SNOW FLOWER

SNOW FLOWER
FENG HUANG


❄️SNOW FLOWER❄️


EPISODE 31


Ibu suri memasuki kamar tidur sang permaisuri di ikuti sang kaisar yang berjalan mengikutinya.Permaisuri dan yang lainnya hingga bersiap untuk menyapa ibu suri dan kaisar yang baru saja sampai.


"Salam Yang Mulia!"


Ibu suri hanya diam, ia menatap tajam ke arah selir tinggi Ning dan melangkahinya begitu saja.Sedangkan sang kaisar tampak bingung melihat tingkah ibundanya yang terlalu sembrono.


"Bangunlah!"Lirih sang kaisar yang tampak sayu.


Mereka lantas menganggukkan kepalanya tanpa menjawab, kaisar berjalan menuju ke arah permaisuri dan ibundanya lalu berkata"Untuk apa kau menyapa kami, lebih baik tetap di ranjang!"Kaisar menekan pelan kedua lengan permaisuri dan mendudukkannya kembali.


Ibu suri hanya diam, ia tatap kembali wajah putranya itu dan mengalihkan pandangannya setelah tak lama kemudian.


"Ibu, kenapa anda tampak murung?"Tanya permaisuri tersenyum sayu.


Ibu suri menghela napasnya, ia mulai kesal mengingat kejadian di istana bulan tadi.


"Aku sangat kecewa, kau sakit dan para selir mengadakan pesta sungguh tak tahu sopan santun!"Ibu suri menekan nada bicaranya.


Kaisar dan yang lainnya terdiam sejenak lalu ibu suri menatap kembali ke arah selir tinggi Ning dan berkata"Bukankah aku sudah menjatuhi hukuman kepadamu selir tinggi Ning, seharusnya kau mengintropeksi diri di dalam kamar selama beberapa hari!"Ucap ibu suri menegaskan.


Permaisuri meraih tangan ibu suri, meremas tangan hangatnya dan menatapnya dengan tatapan sendu.


"Ah, lupakan saja, ku pikir lebih baik dia menemaniku karna aku begitu sangat kesepian di istana ini"Ujar permaisuri melirik ke arah selir tinggi Ning dan mengedipkan salah satu matanya.


Selir tinggi Ning terdiam, ia menatap sekilas ke arah permaisuri lalu kembali menunduk.


Ibu suri menghela napasnya mendengar penjelasan yang permaisuri berikan.


Tanpa berkata apapun ibu suri lantas mengangguk berniat mengiyakan permintaan sang permaisuri.


"Kalian kembalilah, langit sudah mulai gelap!"Permaisuri bangun dari duduknya dan menghampiri selir tinggi Ning dan Wei.


Tanpa menjawab sepatah katapun mereka lantas mengiyakan permintaan sang permaisuri dengan menganggukkan kepalanya.Ibu suri yang juga merasa bahwa hari sudah mulai gelap pun memutuskan untuk kembali ke istananya.


"Kau jagalah dirimu dengan baik!"Ibu suri mengusap puncak kepala permaisuri dan memberikan senyum hangatnya kepadanya.


Ibu suri dan para selir tinggi itu beranjak meninggalkan kamar tidur permaisuri dan tinggallah kaisar dan permaisuri seorang di sana, suasana menjadi hening seketika setelah kepergian ibu suri dan lainnya hingga ....


"Phoenix ....!!!"


Permaisuri meraih tangan sang kaisar dan ia tatap wajahnya dengan tatapan sayu dan berkata"Kenapa kau tidak kembali?, apa kau bermalam di sini lagi?"Tanya sang permaisuri.


Kaisar menghela napas panjang, lalu ia menepuk kasur mengisyaratkan permaisuri untuk duduk terlebih dahulu sebelum ia menjawab pertanyaannya.


Tanpa menjawab permaisuri lantas menuruti kemauan sang kaisar dan duduk di sampingnya dan mencubit pipi sang


kaisar pelan.


"iya, sebagian besar para selir tengah menjalani hukumannya, kenapa aku harus menyia-nyiakan kesempatan untuk mengunjungimu?"Jawab sang kaisar menegaskan.


Permaisuri yang mendengar penjelasan sang kaisar lantas mengangguk-anggukkan kepalanya dan mengusap dagunya mengiyakan perkataannya.


"Benar juga"Ucap permaisuri membenarkan.


Permaisuri meraih tangan sang kaisar dan menyandarkan kepalanya di bahunya sekedar melepas lelah.


"Apa kau lelah Lan'er?"Tanya sang kaisar mengusap rambut panjang permaisuri.


Permaisuri membanting tubuhnya, menjatuhkan diri ke ranjangnya.


"Dia sangat kurus, apa akhir-akhir ini dia tidak makan dengan benar?"Tanya sang kaisar dalam hati menatap permaisuri dengan tatapan mata yang menyidik.


Permaisuri sekilas membalas tatapan sang kaisar, sang kaisar terlelap dalam tatapannya dalam sesaat pikirannya kosong hingga ....


CUP ....


Ciuman permaisuri mendarat di pipi sang kaisar membuat sang kaisar tersadar akan lamunannya.


Permaisuri meraih kerah baju sang kaisar, ia tariknya dengan lembut.Hal itu membuat sang kaisar hampir saja sulit untuk mengendalikan diri.


"jika kau terus saja bertingkah seperti ini akan sulit untukku mengendalikan diri!"Tukas sang kaisar menindih tubuh permaisuri.


Permaisuri mengerang pelan lalu ia kalungkannya kedua tangannya di leher sang kaisar.


Kaisar menatap bibir lembab permaisuri lalu ia ciumnya cukup lama.


"Phoenix, bolehkah aku tahu nama aslimu?"Tanya permaisuri melepas ciumannya.


Kaisar sedikit mencondongkan tubuhnya lalu ia tatapnya mata permaisuri dalam-dalam.


Permaisuri terdiam, apa salah? hal itu yang pertama kali muncul di benaknya.Ia balasnya tatapan mata sang kaisar yang tidak bisa di baca olehnya.


"Emmh, sepertinya aku salah bicara"Pikir permaisuri menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu.


Permaisuri membuang wajahnya lalu mendorong pelan tubuh sang kaisar agar menjauh darinya.


"Feng Huang!, nama asliku Feng Huang!"Jawab sang kaisar menekankan berat badannya pada tumpuan tangan permaisuri yang sengaja ia paku di kasur.


Permaisuri menelan ludahnya, ia tatap mata sang kaisar dalam-dalam lalu menggerakkan bahunya tanda ia sudah tak sanggup lagi menahan beban yang kaisar tekankan.


Kaisar mengangkat beban yang ia tekankan pada permaisuri.Lalu dengan sengaja ia makin mendekatkan dirinya ke arah permaisuri, ia menyibakkan rambut panjang permaisuri di belakang telinganya lalu ia berbisik"Ingat aku tidak akan pernah mengulanginya lagi, Feng Huang!"Bisiknya mengingatkan.


Permaisuri mengangguk cepat, mengiyakan perkataan sang kaisar.Sang kaisar sekilas tersenyum lalu ia ciumnya pipi permaisuri.


"Jadi phoenix, aku .... "Kata-kata permaisuri tergantung.


Kaisar menghela napasnya sekilas lalu ia tatapnya mata permaisuri dalam-dalam dan berkata"Coba panggil aku Feng Huang atau .... panggil aku Huang'er!"Perintah sang kaisar yang tampak masih menimbang-nimbang pikirannya.


Permaisuri berdalih, ia tak menghiraukan perkataan sang kaisar dan mencubit pipi kaisar dan terus memainkannya dengan senyum nakalnya.


Kaisar yang mulai jengkel lantas saja menepis pelan tangan permaisuri yang mencubit pipinya dari tadi.


Permaisuri mengerenyitkan dahinya mengerucutkan bibirnya menatap tajam ke arah sang kaisar.Sangat imut! hal itu yang pertama kali terbesit di pikiran sang kaisar melihat tingkah konyol sang permaisuri.


"Panggil aku Huang'er!"Bisik sang kaisar yang tampak dengan sengaja menggoda permaisuri.


Permaisuri mengerang pelan, ia balasnya tatapan mata sang kaisar yang tampak sedang menuntut dirinya.


"Memanggilmu dengan nama langsung? .... bukankah itu hal yang tabu di istana bisa-bisa kepalaku di cabut dari leherku!"Jawab permaisuri yang tak mau kalah.


Permaisuri meraih kemenangannya, dalam sesaat sang kaisar terdiam.Iya, memang benar apa adanya, memanggil dirinya dengan nama langsung sama saja cari mati.Permaisuri mengangguk cepat membenarkan perkataannya sendiri.Kaisar berpikir keras hingga .... senyuman sinis mulai tertaut di bibir sang kaisar membuat permaisuri merinding, ia seperti menemukan ide baru yang baru saja melintas di pikirannya.


"Jika tidak ada yang tahu .... bukankah kau aman Lan'er?"Tanya sang kaisar dengan senyum nakalnya.


Permaisuri menelan ludah, dalam sekejap matanya terpejam menikmati ciuman lembut sang kaisar yang menghangatkan bibirnya yang hampir membiru karna dinginnya malam.


Kaisar beralih, ia menciumi permaisuri hingga sampai ke lehernya yang jenjang.Tubuhnya terbujur kaku ia tidak berani berdalih.


"Mari kita buktikan, aku akan membuatmu memohon ampun menyebut namaku!"Bisik kaisar, senyum nakal mulai menghiasi wajahnya yang tampan.


BERSAMBUNG ....