SNOW FLOWER

SNOW FLOWER
YANG SEBENARNYA


❄️ SNOW FLOWER❄️


EPISODE 42


Permaisuri duduk di halaman istananya, dengan secangkir tehnya ia berbincang-bincang dengan kedua pelayan pribadinya.Ia melipat kakinya dan bertumpukan dengan salah satunya.Ia mulai menghela napasnya kembali.


"Haisss, kenapa aku harus memakan makanan yang seperti itu?" tanyanya mulai gusar.


Permaisuri memijat-mijat pelipisnya dengan tangan yang ia sandarkan sikunya di atas meja, ia melayangkan tatapan matanya kepada Nu Shen, dengan mata yang berbinar-binar ia berkata"Bisakah kau membuatkanku satu porsi BBQ?, aku ingin sekali memakannya," kata permaisuri dengan nada memelas.


Nu Shen melirik ke arah Hong Lian, dengan senyum canggungnya yang tersungging di hadapan majikannya itu ia menjawab"Maaf, Yang Mulia kaisar tidak mengizinkan"


Raut wajah wanita itu sekarang lebih seperti anak anjing yang merengek minta makan, ia juga begitu kesal, Tabib mana yang menyuruhnya memakan semua itu? Mungkin jika ia tahu siapa dia akan mencincangnya saat itu juga.


"Siapa yang menyuruh kalian memberiku makanan yang aneh ini?" tanya permaisuri, raut wajahnya kini berubah menjadi sangat ambisius.


Nu Shen menggaruk pojok keningnya dengan jari telunjuknya, ia begitu ragu menjawab pertanyaan majikannya tersebut, dengan senyum canggungnya yang masih saja tersungging, ia melirik ke arah Hong Lian.Satu kata, begitu lucu! Permaisuri menahan tawanya melihat raut wajah pelayannya yang satu ini, ia terlihat seperti orang bodoh.


"Ayolah!"


Hong Lian sekilas membungkuk, lalu berkata"Yang Mulia, ini adalah usulan dari Master Liliang"


Permaisuri terdiam, ia begitu geram kepada pria itu, tangannya mulai mengepal dan ia mulai menggigiti bibir bawahnya"Dasar awas saja kau!" umpat wanita itu dalam hati.


Permaisuri bangun dari duduknya, ia beranjak sembari berkata"Jangan ada seorang pun yang mengikutiku!, kalau sampai ketahuan awas saja!"


Dengan langkah kaki yang terhetak keras dan cepat ia menuju ke halaman kuil Dewi bunga, tempat dimana Master Liliang bersantai.Raut wajahnya kini seperti seorang gadis kecil yang menuntut sesuatu dari orang dewasa, sepanjang perjalanan ia terus melontarkan kata-kata buruk, juga umpatan kepada pria itu."Sial, saat nafsu makanku baik seperti ini, kenapa dia membuatku memakan hidangan hambar seperti itu?"


Sesampainya permaisuri di halaman kuil Dewi bunga ...


BRAKKKK


"Eh, lu gila ya kasih makanan yang ga ada rasanya kek gitu buat gue makan?" permaisuri yang baru saja sampai dengan sekali hentakan langsung saja menunjukkan bukti ketidak relaannya itu, ia tak rela jika harus memakan makanan yang hampir tak memiliki rasa seperti itu, baru datang ia langsung ngerap.


Liliang sekilas menunjukkan seringainya, hal itu malah membuat permaisuri makin gusar.Liliang bangun dari duduknya, ia menatap sinis ke arah wanita yang menggebu dihadapannya.Ia berkata"Tolong jaga sopan santun Anda Yang Mulia, walau Anda bukan permaisuri yang sebenarnya, jika beredar rumor bahwa permaisuri memiliki tabiat yang buruk, Anda juga yang akan menerima akibatnya" ucapnya menjelaskan.


Permaisuri makin menjadi-jadi mendengar penjelasan Master Liliang, ia menggoyang-goyangkan tubuhnya beberapa kali dengan raut wajahnya yang masam.


"Jika begitu, katakan bahwa aku bukan permaisuri mereka, kau kan Master" lanjutnya, ide cemerlang mulai terbesit di pikirannya.


"Kenapa kau malah tertawa?" tanya wanita itu, wajahnya makin masam saja.


Liliang menghela napas sejenak, dalam waktu lama ia terdiam, mengatur napasnya kembali.Permaisuri yang sudah tak sabaran itu menunjukkan wajah ketidak antusiasnya.


"Jika aku membongkar kedogmu, siap siap saja kau mati, siapa suruh kau berpura-pura menjadi permaisuri!" lanjut pria tersebut, ia sengaja menggoda wanita yang berada di hadapannya itu, entah kenapa ia begitu senang melihat wajahnya yang begitu masam.


Permaisuri berpikir sejenak, secuil ... ia merasa hal yang di katakan pria itu ada benarnya, tapi jika ia mati ... apa ia masih bisa kembali ke dunia asalnya?


Ia bingung antara jujur atau tidaknya.Liliang menepuk pelan bahunya dan berkata"Tetaplah hidup sebagai Tian Lan, dan balaskan dendamnya yang masih belum terbalaskan!" ucapnya dengan memasang wajah seriusnya.


Permaisuri lagi-lagi terdiam, mau membalas dendam, bagaimana? ia bahkan tidak tahu alasan kenapa pemilik raga yang ia tempati ini mati, bagaimana bisa ia membalas dendamnya, sejenak ia berpikir lagi, ia ingat bahwa Selir Kehormatan Yun, pernah terlibat dalam rencana pembunuhan pangeran pertama, putra permaisuri.Walau pada akhirnya, tak berhasil, ia berhasil menjadikan permaisuri sebagai kambing hitamnya.


Ia ingat itu dengan jelas, hingga dia memutuskan untuk berseteru dengannya.Walau ia tahu jelas lawannya tidaklah mudah, tak ada salahnya jika ia mencoba.


"Kau sudah tahu?" tanya pria itu.


"Kau tahu apa yang harus menjadi tujuan utamamu?" tanyanya sekali lagi.


Permaisuri tersadar, ia baru menyadari bahwa tujuan utamanya bukanlah untuk memperbaiki hubungan permaisuri Lan dan sang kaisar namun ... membalas dendamnya, entah kepada siapapun itu.


"Aku tahu kau tidak memiliki gambaran kehidupan permaisuri yang dulu, namun ... ingatan itu akan terus berdatangan hingga kau bisa mengingat riwayat hidupnya seutuhnya," jelasnya.


"Tapi, jika aku memiliki dukungan kaisar, itu akan jauh lebih memudahkan diriku untuk membalaskan dendam permaisuri" sahutnya tak mau kalah.


Liliang kembali menghela napasnya, ia berjalan menjauh dari permaisuri dan membelakangi pandangan wanita itu, ia pasrah, terserah apa dia mau.Yang ia tahu jika dia tetap bersandar kepada sang kaisar nantinya ia juga yang akan menyesal.


"Itu terserah apa mau mu! jika kau butuh sesuatu kau bisa meminta bantuan dariku!" Liliang membalikkan tubuhnya menghadap lurus ke arah dimana wanita itu berdiri.


Permaisuri mengangguk cepat mengiyakan perkataan Master Liliang, lalu sejenak ia tersadar dan dengan ragunya ia berkata"Jadi bisakah aku makan makanan yang pelayanku hidangkan seperti biasanya?"


Liliang yang mendengar hal itu begitu tertegun, wanita itu akan mogok makan jika ia mau, namun jika nafsu makannya tergugah ia akan makan tanpa berpikir bentuk tubuhnya (Walau sekarang sudah begitu kurus)


"Pufftt"


BERSAMBUNG ...


...~❄️我爱你❄️~...