SNOW FLOWER

SNOW FLOWER
FIRASAT


❄️ SNOW FLOWER❄️


EPISODE 41


Keesokan paginya ...


Sinar mentari mulai menyelinap ke sekat kamar tidur milik sang permaisuri, cahayanya yang begitu terik menyusup hingga mengenai pelapis ranjangnya, dahinya mulai mengerenyit, pelupuk mata dan bulu mata yang lebat nan panjang tergerak, mata yang bulat sempurna itu mulai terbuka.Wanita itu mendapati seorang pria yg tengah duduk menyandarkan kepalanya di bibir ranjang, kelambu ranjangnya yang sudah terbuka lebar membuat sinar mentari langsung mengenai wajahnya dan membuatnya terbangun.Ia belainya puncak kepala pria itu namun agaknya pria itu terlalu peka terhadap sentuhan, ia lantas langsung saja terbangun.


"Kau sudah bangun?" tanya pria yang tak lain sang kaisar sendiri.


Permaisuri mengerang pelan, dengan sekali sergapan ia menarik kembali tangannya dari kepala sang kaisar.Ia menjawab"Kenapa kau tidur di bawah?" tanya wanita itu sedikit mendongakkan kepalanya berulang kali.


Kaisar terdiam sejenak, ia lihatnya wajah wanita di hadapannya itu dengan seksama, wajahnya sudah tidak sepucat kemarin, bibirnya juga sudah tidak biru lagi.Pria itu lantas bertanya kembali tanpa menjawab terlebih dahulu pertanyaan ringan yang permaisuri lontarkan barusan"Kau sudah baikan?" tanyanya merangkum pipi sang istri.


Permaisuri mengangguk cepat tanpa berkata apapun lagi, ia heran melihat tingkah laku kaisar yang tak biasa.Kaisar menghela napas lega, ia bersyukur istrinya baik-baik saja.Dalam hatinya ia telah bertekad untuk melindunginya dengan segenap kekuasaan yang ia miliki sekarang ini.


Namun, ia tak tahu alasan utama mengapa permaisuri Lan merasa Phoenix nya berubah, semua itu karena tahta, ia begitu membenci tahta dan kekuasaan.Meski tahtanya sebagai permaisuri telah menguatkan pengaruhnya di Harem kaisar, itu tidak mengubah kenyataan bahwasanya tahta membuatnya menderita, walau untuk sekarang ini wanita itu tak mengingat apapun juga.Walau tahtanya menjamin hidupnya, tapi itu semua tidak akan bertahan lama.


Rasa aman sesaat, di bandingkan dengan rasa takut seumur hidupnya itu bukanlah apa-apa.kekuasaan sementara namun ironisnya ia harus mengorbankan kebahagiaannya seumur hidupnya.


Permaisuri berpikir sejenak, ia merasa ada sesuatu yang berbeda dari dirinya, hawa dingin yang begitu menyakiti dirinya seolah lenyap.Pandangannya makin meluas hingga bisa menembus cakrawala.


"Ada apa denganku?"


Wanita itu terdiam cukup lama tak sadar dengan pria yang masih terduduk di lantai kamarnya itu.Kaisar mendehem, ia bangun dari posisinya lalu menepuk tangannya untuk kesekian kalinya.


Drappp Drappp Drappp


Langkah kaki para dayang terdengar sangat keras di telinganya, entah sejak kapan ia peka terhadap semua itu?


Dengan sergap para dayang tersebut menyajikan makanan hangat untuk junjungannya itu, sup bunga plum, teh bunga hangat juga bubur yang benar-benar membuat mata permaisuri berbinar-binar, bukan karena apa, ia berpikir makanan apa yang mereka sajikan?


Dengan langkah kaki cepat, wanita itu menghampiri meja makan yang sengaja di sediakan di pojok kamar dekat jendela kamarnya, matanya menatap aneh ke arah bubur yang di sajikan untuknya.


Para dayang yang berlalu lalang menyajikan makanan tersebut lantas langsung saja mengehentikan langkah kakinya dan berbaris rapi saat permaisuri dengan sergapnya menghampiri meja makan.Wanita itu menelengkan kepalanya dengan mulut yang ternganga, ia berpikir makanan apa itu?


"Ada apa?" sahut sang kaisar, ia melihat istrinya menatap heran ke arah makanan yang sudah tersaji di hadapannya.


Makanan seperti sate ayam, BBQ tergiang di pikirannya, bola matanya berputar mencari-cari sosok ketiga pelayan pribadinya yang biasanya menyajikan makanan untuknya.


Kaisar menghampiri tempat dimana permaisurinya berdiri dan berbisik dari belakang punggungnya"Mereka sedang melapor ke istana pusat, bahwa untuk sementara waktu kau di bebaskan dari urusan Harem."


Permaisuri menghela napas pelan, ia kembali berbalik ke arah kaisar, menatap biji matanya dalam-dalam dan memetak pelan dahi pria itu dengan punggung tangannya.


"Tidak perlu!, lihatlah aku baik-baik saja!"


Kaisar dengan raut wajahnya yang tak yakin menggoyang pelan pundak permaisuri itu, ia menarik tangannya menuntunnya ke arah meja makan dan mendudukkannya pula di kursinya.Wanita itu hendak berkata namun tak bisa berkata-kata, ia terpaku dengan makanan yang ada di hadapannya sekarang.


"Makanlah terlebih dahulu!" ucapnya sembari mengelus puncak kepala permaisuri.


Senyum canggung tersungging di bibir wanita itu, ia tak tahu harus memulai dari mana, biasanya para pelayannya akan menyiapkan makanan sesuai dengan perintahnya.Ia bingung antara makan atau tidak, ia masih saja berharap sang kaisar mau meminta para dayang menyiapkan makanan lagi untuknya.Sup bunga? jangan tanya itu sama sekali bukan seleranya, ia biasanya jarang makan, namun jika ia sedang ingin biasanya ia akan meminta ketiga pelayan pribadinya untuk memasak ayam panggang dan daging rusa tumis dan sarang walet, ia memang mengakui keahlian ketiga pelayan pribadinya itu, hanya dalam sekali demo mereka sudah bisa dan rasanya cukup baik jika untuk pemula seperti mereka.


permaisuri mengambil sendok yang sudah ada di sisinya, ia membuka pelapis kain yang membungkusnya dan mulai menyendokkannya ke dalam sup dengan ragu-ragu.Sesaat ia terhenti, wanita itu kini melayangkan pandangannya ke arah suaminya itu.Dengan mata yang berbinar-binar ia menatap sang kaisar tatapannya seolah mengatakan kepada sang kaisar bahwa ia tak ingin memakannya.


"Ada apa?, apa kau tidak suka?" tanya sang kaisar mengelus rambut wanita itu.


Permaisuri mengangguk cepat mendengar sang kaisar menanggapi dirinya yang keberatan.Kaisar sekilas tersenyum canggung lalu melanjutkan perkataannya"Tapi kau harus memakan semua ini sampai kau benar-benar sembuh!" lanjutnya.


"Aku kan sudah sembuh" lanjut permaisuri bersikeras.


Kaisar kembali menghela napas untuk kesekian kalinya ia menatap wajah permaisuri dalam-dalam, lalu merangkum pipinya dan berkata"Sebenarnya aku tidak ingin memaksamu memakannya tapi, Liliang mengatakan dengan jelas bahwa kau harus mengonsumsi ini semua dalam beberapa hari kedepannya," jelas sang kaisar.


Mata permaisuri tiba-tiba terbelalak"Beberapa hari?" tanyanya seakan tak percaya.Kaisar mengangguk cepat mengiyakan perkataannya, ia menahan tawanya melihat tingkah konyol istrinya itu.


Namun perasaannya tiba-tiba berubah, ia memiliki firasat tak baik, ada yang tidak beres.Hatinya kembali di selimuti oleh rasa takut, apa yang terjadi jika ia mengingat segalanya? pertanyaan itu kembali terbesit di pikirannya.Untuk kali ini entah kenapa rasa takut itu mulai mempengaruhi pikirannya, hatinya tidak enak seolah sesuatu yang tak diinginkan olehnya akan terjadi ...


Apa yang akan terjadi? ...


Apa permaisuri akan meninggalkannya jika ia mendapati ingatannya telah kembali? ...


BERSAMBUNG ...


...~❄️我爱你❄️~...