dengan permaisuri"Ibu suri menatap sekilas kebelakang.


"Jangan berharap menyaingi permaisuri, jika kau masih menginginkan posisimu lebih baik kau diam saja dan tak mencari masalah dengan permaisuri, salin buku tata krama leluhur sebanyak 100 kali selama dan sebulan ini kau tidak diperbolehkan keluar dari kamar!"Jelas sang ibu suri menjatuhkan hukuman kepadanya.


Ibu suri sesegera mungkin pergi meninggalkan istana bulan setelah itu.


Sedangkan selir kehormatan Yun yang masih berlutut langsung saja bangkit setelah ibu suri pergi.Selir kehormatan Yun menatap tajam punggung ibu suri yang sudah rapuh di makan usia yang mulai menjauh dari pandangannya.


"Yang Mulia anda tidak apa-apa?"Tanya pelayan pribadi yang melayaninya.


Pelayan itu memegang lengan selir kehormatan Yun dengan lembut berniat untuk membersihkan pakaian yang junjungannya kenakan.Namun dengan kasarnya ia menepis tangan yang hendak membantunya itu.


"Menjauhlah dariku!"Bentaknya.


Selir kehormatan Yun menarik selendangnya dan beranjak meninggalkan aula istananya dengan amarahnya yang menggebu-gebu.


Di ikuti yang lain, mereka juga mulai menunjukkan kekesalannya sesaat setelah selir kehormatan Yun meninggalkan aula istananya.Mereka terus menggerutu tak puas dan menyesalkan kejadian yang baru saja terjadi.


Mereka berandai-andai ....


Andai aku tidak mengetahuinya, aku tidak akan datang melayani selir kehormatan Yun ...


Andai aku pura pura sakit maka aku tidak akan ikut di jatuhi hukuman.


Mereka berbincang sepanjang jalan pulang, karna ia baru bisa bertemu 5 hari lagi.


Mereka terus menyesalkan kejadian di istana bulan tadi ...


"Aku akan mengunjungi tempat permaisuri!"Sahut selir tinggi Ning.


Selir tinggi Ning memisahkan diri dari selir-selir yang lain.Ia berniat untuk mengunjungi tempat permaisuri untuk melihat keadaannya.


Selir tinggi wei yang tak sengaja lewat mendengar perkataan selir Ning berniat mengajaknya untuk pergi bersamanya, ia meraih tangan selir tinggi Ning dan berkata"Tujuan kita sama, kalau mau kau bisa ikut denganku!"


Tanpa menjawab ia lantas langsung saja menganggukkan kepalanya dan berjalan berdampingan untuk mengunjungi sang permaisuri.


Sesampainya mereka di istana phoenix, di kamar tidur permaisuri ....


"Anda sudah bangun Yang Mulia?"Tanya selir tinggi Ning dan selir tinggi Wei serempak.


Permaisuri menengok ke samping dan ia mendapati kedua selir itu tengah berlutut untuk menunggu dirinya siuman.


"Apa dia berlutut menunggu bangun?"Tanya permaisuri dalam hati.


Permaisuri bangun dari posisinya, ia sandarkan punggungnya pada sekat ranjang di bantu oleh selir Ning dan selir Wei.


"Berapa lama kalian sudah berlutut?"Tanya permaisuri tersenyum sayu.


Kedua selir tinggi itu saling memberikan isyarat mata lalu menjawab dengan serempak"Tidak lama Yang Mulia, kami baru saja sampai!"


"Aku tadi mendengar bahwa ibu suri menjatuhkan hukuman kepada para selir"Batin permaisuri.


Permaisuri terdiam hingga ....


"Yang Mulia kaisar tiba!"


"Yang Mulia ibu suri tiba!"


BERSAMBUNG ....