
❄SNOW FLOWER❄
EPISODE 16
Di istana bulan kediaman selir Yun......
"Cepat panggil selir tinggi Ning kemari!"Ucap selir Yun menurunkan perintahnya kepada pelayan pribadinya.
"Baik nona"
Tanpa basa-basi lagi pelayan tersebut langsung melaksanakan perintahnya majikannya itu.
"Waktunya membungkam mulutnya"Pikir selir kehormatan Yun.
Sesaat kemudian....
"Salam kakak"Ucap selir tinggi Ning memberikan salamnya.
"Hmm"
Melihat selir Yun, selir tinggi Ning sudah merasakan ketidak nyamanan dari tatapan selir kehormatan Yun.
"Habislah aku"Pikir selir tinggi Ning.
Selir tinggi Ning hendak menanyakan maksud dari undangan yang ia berikan kepadanya namun...
Sebelum ia melakukannya pelayan pribadi selir kehormatan Yun datang dengan secangkir teh menghampiri mereka berdua.
"Nona ini yang anda minta"Kata pelayan itu menyajikan teh di hadapan selir tinggi Ning.
"Apa ini?"Tanya selir Ning gugup.
"Teh"Jawab singkat selir Yun, sesaat ia menghentikan kata-katanya lalu..
"Teh beracun"Lanjut seli kehormatan Yun.
"Aku janji akan menyimpan rahasia kita dengan sebaik-baiknya"Ucap selir tinggi Ning memohon.
Selir tinggi Ning ketakutan setengah mati, memikirkan selir kehormatan Yun yang ingin menyingkirkan dirinya.
"Hanya orang mati yang dapat menutup mulutnya rapat-rapat"Ucap selir Yun menyeringai.
"Aku mohon Yang Mulia!!"Rintih selir tinggi Ning bersujud di depan selir kehormatan Yun.
TIBA-TIBA
"Yang Mulia permaisuri tiba!"
Mendengar penyambutan itu alangkah terkejutnya selir kehormatan Yun.Sontak saja matanya terbelalak.
"Permaisuri!"Pikir mereka berdua secara bersamaan.
Permaisuri mulai menginjakkan kakinya di aula istana bulan.dengan wajah benggisnya menatap tajam ke arah selir kehormatan Yun.
"Salam Yang Mulia"
"Bangunlah!"Kata permaisuri melewati keduanya yang sedang membungkukkan badannya untuk menyambut permaisuri.
Dengan santai nya permaisuri menduduki kursi utama yang ada di sana tanpa ragu.
"Kenapa kau menatap ku seperti itu?"Tanya permaisuri mengambil secangkir teh yang di sajikan untuk selir Ning dan hendak meminum nya.
"Gawat"Pikir selir tinggi Ning.
Permaisuri menghentikan tangannya sesaat ia menatap selir kehormatan Yun dengan senyum sinisnya lalu menumpahkan teh yang hendak ia minum tadi.
Tindakan permaisuri sontak saja membuat selir Yun dan selir Ning terkejut tidak main.Setelah teh itu habis permaisuri langsung melempar cangkir itu dan..
PRAANGG..
"Yang Mulia!"Teriak selir Yun.
"Apa anda di sini hanya untuk membuat keributan"Bentak selir kehormatan Yun menghampiri permaisuri.
"Aiyaa..aromanya terlalu menyengat aku tidak suka, dan apa yang aku tidak sukai aku akan membuatnya hilang dari hadapanku saat itu juga"Balas sang permaisuri.
Mendengar balasan sang permaisuri, membuat selir kehormatan Yun menelan ludahnya.
"Sebenarnya aku tidak ada urusan denganmu"
"Hah?"
"Aku kesini untuk mencari selir tinggi Ning"Lanjut permaisuri menatap selir Ning dengan tatapan mata yang tidak bisa
di jelaskan.
TIBA-TIBA
"Ini kesempatan bagus"Pikir selir kehormatan Yun melihat kaisar dari kejauhan.
Tanpa berpikir lebih lama lagi, selir kehormatan Yun langsung mengambil pecahan cangkir lalu melukai tangannya dengan sengaja.
"Apa yang kau lakukan?"Bentak sang permaisuri matanya terbelalak melihat tindakan selir kehormatan Yun.
Sebelum ia melukai tangannya lagi permaisuri langsung menghampirinya dan menghentikan tangannya.Akan tetapi...
DUAAK..
"Ashh"
"Apa kau gila?"Tanya permaisuri duduk bersimpuh dengan darah di kepalanya.
"Yang Mulia kaisar tiba!"
"Kaisar......"Pikir mereka bertiga secara bersamaan.
"Ada apa kenapa ribut sekali?"Tanya
sang Kaisar.
"Yang Mulia!"Kata selir tinggi Ning.
"Permaisuri..."Ucap selir tinggi Ning mengalihkan pandangannya ke arah permaisuri.
"Kau baik-baik saja kan?"
"Bagaimana bisa kau terluka?"Tanya kaisar membantu membopong tubuh permaisuri.
"Aku tidak apa-apa"Jawab permaisuri melihat tangan selir Yun yang tergores serpihan pecahan cangkir.
"Apa yang ia lihat"Tanya kaisar dalam hati dan ikut mengalihkan pandangannya ke arah selir kehormatan Yun.
"Apa ada yang bisa menjelaskan ini kepadaku?"Tanya kaisar dengan tatapannya yang dingin.
"I itu Yang Mulia"Jawab selir Yun gugup.
"Sepertinya aku tidak bisa bertanya kepadamu"Kata kaisar menatap ke arah selir tinggi Ning.
"Katakan padaku apa yang terjadi?"Tanya kaisar dengan tatapannya yang menyidik.
"Ssstt"
"Lan'er,"Kata kaisar sembari menghampiri
permaisuri nya.
"Yang Mulia antar aku kembali"Pinta sang permaisuri.
"Apa yang sedang ia rencanakan?"Tanya selir Yun dalam hati.
"Baiklah"Jawab sang kaisar yang tidak bisa mengelak.
"Selir tinggi Ning, ikutlah bersamaku!"
"Sepertinya aku harus mempertimbangkan hukuman dari tindakan mu yang sembrono itu!"Lanjut permaisuri dengan tatapannya yang dingin.
"Habislah!"Batin selir tinggi Ning.
"Ba baik permaisuri!"Jawabnya agak gugup.
"Hati-hati di jalan Yang Mulia, permaisuri"Kata selir kehormatan Yun.
"Kau juga jagalah dirimu baik-baik jangan sampai melukai diri sendiri seperti itu!"Kata permaisuri menatap tajam ke arah selir kehormatan Yun.
Permaisuri beserta yang lainnya pun meninggalkan istana bulan.Di tengah perjalanan selir tinggi Ning tampak murung, permaisuri diam tak berkata
sepatah kata pun.
Sedangkan kaisar ia hanya bisa menatap permaisurinya dengan raut wajah nya yang sulit untuk di jelaskan.
Sesampainya di istana phoenix.....
"Apa yang terjadi pada anda yang mulia"Kata Hong lian melihat luka di dahi permaisurinya.
"Tidak apa-apa"Jawab permaisuri santai.
"Ambilkan air hangat!"Titah sang kaisar.
"Baik!"Jawab Min ru.
Beberapa saat kemudian...
Sebenarnya apa yang terjadi?"Tanya sang kaisar sembari membersihkan luka permaisurinya.
"Hanya masalah kecil!"Jawab permaisuri dengan entengnya.
"Masalah kecil, kau terluka seperti ini mas.."Kata-kata kaisar terhenti saat permaisuri menggenggam tangan kaisar.
"Apa kau sudah mengunjungi selir
umum Fei?"Tanya permaisuri menyela perkataan sang kaisar.
Kaisar hanya diam dan melihat tatapan permaisuri yang seolah tidak senang atas keterlibatan nya dalam masalah yang ia hadapi sekarang ini.
"Apa yang sebenarnya terjadi?"Tanya kaisar dalam hati menatap selir tinggi Ning yang sedari tadi tampak risau.
"Yang Mulia, kunjungi selir umum Fei dan hibur dia"Kata permaisuri dengan
nada rendah.
"Atau kau setuju dengan pendapat ibu suri untuk memulangkan selir umum Fei kepada keluarganya?"Tanya permaisuri menunduk.
"Ti tidak"Jawab sang kaisar.
melihat permaisurinya yang semakin menunduk, kaisar menghela napasnya dan berkata"Baiklah aku akan mengunjunginya sekarang, kau jagalah dirimu dengan baik!"
Selepas setelah sang kaisar pergi tinggallah
permaisuri, selir tinggi Ning dan Hong lian di aula istana phoenix.
Suasana di sana menjadi senyap seketika.Permaisuri menatap ke arah selir tinggi Ning yang tidak dapat berkata-kata lalu melontarkan beberapa pertanyaan kepadanya.
"Bisakah kau menjelaskan kepadaku?"Tanya permaisuri menatap tajam ke arah selir Ning.
"I itu"Jawab selir tinggi Ning ragu-ragu.
"Tak ada yang perlu kau takutkan!"
"Jika aku ada di pihakmu selir Yun bisa apa?"Tanya permaisuri dengan nada meledek.
"Benar juga..,Kaisar dan ibu suri ada di pihaknya sedangkan selir kehormatan Yun..."Pikir selir tinggi Ning.
"Hanya menunggu waktu kaisar untuk mengabaikan nya"Kata permaisuri menyilangkan kakinya seolah ia bisa membaca pikiran selir Ning.
"Hamba......"
**OKE SEGINI DULU YA
JAN LUPA TEKAN TOMBOL LIKE, KOMEN, +FAV BILA KALIAN SUKA
~❄ WO AI NI ❄**~