SNOW FLOWER

SNOW FLOWER
WANITA BERSUAMI?


❄️ SNOW FLOWER❄️


EPISODE 60


"Salam Yang Mulia. Salam permaisuri!" Selir kehormatan Rong memberikan salamnya, ia sedikit membungkuk untuk menjunjung martabat Kaisar dan permaisurinya.


Tian Lan memapah tubuh Selir Kehormatan Rong, membantunya kembali berdiri tegak dan menuntunnya ke arah kursi yang ada di ruang tamu istananya. Feng Huang mengikuti kedua wanita itu, ia duduk tepat di sebelah Tian Lan yang tampak menghiraukan dirinya dan menujukan seluruh perhatiannya kepada Selir Rong.


"Dia sangat dingin kepadaku. Tapi lihatlah, ia bahkan begitu baiknya kepada wanita yang tengah mengandung anakku."


"Lihatlah wajahmu, kau seolah tak iri kepadanya!" cetus Feng Huang dalam hati. Agaknya dia kesal.


Feng Huang terdiam sepanjang waktu yang mereka bertiga habiskan. Selir kehormatan Rong yang mengamati sang kaisar sedari tadi pun tahu apa yang membuat pria itu kesal. Wanita itu mengalihkan topik pembicaraannya dengan Tian Lan.


"Kakak, apa Anda tidak berencana memiliki seorang pangeran atau putri lagi?" tanyanya antusias. Tian Lan mendehem. Ia agaknya tengah berpikir.


"Aku sudah punya Ling, jika aku di berikan kesempatan untuk mempunyai seorang anak lagi, aku pasti bersyukur, jika tidak maka lupakanlah!" jawabnya seolah tak peduli. Mendengar itu, raut wajah Feng Huang makin masam saja.


"Jika aku ada waktu, aku akan mengunjungimu lagi. Siapa tahu aku bisa menambah bakatku dalam bermain kecapi!"


Selir kehormatan Rong terpana, aneh saja. Wanita yang ada di hadapannya ini sudah begitu ahlinya dalam bermain musik. Bahkan lagu karangannya tak luput dari pujian para dewa. Bisa-bisanya ia merendahkan diri. Entah apa yang tengah Tian Lan pikirkan.


"Akhir-akhir ini Anda selalu di sibukkan masalah Harem, adik merasa tak enak jika adik mengganggu waktu kakak!"


"Kalau begitu aku berpikir untuk sementara ini, atau mungkin seterusnya. Aku menyerahkan Harem kaisar untuk kau urus. Mengingat kondisimu yang tengah hamil ini, aku harap kau bisa berkerja sama dengan Selir Kehormatan Shu!"


"Aku terus memikirkan ini, menjadikan kalian sebagai kaki tanganku. Aku akan lebih tenang jika menyerahkan urusan harem kepadamu dan Selir Shu."


"Benarkan Yang Mulia?"


Sekilas Tian Lan menoleh ke arah Feng Huang. Pria itu menyandarkan kepalanya di sandaran kursi yang ia duduki karna bosan. Tanpa berpikir pria itu menjawab."Ah, iya," seketika itu juga Feng Huang menegakkan kembali badannya, sesaat setelah tatapan Tian Lan melayang ke arahnya.


Sejak kejadian yang menimpa Selir Kehormatan Yun. Tian Lan seolah menguasai istana lagi. Bahkan kini, kaisar tak lagi sanggup menyinggungnya maupun menentang kebijakan yang Tian Lan buat.


Sama seperti dulu, namun Tian Lan yang satu ini masih terkesan lekat dengan sikapnya yang dingin dan tegas. Tak jarang juga wanita ini bermain tipu muslihat. maupun trik kecil yang biasa ada di dalam drama kerajaan. Walau dulu, sikapnya tak terkesan kaku seperti itu. Dulunya ia adalah permaisuri yang begitu di sanjung karena keramahannya, sikapnya yang lemah lembut.


Namun, siapa yang menyangka wanita itu kini adalah seorang permaisuri yang dingin dan bengis. Tatapan matanya seolah mengingatkan kepada semua orang untuk tak menyinggung maupun mencari masalah dengannya. Tapi, sepertinya ia memperlakukan Selir Kehormatan Rong dengan sangat baik. Apa hubungannya di antaranya keduanya?


Bukankah Dimata dunia, mereka adalah saingan. Ya saingan!


Sekilas melihat wanita yang memiliki nama asli Lu Bing San, dia adalah Selir Kehormatan yang memiliki gelar terhormat. Gelar yang menjunjung tinggi kemuliaannya. Apa yang kalian tahu di antara kedua wanita ini? Apa yang ada di pikiran mereka?


Sekembalinya Tian Lan dari istana Selir Rong ...


Ia mendesah lega. Kini ia teringat akan Liliang, sepertinya ada sesuatu di antara Tian Lan dan Liliang. Hubungan di antara keduanya tak bisa di jelaskan.


Di sepanjang pinggiran sungai, bunga persik berguguran menyambut datangnya musim dingin. Salju mulai turun hingga membuat jalanan itu tertutup oleh lapisan salju yang tipis. Liliang tersenyum samar. Ia teringat gadis yang menari di tengah badai salju. Wajah sayu, mata sejernih embun dengan genangan air mata yang mulai menetes dari sudut matanya. Kulit putihnya tersamarkan oleh selapis selendang biru langit.


Tarian yang begitu elok, di iringi kesedihan dan air mata. Ia sudah lama terkurung di dalam sekat kamarnya yang dingin. Kini ia melampiaskan kesedihan yang melandanya bersamaan dengan badai salju yang melanda negeri ini.


Liliang tersadar, ia mendapati Tian Lan menepuk pelan bahunya. Wanita yang ada di dalam angan-angan nya kini berada tepat di hadapannya. Tian Lan mencibir "Dasar tukang ngelamun!"


"Gadis mana lagi yang membuat pria dingin tak berperasaan sepertimu terdiam cukup lama?" tanyanya memanyunkan bibirnya.


Liliang tersenyum sinis, ia mendekatkan wajahnya ke arah Tian Lan. Wanita itu membalas tatapan mata Liliang, ia menengadahkan wajahnya menatap lebih jelas wajah pria itu


"Ck, kenapa ada pria secantik ini! bulu matanya panjang, mata yang dalam. Dan juga, tatapannya itu ... ck, aku sangat iri kepadanya, yang benar saja jika imanku tak kuat aku akan menciumnya saat ini juga!"


Liliang lagi-lagi tersenyum sinis. Apa ia membaca pikiran Tian Lan? Entahlah. Pria itu menjauhkan wajahnya dari pandangan Tian Lan.


"Kenapa kau berpaling? Apa takut tak bisa menahan diri?" ledeknya melipat tangannya di bawah dadanya.


Liliang memutar bola matanya, ia berdecak remeh. "Jika aku tidak berpaling, kau akan menciumku!" jawabnya tak mau kalah.


"Eh, aku adalah seorang permaisuri, jika aku melakukan itu, sama saja seperti cari mati."


"Memangnya kenapa, toh kau juga permaisuri palsu! Sudah jangan terlalu berbangga dengan kedudukanmu sebagai permaisuri, itu bukanlah milikmu!" jelasnya mengecoh wanita yang tengah berhadapan dengannya.


"Cih, jika aku tidak membutuhkan dirimu untuk mengingat ingatan Tian Lan, dan memulihkan kembali kekuatannya aku pasti akan mencabik-cabik tubuhmu itu!"


Tian Lan mendorong dada bidang Liliang dengan jari telunjuknya. Memang tindakannya itu seperti seorang wanita yang menggoda seorang pria. Untungnya ia tak membawa siapapun bersamanya. Suasana sekitar juga begitu sepi.


"Aku memang awalnya tak menyangka, Tian Lan yang memiliki tubuh lemah dan sakit-sakitan ini memiliki kekuatan spiritual, yang membuatku tak berani menyangkanya lagi adalah, aku bisa memulihkan kekuatannya dan menggunakannya!"


"Benarkah, tapi pendengaranku masih begitu baik, apa kau meragukan kemampuanku?" bisik Liliang mendekatkan bibirnya di telinga Tian Lan.


Tian Lan menepuk jidatnya, ia begitu bodoh. Atau akhir-akhir ini ia menjadi begitu pelupa. "Sial, kenapa aku bisa lupa. Pria ini bisa membaca pikiranku."


"Apa kau tidak malu? sebagai seorang wanita yang bersuami, tak seharusnya kau berpikir untuk mencium pria ini!" ucapnya menggoda Tian Lan, ia menepuk-nepuk bibirnya yang lembab itu dengan telapak jari telunjuknya.


BERSAMBUNG ...


...~❄️我爱你❄️~...