
❄️ SNOW FLOWER❄️
EPISODE 62
Tian Lan mengerenyitkan dahinya, kenapa Selir Kehormatan Shu tiba-tiba bertanya soal hubungannya dengan Liliang. Siapa yang berani memata-matai dirinya?
Hong Lian yang melihat junjungannya itu termenung dan berdecak kesal dengan berita burung yang mencemarkan martabatnya. Tian Lan teringat akan Feng Huang. "Apa yang ia pikirkan tentangku jika mendengar gosip ini?"
Ia hanya bisa menghela napas panjang untuk saat ini. Menemui Liliang bukanlah ide yang baik. Itu akan semakin membuat gosip itu terlihat begitu nyata. Hong Lian berjalan mendekat ke arah permaisuri ia berkata setelah langkahnya terhenti tak jauh dari tempat junjungannya. "Hamba dengar, berita ini di sebarkan oleh Dong Yang, dayang yang melayani Selir Xiao," ucapnya berterus terang. Kini raut wajah Tian Lan berubah seketika. Ia berdecak remeh.
___________________________________________
"Bagaimana bisa? Kau bertindak atas perintah siapa hah?" bentak Xiao Yun, raut wajahnya begitu paniknya.
Di hadapannya tampaklah Dong Yang, gadis itu berlutut di hadapan sang majikan. Ia hanya menunduk, bibirnya terkatup rapat tak mengeluarkan sepatah katapun. Di sisi yang sama Selir Kehormatan Yun, ia masuk ke salah satu kamar di paviliun bunga. Kamar siapa lagi kalau bukan kamar sepupunya.
Ia jarang mengunjungi paviliun selir kalau bukan untuk melihat keadaan adik sepupunya yang tak berguna itu. Ia awalnya akan di tempatkan di istana persik oleh sang kaisar. Namun karena sikap dan tabiat nya yang buruk ia berani berdebat dengan permaisuri. Karenanya ia perlu di didik dari posisi rendah.
Walau di sekitarnya masih banyak selir tingkat 4-9 yang posisinya ada di bawahnya. Ia masih tak puas, itu tak mengubah bahwa dia hanya seorang selir rendahan. Yun Fei berdiri tegap di hadapan adiknya itu. Sedangkan Xiao Yun, ia dengan hati yang tak rela berlutut menyambut kedatangan seorang Selir Kehormatan.
"Salam kakak!"
Yun Fei terdiam cukup lama, namun seringainya ... hal itulah yang pertama kali muncul setelah Xiao Yun menunggunya cukup lama.
Di sisi lain ...
Feng Huang meneguk secangkir teh hangat bersama Liliang. Keduanya menikmati pemandangan musim dingin dari atas. Jauh mereka memandang dari lantai atas bangunan yang menyerupai pagoda. Bangunan yang letaknya tak jauh dari altar utama kuil dewi bunga. Suasana kala itu begitu hening, keduanya terdiam cukup lama hingga Liliang membuka pembicaraan.
"Feng ... " ucapnya menggantung ia membalas tatapan Feng Huang yang begitu tajam yang tengah terarah kepadanya.
"Apa yang kau lakukan di hutan bambu bersama Lan'er?" tanyanya mengalihkan pandangannya ke luar ruangan. Pria itu seolah enggan menatap wajah Liliang.
Liliang menatap sinis ke arah Feng Huang, di situ terpampang jelas ia memang tak menyukai pria yang duduk berhadapan dengannya saat ini. Sebenarnya tanpa Feng Huang sadari dendam sudah ada di lubuk hati Liliang. Entah kenapa ia membencinya. Ini masih menjadi tanda tanya.
Liliang terdiam cukup lama, wajahnya bertampangkan datar seperti dinding. Ia tak menyunggingkan ekspresi apapun di wajahnya.
"Kalau hanya untuk mengecek kondisinya tak perlu juga kalian sembunyi-sembunyi?" tanya Feng Huang dengan tatapan mata yang meragukan.
"Aku harus mengatakan ini, walau terasa tak enak didengar kau yang memaksaku!"
Feng Huang mengangkat alisnya, tanda penasaran. Pria itu melipat tangannya menunggu penjelasan dari Liliang.
"Ingatannya akan segera pulih, aku telah memastikannya di hutan bambu. Aku hanya sekedar mengeceknya," pungkasnya menjelaskan, raut wajahnya sengaja ia buat seolah-olah cemas dan mengenai ingatan Tian Lan, sebenarnya pria ini tengah menanti-nanti hari dimana ingatan wanita itu kembali sepenuhnya.
Apa itu hal yang tertulis di ingatan Tian Lan, yang membuat wanita itu membenci Feng Huang?
Bahkan Tian Lan sendiri berusaha keras menggali masalah ini. Apa penyebab dirinya begitu membenci Feng Huang?
__________________________________________
Di istana phoenix ...
Tian Lan menatap ke arah Min Ru dari balik tirai. Ia melayangkan tatapan matanya yang menyelidik ke arahnya. Raut wajah Min Ru begitu mencurigakan, seperti ada sesuatu yang tengah ia sembunyikan.
Min Ru menyadari tatapan mata permaisuri tertuju ke arahnya. Ia lantas menundukkan kepalanya seolah tak berani membalas tatapan mata junjungannya itu lebih lama lagi.
Semua orang di kamar itu, Hong Lian, Nu Shen dan para dayang yang lain menatap aneh ke arah Min Ru. Semua orang berpikir"Bukankah dia adalah pelayan yang di kirim oleh ibu suri, kenapa beliau menatapnya seperti itu?"
Tian Lan terdiam melihat Min Ru yang makin menundukkan kepalanya, kini ia beralih menatap Hong Lian. Matanya mengisyaratkan semua orang untuk pergi meninggalkan permaisuri dengan Hong Lian seorang.
Setelah semua orang mengundurkan diri dari hadapan dan tinggallah Hong Lian yang masih berdiri di hadapannya dengan kedua tangan yang tertangkup di depan pahanya. Kepalanya tertunduk menyadari suasana hati junjungannya yang tidak begitu baik.
"Apa keseharian Min Ru akhir-akhir ini?" tanya Tian Lan yang kini wajahnya begitu dingin tanpa ekspresi. Nada bicaranya terdengar sangat rendah.
Hong Lian sekilas membungkuk lalu menjawab. "Akhir-akhir ini Anda sering keluar tanpa di temani. Jadi dia sering ke istana ibu suri saat ada waktu senggang," jelasnya. Ia tak lagi melanjutkan penjelasannya.
Tian Lan mengangguk, sedangkan Hong Lian masih ada niatan untuk melanjutkan perkataannya. "Dan juga, akhir-akhir ini dia juga sering keluar istana untuk membeli barang di pasar, selain itu hamba tidak tahu Min Ru pergi kemana!"
"Apa mungkin ..., ah jangan berpikir hal yang tidak-tidak!" Tian Lan menepuk jidatnya. Ia merasa aneh dengan pikirannya sendiri.
Banyaknya drama istana di harem kaisar itu begitu membuatnya jenuh. Ia teringin pergi ke pasar seperti kali terakhir bersama pelayannya. Namun untuk sekarang sangat sulit untuk keluar masuk istana.
Ia teringat akan pesta ulang tahun Pangeran Hui yang akan di adakan dalam waktu dekat, adik kaisar yang baru kembali berbulan-bulan yang lalu. Ia pikir mungkin saja disana ia bisa mendapatkan hiburan dan sekedar melepas kejenuhannya.
Halo para reader's, eh emang aku punya ya🤔
G tau ah, di sini aku cumak mau bilang. Jika kalian suka dengan novel aku yang satu ini. Aku minta bantuan kalian untuk kasih rate 5 ya. Soalnya rate novel aku jelek
Aku g maksa kok ( ˘ ³˘)♥
jika emang kalian suka aku aku sangat berterima kasih, jika tidak ya ... memang aku tau klo novel aku tak sebagus novel lainnya. Jadi klo ada kekurangan atau kesalahan yang mana membuat kalian para pembaca tidak nyaman, aku mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Love u all