
❄️ SNOW FLOWER❄️
EPISODE 56
Keduanya kini terdiam, Tian Lan mengusap dagunya seraya berkata"Jadi kau seorang putra mahkota?"
"Kalau begitu kita pasangan karna jika aku tidak kabur, aku akan menjadi putri mahkota nantinya!" pungkasnya menjelaskan.
Feng Huang terkekeh, ia tahu pasti gadis itu mengatakan hal yang sama berulang kali agar ia tak merendahkan dirinya.Putri mahkota?, entah berapa kali ia telah mendengar gadis itu mengatakannya.
Tian Lan kini beralih, ia sepertinya tahu harus kemana.Kota Chang'an kota kekaisaran yang terkenal sebagai kota keekonomian negara di sekitar sini.Ia pergi tanpa berkata sepatah katapun.
Dalam jarak yang tak cukup jauh gadis itu berkata"Chang'an aku datang!" suara gadis itu seolah tertiup semilirnya angin dan sampai di telinga Feng Huang.Pria itu mengeluarkan seringainya, ia mengedarkan pandangannya ke atas dimana langit tertutupi oleh lebatnya dahan pohon.
"Kita akan bertemu lagi, Tian Lan"
FLASHBACK END
Tian Lan mengedarkan pandangannya kearah apapun yang bisa ia lihat.Kini ia mendesah kesal."Aihhh, sepotong ingatan yang tak berguna!!" wanita itu geram sendiri.
"Kenapa aku tidak bisa melihat lebih jauh lagi?"
Kini pandangannya beralih ke arah pintu, wanita itu mendengar beberapa langkah kaki.Ia tahu bahwa jumlah mereka lebih dari 3 orang hanya dengan mendengarkannya sekilas.
Kaisar, ibu suri, Qi Shua juga kedua pelayan pribadinya melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar tidurnya.Langkah kaki sang kaisar terdengar jauh lebih keras di bandingkan dengan yang lain, pria itu bergegas menuju ke arah ranjang di mana istrinya berada.Kini suasananya begitu berbeda dari sebelumnya.
"Kau sudah bangun?" kaisar turut bahagia dengan apa yang ia lihat sekarang.
"Ya," jawab singkat seorang Tian Lan.
Kaisar tersenyum teduh hanya dengan sekilas mendengar jawaban ketus istrinya itu.Kini pandangan Tian Lan mengarah ke ibu suri.Wanita paruh baya tersebut kini bersanding dengan Qi Shua sesosok wanita paruh baya yang asing dengan matanya, walau auranya begitu familiar baginya.
Qi Shua berlutut memberikan salamnya menyadari tatapan permaisuri yang tertuju ke arahnya."Hamba Qi Shua memberikan salam kepada permaisuri!" wanita paruh baya tersebut sekilas menempelkan dahinya pada lantai.
Permaisuri terdiam, ia tak tahu harus memberikan respon seperti apa, hingga wanita itu menyuruhnya untuk bangkit dari posisinya."Bangunlah!"
Qi Shua bangun dari posisinya, ia kini menangkupkan kedua telapak tangannya juga menundukkan kepalanya.Ia diam tak lagi bergeming.Permaisuri bangun, ia mulai melemparkan beberapa pertanyaan.
"Siapa yang mengurusi urusan Harem selama aku sakit?"
Hong Lian menatap sekeliling, hanya ada kebisuan.Gadis itu akhirnya buka suara"Menjawab Yang Mulia!, Selir kehormatan Shu yang menggantikan Anda mengurus Harem kaisar selama Anda sakit!" pungkasnya menjelaskan.
"Kupikir, Selir Kehormatan Yun yang menggantikan ku mengurus Harem, mengingat kedudukannya sebagai kepala selir," permaisuri mengangkat alisnya.
"Melihatnya memiliki kasih sayang kaisar, juga latar belakangnya, tambah lagi dia sudah pernah mengambil alih kekuasaanku saat aku bermeditasi selama beberapa tahun dulu"
"Mungkin juga kalau saat itu aku benar-benar mati sekalipun, istana tidak akan kebingungan mencari sosok pengganti diriku."
Semua orang lagi-lagi hanya bisa diam.Mulut mereka seolah kaku mendengar kata-kata permaisuri.
Suasana menjadi hening kembali.Hingga kaisar membuka suaranya setelah membisu cukup lama."Siapa yang melakukan ini kepadamu dan apa tujuannya?" kaisar langsung menanyakan 2 hal sekaligus.
Tian Lan terdiam, ia menatap sinis ke arah kaisar."Yang benar saja, ia seorang kaisar apa tidak mampu menyuruh seseorang untuk menyelidikinya!"
"Ck, aku jadi malu sendiri kalau aku benar-benar sampai jatuh cinta kepadanya!"
Kebisuan permaisuri membuat semua orang bingung sekaligus cemas, ibu suri kini tak tinggal diam lagi."Lan ..., apa yang kau pikirkan?, jawablah!"
"Kami semua ingin tahu darimu!"
"Benar jika kau hanya diam, kami tidak akan tahu!" kaisar menambahkan.
Tian Lan mengeluarkan seringainya, ia memandang rendah kaisar yang konon memiliki kekuasaan tertinggi di sini."Jadi selama ini kau hanya diam?" wanita itu tak menjawab malah melontarkan pertanyaan sendiri.
Pertanyaan permaisuri membuat semua orang sontak terkejut.Memang benar, ia seorang kaisar, punya banyak pengikut, pengabdi dan pelayan yang melayaninya.Namun ... menemukan orang di balik penyerangan dirinya ia tak sanggup?
"Yang benar saja!"
Umpatan Tian Lan kini terarahkan ke kaisar, wanita itu makin memandang rendah suaminya itu."Kenapa kau diam?" bibir wanita itu tak henti-hentinya membuat sang kaisar terpojok.
"Bolehkah aku memanggilmu, kaisar payah?"
"Kau bahkan tak bisa ..." ucapan wanita itu menggantung, ia memilih tak lagi meneruskan perkataannya yang dinilai merendahkan martabatnya sebagai ibu negara.
"Sudah, aku sudah sadar!"
"Aku akan mencari dan membalas luka ini kepada siapapun dia!" Tian Lan memegangi luka di dadanya yang masih terbalut kain.
"Dan untuk siapapun yang mencari masalah denganku ... aku tak akan tinggal diam!"
Maaf ya jarang up sibuk bet soalnya, aku berharap kalian stay di sini ya
Love u all.