
❄SNOW FLOWER❄
EPISODE 28
Beberapa hari kemudian ....
Di istana phoenix, tampaklah permaisuri tengah duduk di gazebo yang berada di dekat kolam.Dengan santai nya menikmati angin segar yang di iringi oleh kicauan burung burung yang bertengger di pepohonan kebunnya.
Tampak juga beberapa tanaman herbal yang sengaja ia kutip dari kebunnya memenuhi meja yang ada di depannya.
Dan juga penumbuk yang sengaja ia siapkan untuk meracik obat obatan.
Di sana juga tampaklah Hong Lian dan Lainnya .... yang tampak berdiri tak jauh dari tempat dimana permaisuri duduk.
Ia ambilnya buah leci .... lalu mengupasnya dengan santai.
Tak lama kemudian setelah permaisuri menyelesaikan pekerjaannya ....
"Hong Lian!"Sapa sang permaisuri.
Hong Lian lantas menghampiri permaisuri dan mendekat ke arahnya.
"Iya Yang Mulia!"Sahut Hong Lian sekilas membungkuk setelah menghentikan langkahnya beberapa saat.
Permaisuri tersenyum ke arahnya .... lalu menyodorkan sebuah mangkok yang berisikan ramuan obat.
"Apa ini Yang Mulia?"Tanya Hong Lian mengambil mangkok tersebut lalu mengendusnya.
Permaisuri menahan tawa melihat tingkah konyol Hong Lian.
Sedangkan Hong Lian menatap permaisuri dengan tatapan bingung.
"Berikan ini kepada selir fei, katakan ini dariku!"Kata permaisuri menurunkan perintahnya.
Hong Lian membungkuk sekilas lalu pergi dari sana.
Tak lama kemudian ....
Di istana selir umum Fei ....
Tampaklah Hong Lian berjalan menuju kamar selir umum Fei.
Dengan ekspresi muka yang datar ia memasuki kamar selir umum Fei.
Di sana tampaklah selir umum Fei tengah berbincang-bincang dengan riangnya di temani oleh sang kaisar dan teh hangat yang ada di meja yang berada di hadapan mereka.
Hong Lian berlutut memberi salam kepada sang kaisar dan selir Fei.
Ia masih saja memasang ekspresi wajahnya yang datar, tanpa mendongakkan kepalanya ke arah sang kaisar.
"Apa yang membuatmu kemari, apa permaisuri menurunkan titahnya?"Tanya selir umum Fei dengan ramah.
Hong Lian bangun dari posisinya lalu memberikan sebuah mangkuk yang ia kemas dengan selembar kain.
Selir umum Fei menerima bungkusan itu lalu ia bukanya dan mengendusnya agak jauh.
"Apa ini?"Tanya selir Fei sekali lagi.
Hong Lian mendongakkan kepalanya ke arah selir umum Fei.
Ia tatapnya matanya dan mendapati keraguan di mata selir umum Fei.
"Itu .... adalah ramuan agar anda bisa segera mendapatkan keturunan dan ...."Kata Hong Lian menggantung.
Hong Lian memalingkan wajahnya ke lantai lalu ia menghela napas pelan.
"Ramuan itu juga bisa mengatasi kemandulan dan menguatkan janin"Lanjut Hong Lian menegaskan.
Selir umum Fei diam sejenak lalu menatap kaisar yang sedari tadi hanya duduk diam meneguk tehnya.
Selir Fei mengarahkan pandangannya ke arah Hong Lian lalu ....
"Baiklah .... sampaikan ucapan terimakasihku kepada permaisuri!"Jawab selir umum Fei meletakkan bungkusan mangkuk itu di meja yang sama.
Selir umum Fei membalikkan badannya ke arah kaisar lalu berkata"Kau boleh pergi!"Kata selir umum Fei dingin.
Hong Lian menatap tajam ke arah selir Fei, ia berpikir permaisuri sudah bersusah payah membuat ramuan itu beberapa hari terakhir namun .... ini yang ia dapatkan.
Kaisar menyadari tatapan Hong Lian yang kurang mengenakkan itu .... ia hanya diam seolah tak melihat apapun.
Hong Lian lantas mengundurkan diri setelahnya ....
Kaisar menatap sinis ke arah selir umum Fei lalu ia ambillah bungkusan mangkuk itu dan ia perhatikan ramuan buatan permaisurinya dengan seksama.
"Tenang saja ini bukan racun"Kata sang kaisar memandang rendah selir umum Fei.
Ia menggunakan bahan bahan yang bersih.
Buah leci yang segar, daun beri yang masih hijau juga gingseng putih yang memiliki khasiat yang luar biasa.
Selir umum Fei menelan ludah lalu ia menghampiri sang kaisar dan duduk bergelayut manja di pangkuan sang kaisar.
"Maaf, bukannya hamba meragukan permaisuri ...."Kata selir umum Fei menggantung.
"Hamba masih takut hal serupa terjadi ...."Lanjutnya menjelaskan.
Badan kaisar kaku, ia tak menanggapi perkataan selir umum Fei.
Ia masih mengingat tatapan tajam Hong Lian yang begitu menusuk.
Memang pantas jika ia begitu, junjungannya telah bersusah payah namun jerih payahnya di ragukan.Memang tak seharusnya selir umum Fei meragukan permaisuri, bukan hanya meragukan ia bahkan tak berhak mempertanyakan apapun yang permaisuri lakukan.
Kaisar menurunkan selir umum Fei dari pangkuannya, lalu menatap nya dengan tatapan dinginnya ..... beberapa saat 1, 2, 3.
Kaisar menatap selir umum Fei seolah sedang menertawakannya dengan senyum sinisnya, membuat selir umum Fei merinding.
Kaisar bangun dari duduknya berjalan hendak keluar dari kamar tidur selir umum Fei namun ....
Sesaat langkahnya terhenti ia menoleh kebelakang menatap selir umum Fei yang mematung.
"Jika kau tidak ingin mandul .... minumlah itu!"Kata sang kaisar menegaskan.
Lalu kaisar pergi meninggalkan selir umum Fei sendirian di kamarnya.
Tak lama setelah kaisar pergi dari sana ....
"Sial .... baru saja aku mendapatkan perhatian sang kaisar"Keluhnya menepuk dahinya sambil bertolak pinggang.
Selir umum Fei menatap mangkuk itu lalu ia diamkan dan memutuskan untuk langsung tidur karna mulai bosan.
Walau kaisar tak pernah mencintainya, seperti kecintaannya terhadap permaisurinya.
Kaisar selalu memperlakukan para selir nya dengan baik.
Ia menghormati dan berprilaku baik kepada mereka layaknya kecintaannya pada rakyatnya, tak lebih dari itu.
Sejauh ini selain permaisuri .... selir kehormatan Yun juga mendapatkan perhatian yang sama seperti permaisuri namun ....
Semua orang tahu itu hanya belas kasihan kaisar karna ia begitu tertekan akan kematian putranya.
Di harem tidak ada yang menempati posisi selir utama, itu alasan selir kehormatan Yun selalu bersikeras berharap sang kaisar memberi nya posisi itu.
Posisi selir utama berada satu tingkat di bawah permaisuri, namun mendapatkan pengaruh yang tak kalah dari kekuasaan sang permaisuri.
Selir utama juga adalah pimpinan para selir.
Walau sekarang ini selir kehormatan Yun adalah pimpinan para selir ia selalu merasa kurang, seolah haus akan kekuasaan.
Di samping itu .... permaisuri sendiri tak pernah berusaha untuk menguatkan posisinya sehingga selir kehormatan Yun akan mudah melengserkan dirinya dari tahtanya jika ia menjadi selir utama.
Inikah alasan permaisuri Lan lebih memilih untuk mati?
Harem yang begitu gelap telah mengurungnya.
Iya, benar persaingan harem sangatlah kejam.
Membuat siapapun gila akan kekuasaan.
Siapa yang kuat dia akan menang dan siapa yang lemah akan di tindas dan di peralat.
Sama seperti permaisuri Lan, begitu polosnya dia, siapa sangka kepolosannya membuatnya menderita.
Siapa sangka keluguannya dan sikap hangatnya memudar saat ia merasakan apa yang di namakan persaingan harem yang keras ini.
Hingga pada akhirnya ia hancur juga, ia tak pernah berteriak meminta keadilan untuknya.
Yang bisa ia lakukan hanya meratapi nasibnya yang buruk.
Hatinya berteriak kesakitan namun ia hanya mendiamkannya membuat lukanya yang semakin dalam bagai jurang yang memisahkannya dengan sang kaisar.
~❄WO AI NI❄~
BERSAMBUNG ....