
❄SNOW FLOWER❄
EPISODE 18
Siang itu di kediaman selir umum Fei.
Tampaklah sang kaisar duduk di sudut ruangan dengan buku di tangannya, menyimak buku akun keuangan negara dengan seksama.
Sedangkan di pangkuannya tampak selir umum Fei yang tidur nyenyak menyandarkan kepalanya di pangkuan sang kaisar.
"Yang Mulia!"Kata selir umum Fei dengan suara berat nya.
"Ada apa?"Tanya kaisar yang masih fokus dengan buku yang ada di tangannya.
"Apa anda tidak akan memulangkan hamba kan?"Tanya selir umum Fei bangun dari posisinya.
"Tidak, untuk apa aku memulangkanmu?"Jawab kaisar meletakkan bukunya.
"Belas kasih anda sungguh tiada tara Yang Mulia!"Selir umum Fei bersujud menyampaikan rasa syukurnya.
"Bangunlah tidak perlu berlebihan!"Kata kaisar dengan ekspresi datar.
"Ba baik Yang Mulia?"Jawab selir umum Fei gugup.
Di sisi lain
Di kamar tidur permaisuri...
Tampaklah sepasang tangan putih seorang wanita dengan eloknya memainkan kecapi di tengah ketenangan, petikan demi petikan ia mainkan dengan perasaan yang begitu mendalam.
Begitu pula suara air yang bergemericik, mengiringi alunan indah kecapi yang dimainkan wanita yang tak lain adalah
ibu negara sang Permaisuri.
Begitu merdunya membuat para burung yang terbang di atas langit menari-nari.
Ketenangan bagai air yang mengalir, membuat siapapun yang mendengarnya terhanyut dalam perasaan.
Satu kata yakni"Indah"Itu yang orang katakan setelah mendengar alunan kecapi sang permaisuri.Suaranya begitu merdu, seirama dengan lagu-lagu surga.
Di sudut kamar tidur permaisuri tampaklah Hong Lian menatap junjungannya dengan tatapan sendu ia ingin menangis juga ingin tersenyum untuk permaisurinya.
Sesaat jari mungil permaisuri terhenti, ia menoleh ke belakang dan berkata
"Hong Lian kemarilah dan duduklah
di sisiku!"Sembari menepuk-nepuk tempat kosong di sampingnya permaisuri menatap Hong Lian dengan senyum hangatnya.
"Baik Yang Mulia!"Jawab Hong Lian menghampiri sang permaisuri.
"Apa yang membuatmu terdiam sedari tadi?"Tanya permaisuri menepuk pelan bahu Hong Lian.
"Sudah lama sekali anda tidak memainkan lagu ini!"Jawab Hong Lian tersenyum tipis.
"Hah, iya"
"Aku masih ingat kau biasanya bernyanyi untuk mengiringi alunan kecapiku"Lanjut sang permaisuri menarik tangannya.
"Anda ingat Yang Mulia?"Tanya Hong Lian mengangkat alisnya.
"Aku ingat, apalagi saat kau menyanyikan lagu tidur untukku kala aku begitu terpuruk malam di mana aku kehilangan sosok ibu"Lirih permaisuri tersenyum pahit.
"Aku ingat saat aku menarikmu agar jatuh ke dalam lumpur bersamaku"Lanjut permaisuri.
"Salam Yang Mulia"Min Ru yang baru saja datang memberi salam kepada permaisuri.
"Hem"Permaisuri hanya menanggapinya dengan deheman.
Suasana yang tadinya hangat tiba-tiba menjadi hening kembali.Permaisuri bangun dari duduknya meregangkan tangannya dan berkata
"Aku lelah, aku akan istirahat lebih awal"
"Ini sudah mulai sore, apa Yuwei sudah menerima surat dariku?"Tanya permaisuri sembari menguap.
"Iya Yang Mulia"
Malam yang sunyi di istana phoenix, suasananya begitu tenang.
Seperti yang kebanyakan orang ketahui, permaisuri sendiri memang cenderung lebih suka dengan ketenangan.
Di tengah ketenangan itu Min Ru yang tengah menghidangkan makan malam untuk permaisuri berkata"Haruskah kita membangunkan permaisuri?"
"Tidak aku tidak berani!"Jawab salah seorang dayang yang ada di sana.
"Tapi mana bisa kita membiarkan permaisuri melewatkan makan malamnya lagi?"Tanya Min Ru sekali lagi.
"Yang kau katakan ada benarnya!"Jawab Hong Lian setelah menimbang-nimbang pikirannya.
"Sebaiknya kita tunggu saja mungkin permaisuri akan bangun sebentar lagi"Lanjut Hong Lian.
Di kamar tidur permaisuri.
"Stttt"
Sembari bangun dari tidurnya permaisuri memegangi perutnya dan bergumam
"Perutku sakit sekali!"
"Saat datang bulan aku tidak pernah merasa sesakit ini!"Pikir permaisuri yang lagi-lagi merintih kesakitan"Emmhh sakit sekali!"
Mendengar itu Hong Lian dan Min Ru yang baru saja hendak menuju kamar permaisurinya mempercepat langkah kaki mereka.
"Ada apa dengan anda Yang Mulia?"Tanya Hong Lian panik.
"Aku akan memanggil tabib"Sahut Min ru.
Beberapa saat kemudian...
"Yang Mulia kaisar tiba!"
Mendengar sontak saja permaisuri terkejut, "Untuk apa kaisar kemari?"Tanya permaisuri dalam hati.
Kaisar dengan langkah yang cepat bergegas menghampiri permaisuri.Di ikuti tabib Tong yang hampir tak bisa mengikuti langkah cepat sang kaisar.
"Ada apa lagi denganmu?"Tanya kaisar menyeka pipi permaisuri.
"Hamba tidak apa-apa"Jawab permaisuri.
"Hanya nyeri datang bulan"Lanjut permaisuri menjelaskan.
Setelah mendengar penjelasan dari permaisuri kaisar duduk di sebelahnya dan berkata"Cepat periksa kondisi permaisuri!"Titah sang kaisar.
"Baik Yang Mulia"Jawab tabib Tong.
Sebelum tabib Tong memeriksa kondisi sang permaisuri..
Langkahnya terhenti saat ia mencium aroma dupa yang kuat di dekat ranjang permaisuri.
Tanpa mengatakan apapun tabib Tong lantas mendekat dan membuka tutup tempat dupa perunggu yang ada di samping ranjang permaisuri.Dan...alangkah terkejutnya dia.
"Apa yang kau lakukan?"Tanya sang kaisar dengan raut wajah tak suka.
"Ada yang salah dengan dupa ini Yang Mulia"Kata tabib Tong menjelaskan.
"Apa maksudmu?"Tanya kaisar mengerenyitkan dahinya.
"Kemungkinan permaisuri kesakitan karna dupa ini, kalau tidak salah apa anda sedang datang bulan?"Tanya tabib Tong.
"I iya"Jawab permaisuri ragu-ragu.
"Dupa ini bisa membuat anda sulit untuk mendapatkan keturunan bahkan bisa saja membuat permaisuri tidak bisa hamil lagi"Jawab tabib Tong.
"Apa?"Bentak sang kaisar bangun dari duduknya.
"Bagaimana bisa barang seperti ini ada di istana phoenix?"
"Bagaimana dayang-dayang itu melayanimu?"Tanya kaisar yang sudah tidak bisa menahan amarahnya.
"Hong Lian, Min Ru bagaimana kalian menjelaskan ini padaku?"
Mendengar itu Hong Lian dan Min Ru langsung saja bersujud di hadapan sang kaisar.Dengan tubuh yang gemetar Hong Lian menjawab"Hamba tidak tahu Yang Mulia, mohon ampun sebesar-besarnya"
"Kau adalah pelayan pribadi permaisuri bagaimana bisa kau tidak tahu?"Bentak kaisar sekali lagi.
"A ampun Yang Mulia"Jawab Hong Lian.
Tubuhnya masih gemetar melihat amarah kaisar yang meluap-luap.
"Yang Mulia, tolong jangan hukum dia!"Kata permaisuri meraih tangan kaisar.
"Tapi dia.."Kata-kata kaisar di sela oleh permaisuri, permaisuri lantas berkata"Phoenix!, aku mohon jangan hukum Hong Lian!"
Mendengar pinta sang permaisuri amarah kaisar berangsur menurun.Kaisar lantas bertanya kembali kepada Hong Lian dan
Min Ru"Apakah ada yang kalian curigai?"
"Tidak Yang Mulia!"Jawab Hong Lian.
"Tadi..,dayang baru yang bernama Mu Li!"Jawab Min Ru dengan yakin.
"Tadi hamba melihat Mu Li membakar dupa dan tempat dupa itu....hamba yakin itu milik permaisuri"Lanjut Min Ru menegaskan.
BERSAMBUNG....
~❄ WO AI NI ❄~