SNOW FLOWER

SNOW FLOWER
FLASHBACK 01


❄️ SNOW FLOWER❄️


EPISODE 53


Semua orang terdiam, ada yang menahan tawanya ada pula yang melayangkan pandangan jijik maupun merendahkan dirinya kepada Selir Kehormatan Yun.


Tangannya yang gemetaran itu membuat orang salah mengartikannya sebagai tanda ketakutannya.Namun tangan itu ia gunakan untuk menahan amarahnya dan dendam yang telah mendarah daging sejak lama.


"Sebelum permaisuri sembuh sepenuhnya, kau gunakanlah waktumu untuk merenungkan kembali apa yang telah kau perbuat!" lanjut kaisar menambahkan.


Ibu suri tersenyum puas, melihat apa yang seharusnya terjadi kini, hari ini, telah terjadi tepat di hadapannya.Wanita paruh baya tersebut mengusap-usap dagu puas.


Di sisi lain Qi Shua, seolah biasa saja dengan drama kekaisaran yang ada di depan matanya itu.Ia tak senang maupun sedih.Ia pikir-pikir mungkin ini adalah pertama kalinya sang kaisar terang-terangan membela permaisurinya itu.


Entah apa yang membuatnya buka suara, sekian lamanya pria itu hanya membisu mendengar rumor tabiat permaisuri yang buruk, juga kebiasaannya menindas para selir di Harem .


Di karenakan bahkan dirinya sendiri tak pernah mengunjungi tempat permaisuri.Pria itu tak tahu apapun juga.Mengingat kejadian pangeran kedua yang mati teracuni, rasa kepercayaannya kepada istrinya yang satu ini kian memudar, walau tanpa ia sadari, hingga wanita itu kian menjauh dari dirinya yang begitu kaisar kenal sebelumnya.


Wanita itu kian berubah, hingga tak ada seorangpun yang mengenalinya lagi.Di mata orang-orang ia adalah sosok baru.Bukan lagi gadis polos yang anggun dengan tingkah lakunya yang tidak masuk akal.


Kematian, ya ...


Pada akhirnya ia mati dengan sia-sia karena suaminya yang tak becus itu.Walau secara langsung bukan dia yang membuatnya hilang tanpa jejak itu.Ia adalah salah satu alasan terbesar mengapa Tian Lan begitu mendambakan kematiannya.Wanita itu terus menderita sampai hari kematiannya datang.Ya, hari itulah yang ia nanti-nanti.


Di sisi lain ... permaisuri, wanita itu kini mulai membuka pelupuk matanya secara perlahan.Saat matanya terbuka sempurna.Mata bulatnya menyapu langit-langit kamarnya, ia beralih melihat ke arah sekelilingnya yang begitu sepi nan senyap.


Wanita itu mulai termenung, ia raba-raba dadanya yang masih saja terasa sesak dan panas.Ia mendesah pelan mengingat seberkas sinar yang masih terbayang di dalam pandangannya.


Ia sekarang tahu asal muasal kenapa ia bisa berhubungan dengan semua orang di istana ini, terutama sang kaisar, petinggi yang begitu di agungkan di daratan ini.


.


.


.


.


.


FLASHBACK ON


Dahulu kala di alam bunga ...


Gadis kecil dengan mata bulatnya yang sempurna terpejam di balik lebatnya dedaunan.Ia tengah tertidur, bulu matanya yang lentik nan panjang begitu memanjakan mata setiap yang memandangnya.Namun agaknya hal itu tak mempengaruhi hati wanita cantik yang tengah berteriak memanggilnya sedari tadi dari bawah pohon.


"Lan, turunlah atau aku akan menghukum dirimu!"


Tak ada sahutan sama sekali, agaknya gadis itu memang sengaja tak menghiraukannya.


"Turunlah, jika kau menurut ... aku akan membawamu jalan-jalan ke luar cermin air!"


Tak lebih dari sedetik setelah wanita itu menyelesaikan perkataannya gadis itu tersontak kaget, ia lantas langsung saja bangun tanpa aba-aba dan membenturkan kepalanya pada dahan pohon yang melindungi kulit putihnya dari sinar yang begitu teriknya.


Ia menggosok-gosok dahinya yang memar tersebut.Sedangkan wanita cantik di bawah itu tertawa dengan kencangnya melihat kekonyolan Tian Lan.



Gadis itu turun, lalu melipat tangannya dan memasang raut wajahnya yang serius juga masam kepada wanita yang ada di hadapannya.Dengan arogannya ia mulai membuka mulutnya itu"Tidak bisakah satu hari saja aku tidak memberikan salamku kepada ibunda?" tanyanya menekan kata Ibunda.


Wanita itu menggeleng cepat, membenarkan pernyataannya yang membuat begitu jengkelnya.Bayangan antrian panjang, juga sikap ibundanya yang begitu membuatnya begitu sengsaranya.Ia putri penguasa alam bunga ini, Sang Dewi bunga.Yang benar saja bahwa ia harus menerima perlakuan seperti penghuni lainnya.


Mengingat akan hal itu sungguh membuatnya begitu jengkelnya.Ia mengumpat sang ibu dalam hatinya.Ia masih mendapatkan perlakuan baik dari penghuni lain, mengingat ia adalah penguasa alam ini yang mendatang.


Tak sedikit yang masih begitu menjunjung tinggi membuatnya tak lagi berkecil hati, sedangkan wanita yang ada di hadapannya adalah peri agung, tangan kanan ibundanya sekaligus petinggi di alam bunga setelah ibunya.


"Dimana ibu?" tanyanya mendongakkan kepalanya dengan sombongnya.


Peri agung tersenyum sinis, hingga tangannya mendarat di dahi Lan kecil dan memetaknya berulang kali.Lan kecil memalingkan wajahnya, ia masih memegangi dahinya yang makin sakit di petak oleh peri agung.


"Jika bicara biasakan menatap lawan bicaramu dengan benar, atau aku tidak akan menaikkan pangkatmu dari seorang peri buah kecil!" ancam peri agung.


Tian Lan memutar bola matanya, ia seolah memandang rendah perkataan wanita itu, dengan senyum sinisnya ia membalas tak kalah tajam"Apa bedanya, suatu saat aku akan menggantikan posisi ibunda sebagai penguasa alam!" senyum seringai mulai menghiasi bibir mungil Tian Lan, ia tahu pasti jika peri agung tak akan bisa memungkiri perkataannya.


Sedangkan di belakangnya tampaklah seorang wanita cantik, berwibawa nan agung tengah berjalan menuju ke arah keduanya ...



Wanita dengan kulit putihnya dan tatapan matanya yang membuat orang terpaku.Tanpa basa-basi lagi wanita itu segera menghampiri tempat dimana Tian Lan berdiri dan ...


PLAAKKK ...


Siapa sebenarnya wanita itu?


Nantikan di episode selanjutnya ya ...!


BERSAMBUNG ...


...~❄️我爱你❄️~...