SNOW FLOWER

SNOW FLOWER
AWAL BARU


❄SNOW FLOWER❄


EPISODE 06


Permaisuri hanya diam menatap bulan yang bersinar menerangi malam itu.Sedangkan sang kaisar walaupun terlihat tenang...hatinya begitu gelisah.


"Lan..."


"Hem"Permaisuri menjawab dengan deheman.


"Apa kau marah pada ku?"Kaisar memberanikan dirinya untuk bertanya.


"Sudah hamba bilang mana mungkin hamba marah pada yang mulia"Ucap permaisuri dengan senyuman di wajahnya.



Sang permaisuri yang dari tadi menahan tangisnya mencoba untuk terus tersenyum.Untuk menutupi kesedihan nya...


"Kenapa saat melihat senyumannya yang seperti...."


"Itu membuat hatiku sakit?"Tanya Kaisar dalam hati.


"Lan, aku..."


"Hamba sangat lelah...hamba ingin tidur"Ucap Permaisuri menyela perkataan sang kaisar.


"Baiklah"Jawab Kaisar membalas senyuman sang permaisuri.


Permaisuri bangun dari duduk nya hendak menuju ranjang nya namun....


"Ssssttttt"Permaisuri mencoba menahan rasa sakitnya.


"Kau tidak apa-apa?"Tanya sang Kaisar.


"Hamba tidak apa-apa yang mulia"Jawab Permaisuri sambil menegakkan badannya.


Tanpa berfikir panjang kaisar menghampiri Permaisuri nya dan langsung menggendong nya.


"Eeh..."Ucap Permaisuri dengan terkejut.


"Apa yang anda lakukan?"Tanya Permaisuri.


"Tentu saja aku mau tidur"Jawab Kaisar sambil membaringkan permaisuri nya.


"Apa ini...apa aku harus tidur seranjang berdua dengannya?"Pikir sang Permaisuri dalam hati.


Permaisuri begitu terkejut sekilas karna kaisar berbaring di samping nya tanpa mengatakan apapun "yang mulia..?"Ucap nya dengan nada lirih.


"Ada apa?"Tanya kaisar yang malah mendekat ke arah Permaisuri.


"Kenapa ia malah mendekat?"Tanya Permaisuri dalam hati.


"Ada apa?"Melihat pakaian yang ia kenakan.


"Apa kau kedinginan?"Tanya Kaisar sekali lagi.


"Hah?"Ucap Permaisuri sambil mengangkat alis nya.


"Tidak..bu..bukan begitu!"Jawab permaisuri dengan terbata-bata.


"Ngomong-ngomong kita sudah lama tidak tidur seranjang"


"Be..benarkah"


"Kau benar-benar berubah..,aku harap kau bisa melupakan masa lalu"Ucap Kaisar.


"Masa lalu?"Tanya Permaisuri.


"Aku tidak ingin kehilangan dirimu lagi.."


"Aku sangat ingin memulai semuanya dari awal bersama mu,walaupun sudah terlambat"Ucap Kaisar berterus terang.


"Bagaimana ini?"Tanya Permaisuri dalam hati.


Tubuh Permaisuri kaku saat kaisar mendekat ke arah nya.


"Mau kah kau memaafkan ku?"Tanya sang Kaisar menyeka pipi Permaisuri nya.


"huwaaaaa"


"Kenapa kau menangis?"Tanya kaisar melihat Permaisuri nya menangis.


"Hamba sudah membunuh putranya dan anda masih mau bersama dengan hamba?"


"Tidakkah anda merasa hamba sangat kejam?"Lanjut Permaisuri.


"Lan bisakah kau melupakan hal itu?"Tanya Kaisar sekali lagi.


Permaisuri langsung saja memeluk Kaisar dengan erat serta berusaha menahan tangisnya yang hampir tak tertahankan.Melihat itu Kaisar terkejut namun ia juga senang melihat perubahan pada diri Permaisuri.


"Menangis lah..."Ucap Kaisar dengan penuh perhatian.


"uwaaahhhh"


Setelah waktu berjalan cukup lama.


"dia menangis sepanjang malam.."


"Haisss,tidak terasa hari sudah mulai pagi"Pikir sang Kaisar.


"Setelah lama menangis ia akhirnya tertidur"Ucap Kaisar dengan nada lirih sembari membelai kepala Permaisuri.


Hari yang cerah di istana phoenix.


"Dia masih tidur...biarkan para selir menunggu!"Titah sang Kaisar.


"Dan sajikan hidangan untuk mereka!"Lanjut sang Kaisar.


Di sisi lain.


"Berapa lama lagi kita menunggu?"Tanya selir tinggi Wei.


"Huh kukira siapa ternyata kau rupanya"Ucap selir tinggi Wei menyeringai


"Yang mulia permaisuri tiba!!!"


Seperti biasa para selir bangun dari duduknya untuk menyambut kedatangan sang Permaisuri.Dengan santai Permaisuri menduduki singgasana nya seperti biasa nya ia sangat anggun dengan hiasan kepala yang tidak terlalu banyak.



"Duduklah!"


"Ada apa kenapa ribut-ribut?"Tanya Permaisuri sembari mengambil secangkir teh.


"Bisakah salah satu dari kalian mengatakan padaku apa yang sebenarnya terjadi?"Tanya Permaisuri setelah meminum teh nya.


"Tidak ada apa-apa yang mulia"Jawab selir kehormatan Yun.


"Oh benarkah?"Tanya Permaisuri dengan nada menyidik.


"Apakah semua orang di sini tidak punya mulut untuk berbicara?"Tanya nya sekali lagi.


Dalam sekejap aula utama istana menjadi sangat hening.Hingga suara lantang Permaisuri memecah keheningan.


"Kau sungguh berani!"


Sontak saja seisi ruangan di buat terkejut atas tindakan Permaisuri.


"begitukah caramu berbicara dengan selir kehormatan?"


"hah?"


"jawab aku selir tinggi Wei!!"


"Kau hanya lah selir tinggi begitukah caramu berbicara dengan selir kehormatan?"


"Lalu apa...walau hanya selir tinggi aku masih selir kekaisaran"Bentak selir tinggi Wei.


TIBA-TIBA


"Uuggghhhhh"Permaisuri menahan sakit.


Melihat itu spontan semua selir bangun dari duduknya dan menghampiri Permaisuri yang tengah kesakitan, terkecuali selir tinggi Wei.Ia hanya diam tanpa ekspresi walau kebencian dan ketakutan bercampur aduk dalam hatinya.


"Kenapa kepala ku sakit sekali?"Gerutu sang Permaisuri.


TIBA-TIBA


"Ada apa ini?"Sahut seseorang dari pintu masuk.


"Ya..yang mulia"Ucap selir tinggi wei dengan terbata-bata.


Karna semua orang panik karna Permaisuri...tidak ada yang menyadari akan kedatangan sang Kaisar.


Kaisar lekas mendatangi Permaisuri nya yang tengah kesakitan.


"Apa yang terjadi?"Bentak sang Kaisar


Semua orang di sana seketika membisu karna amarah sang kaisar."Kaisar tidak pernah murka seperti ini"pikir selir kehormatan Yun


Selir kehormatan Shu menjelaskan segalanya kepada sang Kaisar.


"Cepat panggil tabib!"Titah kaisar sambil menggendong Permaisuri nya meninggal kan aula utama.


"Kalian semua kembali lah!"



Dalam sesaat langkah kaki Kaisar terhenti.ia berbalik seraya berkata kepada selir tinggi Wei"Kau tetap di sana berlutut sampai ada perintah dari ku!"Kaisar memberi tatapan yang dingin nya kepada selir Wei.


"Sudah ku bilang jangan terlalu percaya akan cinta Kaisar,kau terlalu ceroboh"Bisik selir kehormatan Yun.


"Apa yang harus aku lakukan?"Tanya selir tinggi Wei.


"Nikmati saja hukuman mu!"Ucap selir kehormatan Yun sambil meninggalkan aula utama istana phoenix.


"Sialan awas saja kau"Cetus selir tinggi Wei


"Beraninya dia mempermalukan ku"


"Dia membanggakan dirinya..lihatlah sekarang apa yang terjadi kepada nya"Ucap salah satu selir.


"Sepertinya kita harus berpihak kepada Permaisuri kedepan nya"Ucap yang lain.


Di sisi lain di istana bulan.


Tampaklah selir kehormatan Yun duduk dengan santai nya menikmati secangkir teh hangat.Walaupun ia tampak tenang hatinya begitu gelisah ia terus memikirkan kejadian di aula istana phoenix pagi tadi.


"haisss"Selir kehormatan Yun menghela napas


"Mulai sekarang aku harus berhati-hati,kaisar mulai memihak kembali kepada Permaisuri"


"Akan sangat sulit untuk menjatuhkan nya"Pikir selir kehormatan Yun.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?.


terus nantikan kelanjutannya ya!.


Jangan lupa like 👍🏻 komen and vote.


Juga klik favorite bila kalian suka.


MAKASIH JUGA BUAT YANG MENYEMPATKAN UNTUK MAMPIR.


TERUS DUKUNG AUTHOR BIAR TAMBAH SEMANGAT NULISNYA.


eh salah bukan nulis ya tapi ngetik hehehe


#moonmaap candaannya.


OKE BYE.