
❄SNOW FLOWER❄
EPISODE 15
"Yang Mulia ibu suri tiba!"
Ibu suri pun mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah permaisuri
"Salam ibu!"Ucap permaisuri memberikan salam.
"Apa kau sudah menemukan pelakunya?"Tanya ibu suri.
Sembari berjalan menuju kursi utama ibu suri merangkul pundak permaisuri.
"Belum"Jawab permaisuri singkat.
"Lantas tadi aku dengar..."Kata ibu suri sembari duduk di sebelah permaisuri.
"Lan hanya ingin memastikan"Jawab permaisuri tenang.
"Jika ini terus berlanjut kaisar akan sulit mendapatkan keturunan"Kata ibu suri cemas.
"Ibu jangan khawatir,Lan akan segera menyelesaikan masalah ini"Kata permaisuri yang mencoba menenangkan ibu suri.
"Haisss"Ibu suri menghela napas panjangnya.
"Seharusnya kau tidak mengurus masalah ini sendirian"Lanjut ibu suri.
"Ini sudah menjadi kewajibanku sebagai permaisuri,untuk mengurus masalah harem kaisar"Kata permaisuri menjelaskan.
Permaisuri menatap sekilas ke arah ibu suri, ia lihatnya raut wajah ibu suri yang begitu bengis.
"Benar-benar sial"Kata ibu suri menekan nada bicaranya.
"Lebih baik kita memulangkan selir umum Fei kepada keluarganya!"Lanjut ibu suri.
"Kumohon jangan begitu ibu!"Pinta sang permaisuri.
"Dia hanya korban..sangat tak pantas untuk kita memperlakukan dia seperti itu!"Lanjut permaisuri.
"Dan jika dia masih di sini sebagai selir kekaisaran ia hanya akan menjadi sampah yang tidak berguna"Ucap ibu suri menegaskan.
"Jika Lan ada di posisinya ibu juga akan melakukan hal seperti itu?"Tanya permaisuri.
Melihat tampang polos permaisuri, ibu suri merasa tidak enak.
"Lan.."Lirih ibu suri.
"Hamba tahu yang anda lakukan untuk kemajuan pemerintahan kaisar namun..."
"Anda begitu pula hamba juga hanyalah seorang wanita, setidaknya anda mengerti perasaan selir Fei"
"Bukankah hamba juga tidak berguna, lalu kenapa anda tidak mengasingkan hamba?"Tanya permaisuri bangun dari duduknya.
"Anda sedang mengasihani hamba atau apa?"
Tanya permaisuri
Permaisuri berjalan agak menjauh dari ibu suri.
"Aku tidak bermaksud..."Kata-kata Ibu suri terhenti saat Min ru memegang punggung telapak tangan milik ibu suri.
"Aku ada urusan, Kau jagalah kesehatanmu!"Ucap ibu suri sembari meninggalkan aula istana phoenix.
Sesampainya ibu suri di kediamannya.
"Bagaimana keadaannya akhir-akhir ini?"Tanya ibu suri.
Ia masih merasakan ketidak nyamanan nya ketika mendapati permaisuri mengatakan hal itu.
"Beliau sering sekali termenung, melamun dan hampir tidak bersemangat
sepanjang hari"Kata Min Ru menjelaskan.
"Kudengar tadi kaisar mengunjunginya?"Tanya ibu suri sekali lagi.
"Benar Yang Mulia"Jawab Min Ru mengiyakan perkataan ibu suri.
Min Ru mencuri pandang ibu suri sekilas lalu melanjutkan penjelasannya.
"Beliau tadi menemani permaisuri mengunjungi makam ibunda permaisuri"Lanjut Min ru.
"Sepertinya permaisuri merindukan ibundanya"
"Hamba begitu cemas akan beliau,yang membuat hamba semakin khawatir hamba sering melihat beliau keluar kamar pada malam hari dan menangis sendirian di taman bunganya"Ucap Min ru menjelaskan.
"Dan..."Kata Min ru menyodorkan sebuah gulungan kertas yang ia bawa sedari tadi kepada ibu suri.
Di ambillah gulungan tersebut oleh ibu suri
Tanpa berpikir panjang ibu suri langsung membuka gulungan tersebut.
Aku harap aku bisa segera kembali.
Jika aku mati apa aku bisa kembali?
Bahkan jika tidak, setidaknya aku bisa menemani ibuku di bawah tanah yang begitu dingin dan gelap.
Aku memang bodoh sangat bodoh hingga tak tertolong.
Jika aku tidak melanggar perintahmu mungkin sampai saat ini aku akan berada dalam pangkuan hangatmu.
Aku begitu merindukanmu ibu!
Ibu anakmu ini merindukanmu!
Datanglah dan bawa anakmu ini bersamamu!
Sesaat setelah ibu suri melihat gulungan kertas itu..
SRAKK..
Gulungan itu terjatuh dari genggaman ibu suri.
"Lan'er..."Lirih ibu suri.
Air mata mulai membasahi pipi ibu suri, ia menutup mulutnya dengan cucuran air mata yang begitu derasnya.
"Bahkan yang paling mengejutkan, saat hamba bertanya pada Hong lian.."
"Dia berkata permaisuri begitu terpuruk,mental nya tidak cukup kuat dan tidak hanya itu permaisuri bahkan sempat mencoba bunuh diri berulang kali"Ucap
Min ru menjelaskan
Di saat yang bersamaan...
Di kamar tidur sang permaisuri..
"Hong lian tinggalkan aku sendiri!"Lirih permaisuri
"Baik Yang Mulia"Jawab Hong lian.
Tanpa berpikir panjang Hong lian keluar dari kamar permaisuri meninggalkan junjunganya sendirian.
"Haisss"Permaisuri menghela napas panjangnya.
Ia sekilas menatap ke cermin dan mengeluhkan keluhan yang selama ini ia simpan.
"Jika aku harus memilih lebih baik aku mati saja, dari pada menjalani hidup yang
seperti ini"Rintihnya.
Sedangkan sang kaisar yang baru saja hendak menemui permaisurinya itu menghentikan langkahnya dan mengurungkan niatnya langsung berbalik dan pergi dari sana.
Esok harinya...
Seperti biasanya tampaklah permaisuri duduk di halaman istananya dengan santainya meminum secangkir teh yang hangat.
"Beliau tampak jauh lebih baik dari kemarin"Pikir Min ru melihat permaisurinya.
Dari kejauhan tampaklah Hong lian yang hendak berjalan menuju arah permaisuri.
"Salam Yang Mulia"Hong lian memberi salam.
"Bangunlah!"Lirih permaisuri.
"Baik Yang Mulia"
"Dayang itu ingin bertemu dengan anda
Yang Mulia, apa sebaiknya menyuruh mereka mengusirnya?"Tanya Hong lian agak ragu.
"Persilakan dia masuk!"Jawab permaisuri dengan santai.
"Ba baik Yang Mulia"Jawab Hong lian.
Hong Lian menganggukkan kepalanya lantas ia beranjak dari halaman untuk menjalankan perintah junjungannya.
Sedangkan permaisuri menatap bahu Hong Lian yang semakin jauh dari pandangannya.
Beberapa saat kemudian..
"Hamba Yuwei memberi salam kepada permaisuri"Ucapnya sembari berlutut.
Permaisuri menatap Yuwei sekilas lalu mengalihkan pandangan kembali.
"Bangunlah!"Kata permaisuri dingin.
"Belas kasih anda sungguh tiada tara"Kata Yuwei bangun dari posisinya.
"Bagaimana kabar adikmu?"Tanya permaisuri.
Yuwei menatap permaisuri sekilas dan melihat betapa hangatnya sikap permaisuri.
"Berkat obat yang anda berikan adik hamba sudah kian membaik"Jawab Yuwei mengatakan rasa terimakasihnya kepada permaisuri.
"Aku ikut senang akan hal itu"Lanjut permaisuri.
Permaisuri sekilas tampak memberikan senyum hangatnya kepada Yuwei.
"Apa ada orang yang mencurigaimu?"Tanya permaisuri mengalihkan topik pembicaraan.
Dengan tatapan menyidik ia menatap Yuwei dengan seksama.
"Tidak yang mulia"
"Tapi...perlakuan buruk selir kehormatan Yun makin menjadi-jadi"Lanjut Yuwei
Sembari menimbang-nimbang, permaisuri mengusap dagunya.
"Nanti malam kau dan adikmu datanglah ke istana bambu ku dan tinggallah di sana sementara waktu!"Titah sang permaisuri.
"Baik Yang Mulia!"
Tanpa memikirkan hal itu lebih lanjut Yuwei lantas langsung mengiyakan titah sang permaisuri.
"Aku sudah memerintahkan Hong lian menyiapkan makanan pakaian untuk kalian untuk sementara waktu"
"Kau bisa langsung menuju kesana, segeralah bersiap-siap"Kata permaisuri bangun dari duduknya.
Permaisuri mulai melangkahkan kakinya, beranjak untuk meninggalkan halaman istananya.
Namun....
sesaat langkah permaisuri terhenti saat mendengar jawaban Yuwei.
"Baik Yang Mulia"
"Kalau begitu hamba akan segera menjemput adik saya"
"Hamba izin undur diri"Kata Yuwei membungkukkan badannya.
"Hem"Permaisuri hanya membalasnya dengan deheman.
Setelah Yuwei meninggalkan halaman istana phoenix...
"......."
Permaisuri menatap Min ru yang sedari tadi diam tak berkata sepatah kata pun.
"Ada yang aneh"Pikir permaisuri menatap
Min ru dengan tatapan menyidik.
sembari menatap ekspresi wajah Min Ru permaisuri mengerutkan alisnya.
"Sepertinya ada udang di balik batu"Pikir permaisuri mengalihkan tatapannya.
"Aku harus melaporkan ini kepada ibu suri.."Pikir Min ru dalam hati.
Min Ru begitu terlelap dalam pikirannya hingga tidak menyadari permaisuri yang sedang memperhatikan dirinya.
"Aku tidak tahu apa aku bisa mempercayai mu tapi aku harap kalian tidak berpikir untuk membocorkan hal ini pada siapapun"Kata permaisuri sembari meninggalkan halaman istananya.
"Ada apa ini?"Tanya Hong lian dalam hati.
"Dari dulu permaisuri begitu peka dan waspada sepertinya...."Pikir Hong lian menatap Min ru.
Tanpa berkata apapun Hong lian langsung paham dengan perkataan junjungannya itu.
"Aku harap kau mengurungkan niat mu untuk melaporkan ini kepada ibu suri"Ucap Hong lian dengan tatapan dinginnya.
"Ahh, i iya"Jawab Min ru.
Min ru hanya mengiyakan perkataan Hong lian begitu saja.
"Aku akan menyajikan makanan untuk permaisuri"Kata Hong lian sembari meninggalkan Min ru sendirian.
"Mengerikan"
"Apa ini watak asli permaisuri, begitu cekatan"
"Kewaspadaan beliau patut di puji"
Pikir Min Ru, menunjukkan kekagumannya atas permaisuri.
OKE SEGINI DULU YA
JANGAN LUPA TEKAN TANDA LIKE AND TINGGALKAN JEJAK KOMEN
❄ WO AI NI ❄