
❄SNOW FLOWER❄
EPISODE 22
Seperti biasanya suasana malam hari di istana phoenix begitu tenang.
Bayangan bulan yang terpantul di atas air kolam permaisuri bergelombang ketika permaisuri mencelupkan tangannya.
"Begitu dingin!"Pikir permaisuri menarik tangannya kembali menggigil.
Permaisuri menghela napas pelan lalu ia tataplah sang bulan purnama yang menyilaukan mata permaisuri.
Ia tatapnya bulan itu dalam kurung waktu lama, sembari mengingat-ingat kehidupannya sebelum kemalangan itu menimpa dirinya.
"Betapa ceroboh nya aku!"Permaisuri mengerang tak rela.
Sembari memijat pelipisnya ia menatap bayangannya di kolam.
"Lan,,,,,,,"Lirih permaisuri.
Permaisuri mengalihkan pandangannya dan menatap langit gelap meratapi nasibnya.
Nasib buruk yang menimpa dirinya.
Ia berpikir sampai kapan ia akan berpura-pura menjadi permaisuri?, suatu saat pasti akan ada yang tau dan mungkin saja pada akhirnya ia akan mati juga.
TIBA-TIBA
SRAKKK
Mendengar suara di balik semak, benar-benar membuat permaisuri terkejut setengah mati.
"Gawat!, apa ada seseorang yang sengaja menguping?"Pikir permaisuri panik.
Permaisuri lantas bangun dan mengejar sosok hitam yang berlari kencang meninggalkan kediaman permaisuri.
"Aih, bisa gawat!"Cetus permaisuri menendang batu kecil yang ada di depannya.
TIBA-TIBA
Ada sepasang tangan putih yang menepuk pelan bahu permaisuri, sontak saja itu membuat permaisuri terkejut tidak main.
"Eee copot!"Permaisuri menekan nada bicaranya.
Permaisuri menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya.
"Ada apa dengan anda?"Tanya Nu Shen.
Nu Shen hendak memanggil junjungannya untuk makan malam siapa sangka malah jadi seperti ini.Tindakan permaisuri sontak saja membuat Nu Shen kebingungan.
Permaisuri membuka Wajahnya perlahan mengintip dari sela-sela jarinya.Mendapati
Nu Shen yang tampak menatapnya dengan tampang nya seperti orang bodoh.
"Yang Mulia ada apa dengan anda?"Tanya Nu Shen yang masih kebingungan.
Ia menatap permaisuri nya sekilas lalu menundukkan kepalanya kembali.
Hingga teriakan seseorang mengejutkan mereka berdua.
"Ada penyusup!!"
Nu Shen yang mendengar itu langsung saja panik ia lantas meminta permaisuri untuk segera kembali ke kamarnya.
"Permaisuri lebih baik anda segera kembali ke kamar anda, bahaya jika anda tetap di sini!"Kata Nu Shen memperingatkan.
Tak lama kemudian di taman dewi bunga.
"Hosh,,,hosh"
"Akhirnya mereka sudah tak mengejar ku lagi"Kata seorang berjubah hitam.
"Hampir saja ketahuan"Pikirnya.
TIBA-TIBA
Terdengar suara langkah kaki yang terdengar tengah mendekatinya.Lalu,,,,,
"Aiyaa, kenapa bisa ada seorang pencuri masuk ke tempat suci seperti ini?"Sahut Liliang mendekati orang itu.
"Sial"Cetus orang berjubah hitam tersebut.
Tanpa berpikir lebih lama lagi, orang itu lantas langsung berlari sekencang-kencangnya meninggalkan Liliang.
Melihatnya Liliang tersenyum sinisnya.
"Sudah terlambat!"Ujar Liliang.
Tak lama kemudian di halaman kuil dewi bunga.
DUKKK
"Buka cadarnya!"
"Baik!"Jawab para kasim.
TIBA-TIBA
"Yang Mulia permaisuri tiba!"
Semua orang yang ada di sana seketika berlutut mendengar akan kedatangan sang permaisuri.
Bahkan beberapa orang sempat menelan ludahnya saat permaisuri berjalan melewatinya.
"Salam Yang Mulia"Semua orang di sana memberi salam secara bersamaan.
Permaisuri menatap sinis ke arah penyusup itu lalu ia bertanya kepadanya"Apa yang kau lakukan di tamanku?"
Penyusup itu lantas tetap diam membuat semua orang menunggu jawaban darinya begitu lama.
Hingga,,,,,,
"Lebih baik siksa saja dia Yang Mulia agar ia segera buka mulut!"Kata salah seorang kasim dengan sopan.
Ia menegakkan posisi badannya kembali, lalu ia tatap permaisuri ragu-ragu.
"Beraninya kau memutuskan secara pribadi?"Tanya permaisuri dengan tatapan tidak suka.
Mendengar itu, kasim lantas berlutut di hadapan permaisuri memohon ampunan atas kelancangannya.
"Ampun Yang Mulia, hamba telah kehilangan sopan santun!"
"Mohon belas kasih anda Yang Mulia!"Lanjut kasim itu.
Tangannya gemetar tak berani menatap permaisuri.Sedangkan permaisuri menghela napas pelan.Lalu mengisyaratkan kasim itu untuk bangun.
Kasim itu yang menyadari isyarat permaisuri lantas bersujud lalu bangun setelah itu.
"Belas kasih anda sungguh tiada tara Yang Mulia!"
Permaisuri hanya diam tak menanggapinya lebih lanjut.
Ia berjalan ke arah penyusup itu yang sudah berlutut sedari tadi.
Tanpa mengatakan apapun permaisuri lantas mengambil kantong yang penyusup itu ikatkan di pinggangnya.Lalu ia bukanya kantong tersebut, ia keluarkan beberapa tangkai bunga lan yang berasal dari taman nya.
"Aku mengagumi mu!"
"Kau bahkan mempertaruhkan nyawamu hanya untuk beberapa tangkai bunga saja, sungguh hebat!"Lanjut permaisuri menatap sinis ke arah penyusup itu.
Ketua kasim yang juga ada di sana lantas langsung saja menghampiri permaisuri.
"Yang Mulia apa ada perintah?"Tanya ketua kasim membungkuk.
"Tidak, ia hanyalah seorang wanita!"Permaisuri menatap penyusup itu dengan seksama.
"Aku sendirilah yang akan memberinya pelajaran"Lanjut permaisuri dengan senyum sinisnya.
Kata-kata permaisuri lantas membuat orang yang ada di sana menelan ludahnya.
"Kalian semua bubar!"Titah sang permaisuri.
Perintah permaisuri itu lantas membuat semua orang di sana terkejut tidak main, bagaimana bisa ia menyuruh semua orang bubar di tengah ketegangan ini.
Ia sedang berhadapan dengan seorang yang bisa saja mengancam nyawanya.Namun anehnya ia malah tenang menghadapi situasi ini.
"Tapi Yang Mulia?"
"Kau sungguh berani melawanku sekarang ya!"Kata permaisuri tersenyum sinis ke arah kasim itu.
Kasim itu lantas diam seribu bahasa, ia tak sanggup menatap sang permaisuri.Ia langsung berlutut dan meminta maaf atas ketidak sopanannya.Berharap permaisuri bermurah hati mengampuninya.
"Hamba memang pantas mati Yang Mulia tak seharusnya hamba meragukan keputusan anda!"Kata kasim itu selagi bersujud di hadapan permaisuri.
Permaisuri lagi-lagi menghela napasnya.
"Bangunlah!"Permaisuri memijat pelipisnya.
Kasim itu lantas melihat sekitarnya lalu bangun dari posisinya.
Di istana phoenix kediaman permaisuri.
"Hamba Mu Qing memberi salam kepada anda Yang Mulia!"Kata wanita itu.
Permaisuri terdiam, ia terpikir Mu Li Yang Minggu lalu di hukum gantung oleh sang kaisar.
"Apa kau kakak Mu Li?"Tanya permaisuri ragu-ragu.
Mu Qing menunduk lalu menjawab
"Iya, benar Mu Li adalah adik hamba!"
Bagaimana bisa , apa yang sebenarnya terjadi?.Begitu banyak pertanyaan yang timbul di benak permaisuri.Ia merasa tak enak.
Permaisuri menatap Mu Qing sekilas ia tatapnya matanya yang menunjukkan ketidak berdayaannya.
Permaisuri pun langsung tahu siapa dalang dari kejadian seminggu yang lalu.
"Pasti selir kehormatan Yun!"Pikir permaisuri dengan penuh keyakinan.
Permaisuri bangun dari duduknya menghampiri Mu Qing yang tengah berlutut di hadapannya.Dan bertanya,,,,
"Katakan apa selir kehormatan Yun membuat ulah lagi?"Tanya permaisuri.
"Dan kenapa kau mencuri bunga lan dari taman bungaku?"Tanya permaisuri dengan tatapan menyidik.
Dengan ragu wanita itu menjawab"Ha ha hamba,,,,"
Penasaran?
Tunggu aja di episode selanjutnya.
BERSAMBUNG...