SNOW FLOWER

SNOW FLOWER
SUARA


❄SNOW FLOWER❄


EPISODE 26


Permaisuri memetak pelan kepala kaisar.


Lalu ia cubit pipinya seperti memanjakan seekor anak anjing.


"Lan!"Kata kaisar mengerang.


Permaisuri tertawa pelan.


Melihat kaisar yang mulai kesal dengan tingkahnya.


"Lihatlah mukamu mulai memerah!"Kata permaisuri mencemooh kaisar.


Kaisar mengusap-usap pipinya lalu menatap kembali permaisuri sekilas ia tatapnya dengan tampang nya yang tak bisa di jelaskan.


"Kau kalah lagi Phoenix!"Kata permaisuri dengan tampang imutnya menjalankan bidak catur nya.


Kaisar menghela napas panjang, ia mengusap kepala permaisuri dan memberikan senyum hangatnya.


"Apa yang kau inginkan sebagai hadiah?"Tanya sang kaisar menarik tangannya kembali.


Permaisuri tersenyum sinis, ia tau apa yang ia inginkan .... kira-kira apa itu.


"Mungkin tidak sekarang .... aku akan memintanya suatu saat nanti!"Jawab permaisuri mengusap-usap dagunya.


Kaisar memiringkan kepalanya menatap aneh ke arah permaisuri.


Permaisuri hanya diam ia berpikir bagaimana cara membuat penawar obat itu.


Ia berpikir untuk membuat penawar nya memang tidak memungkinkan namun ....


Untuk pencegahan itu pasti bisa walau hanya bisa memulihkan dan menguatkan rahim jika di konsumsi dalam kurung waktu yang lama.


Setidaknya itu membuahkan hasil.


"Apa yang kau pikirkan?"Tanya kaisar mengusap pipi permaisuri yang sedari tadi melamun.


Tangan hangat kaisar membuat permaisuri tersadar dari lamunannya.


Ia memegang pergelangan tangan kaisar dan berkata "Bagaimana kalau kita mengunjungi selir umum Fei?"


Kaisar menatap sendu ke arah permaisuri, ia belum lepas dari belenggu itu, bahkan ia di lihat dari ekspresi wajah nya ia masih tampak tak tenang dengan apa yang terjadi di harem akhir-akhir ini.


"Ya .... walau ia hanya selir umum ia tetap saja salah seorang selirmu, kau punya kewajiban atasnya"Lanjut permaisuri mengingatkan.


Kaisar sekilas menundukkan kepalanya lalu menatap permaisuri yang tengah tersenyum hangat ke arahnya.


Permaisuri bangun dari duduknya.


Menghampiri kaisar dan duduk megalungkan tangannya di leher kaisar dan duduk pangkuannya.


"Phoenix, bolehkah aku keluar istana ....?"Tanya permaisuri dengan tampang imutnya.


Kaisar menelan ludahnya.


Ia menatap sekilas ke arah permaisuri,


Lalu melepaskan tangan permaisuri yang terkalung di lehernya.


Dengan tegas kaisar menjawab"Tidak boleh!"


Permaisuri lantas saja mengerucutkan bibirnya, mendengar bantahan tegas dari sang kaisar.


"Ck, dasar burung pemarah!"Umpat permaisuri dalam hati.


"Masak jalan-jalan sebentar saja gak boleh"Gerutu sang permaisuri bangun dari pangkuannya.


Kaisar menghela napas pelan, menenangkan diri lalu menghampiri permaisuri yang berjalan menjauh darinya.


Kaisar memeluknya dari belakang, ia usapkan kepalanya pada permaisuri membuatnya mengerutkan kening karna jengkel.


Walau begitu ia tetap diam, tak merespon sang kaisar hingga kedatangan Ye Yin mengagetkan mereka.


"Salam Yang Mulia!, salam permaisuri!"Ye Yin memberikan salamnya kepada kaisar dan permaisuri.


Dalam sekejap suasana menjadi sangat canggung.


Kaisar melepaskan pelukannya lalu memasang wajah datarnya.


"Ada apa?"Tanya kaisar dingin.


Ye Yin memberanikan diri menatap kaisar sekilas lalu menundukkan kepalanya kembali.


"Para dewan sudah menunggu anda untuk rapat dewan!"Kata Ye Yin membungkuk.


Kaisar menghela napas sekilas lalu mengarahkan pandangannya ke arah permaisuri.


"Kau tetaplah, jangan gegabah .... kau adalah ibu negara ini maka kau harus menjaga pula sikapmu!"Kata kaisar dingin.


Kaisar meninggalkan permaisuri begitu saja di ikuti dengan Ye Yin yang hampir tak bisa mengikuti langkah kaki sang kaisar.


Permaisuri menatap punggung kaisar yang makin menjauh dari pandangannya namun ....


TIBA TIBA ....


"Aggrrhh!"Permaisuri lagi-lagi merintih kesakitan.


Suara-suara itu kembali terbayang di kepala permaisuri.


Spontan ia menekan kepalanya.


"Cintamu begitu menyiksaku!"


Bergegas menghampiri permaisuri ....


Wajah permaisuri memerah, ia yang tak tahan dengan teriakan yang terus menerus berdengung di telinganya mencoba segala cara agar teriakan itu berhenti.


"Hentikan!"Teriak permaisuri membenturkan kepalanya berulang kali pada tiang-tiang kayu yang menyangga gazebo yang ada di tepi kolam nya.


Teriakan permaisuri membuat geger para dayang dan kasim yang melintas.


Tak terkecuali Hong Lian, Min Ru dan


Nu Shen mereka segera menghentikan permaisuri yang terus menerus membenturkan kepalanya hingga


berdarah darah.


Hong Lian meremas lengan permaisuri, berniat menghentikan permaisuri yang terus melukai dirinya..


"Permaisuri sudah!"Bentak Hong Lian.


Permaisuri duduk tersungkur saat Hong Lian berusaha menariknya agar berhenti membenturkan kepalanya yang sudah berdarah itu.


Tes .... Tes .... Tes ....


Darah menetes dari dahinya dan mengalir hingga di dagunya.


Tanpa penyambutan sang kaisar langsung saja berlari menuju permaisuri dan menariknya dalam dekapannya.


"Tolong jangan lagi!"Rintih sang permaisuri mendorong pelan kaisar.


Ia mulai terlelap, kepalanya terasa sangat pusing dan berat.


Permaisuri berpikir dalam hati .... sangat sakit, dadaku begitu sesak daripada menjalani hidup seperti ini ....


"Lebih baik aku mati saja ....?"Lirih permaisuri yang mulai terlelap.


Hingga pandangan permaisuri mengabur dan akhirnya hanya ada kegelapan di sekelilingnya.


Hong Lian yang ada di sana menangis histeris ia menutup rapat mulutnya, air mata mulai merintik dan membasahi pipinya.


Sedangkan kaisar .... ia lagi lagi hanya bisa diam menatap sendu ke arah permaisurinya yang keadaannya makin memburuk saja.


Permaisuri mengingau, ia menepuk nepuk dada kaisar yang mendekapnya.


"Ibu .... bawa aku bersamamu!"


Mendengar itu kaisar sang sedari tadi mencoba menahan air mata nya hampir tak sanggup lagi.Air matanya mulai menetes membasahi rambut permaisuri.


Kaisar lantas menggendongnya dan membawanya ke kamar tidurnya.


Tak lama kemudian di kamar tidur


sang permaisuri ....


Tampaklah tabib tong tengah membersihkan luka permaisuri dengan hati hati.


Sedangkan di sisinya tampaklah kaisar yang sedari tadi tampak murung melihat keadaan permaisuri.


Beberapa saat kemudian ....


Permaisuri mengerutkan dahinya, bulu matanya yang panjang tampak tergerak hingga beberapa saat kemudian ia mulai membuka kelopak matanya.


Permaisuri mendapati sang kaisar dan ibu suri tengah berdebat di pojok kamar, itu juga yang membuatnya terbangun.


Permaisuri bangun dan membetulkan posisinya dan menyandarkan tubuhnya pada


sekat sekat ranjangnya.


Kaisar yang menyadari pergerakan permaisurinya lantas menghampirinya di ikuti oleh ibu suri.


Ibu suri mengambil tangan permaisuri lalu ia remas pelan dan ia bisa merasakan hawa dingin dari tubuh permaisuri.


"Kau sudah bangun!"Kata ibu suri antusias.


Permaisuri hanya membalas pertanyaan ibu suri dengan senyum paksa.


Ibu suri memberanikan dirinya lalu ia bertanya"Apa yang membuatmu begitu tertekan?"Tanya ibu suri risau.


Sebelum sang permaisuri menjawab pertanyaan yang ibu suri lontarkan ....


"Apa karna masalah di harem membuatmu begitu tertekan?"Lanjut ibu suri


"Kalau begitu biarkan selir kehormatan Yun mengambil alih urusan harem menggantikan mu untuk sementara waktu!"Sela sang kaisar.


Saran kaisar di balas dengan tatapan tajam dari ibu suri, seolah ibu suri tak ingin selir kehormatan Yun mengambil alih


urusan harem.


Kaisar menundukkan kepalanya, suasana saat itu menjadi sangat canggung.


Hingga ....


"Lebih baik kau istirahatlah!, masalah harem kaisar biar aku yang mengambil alih"Sahut ibu suri.


"Aku ada urusan, kau jagalah dirimu baik baik, jangan sampai kau terluka lagi!"Ibu suri mengelus puncak kepala permaisuri.


Ibu suri memberikan isyarat mata agar kaisar ikut dengannya.


Tak lama setelah itu ibu suri melangkahkan kakinya beranjak keluar dari kamar permaisuri.


"Aku juga harus pergi, nanti malam aku akan mengunjungimu lagi"Kata sang kaisar mengelus kepala permaisuri.


Kaisar mengikuti langkah ibu suri untuk keluar dari kamar permaisuri.


BERSAMBUNG ....