
❄️ SNOW FLOWER❄️
EPISODE 59
Xiao Yun terkejut mendengar perkataan permaisuri, ia makin menundukkan kepalanya. Ia sekarang faham kenapa kakak sepupunya itu kewalahan menghadapi seorang Tian Lan. Bahkan kini Tian Lan menekan auranya untuk membuat Xiao Yun tunduk di hadapannya.
"Harusnya aku menyuruh dia (Feng Huang) mengurungkan niatnya untuk mengangkatmu sebagai selirnya, walau sekarang kau hanyalah selir tingkat 3!"
Xiao Yun menggigit bibir bawahnya menahan rasa takut dan amarahnya yang bercampur aduk mengacaukan pikirannya. Tangannya yang mengepal menahan gemetar hebat yang kini melandanya.
Tian Lan menuruni anak tangga ia berjalan menuju ke arah Xiao Yun yang bersimpuh di hadapannya, ia tampak begitu menyedihkan sedangkan kakak sepupunya itu tak bisa melakukan apapun.
"Bukankah Anda tidak memiliki wewenang untuk menurunkan posisi selir di Harem Yang Mulia?" sahut seorang wanita dari balik pintu, wanita yang tak lain Yun Fei, bukan Selir Kehormatan Yun lebih tepatnya. Kini wanita itu berjalan mendekati keduanya.
"Ck" Tian Lan berdecak selagi ia memutar bola matanya.
"Salam Yang Mulia!" Yun Fei memberikan salamnya kepada sang permaisuri.
Raut wajah Tian Lan makin masam saja, semenjak kedatangan wanita itu. Tian Lan menyapukan pandangannya ke arah pintu utama. Agaknya wanita itu sengaja membuat Yun Fei membungkuk lebih lama lagi.
"Apakah Anda mempermainkan Hamba lagi?"
"Tidak!" jawab Tian Lan cepat. Ia tak ingin berbasa-basi.
"Bangunlah, dan katakan apa tujuanmu kemari!" Tian Lan kembali menduduki kursi kebesarannya. Kini ia menatap sinis ke arah Yun Fei. Wanita itu ternyata punya maksud terselubung.
"Sudahlah, jangan bilang kau kemari untuk menjemput adik tersayang mu ini," jari telunjuknya kini mengarah kepada Xiao Yun.
"Dan ..." ucapnya menggantung, namun Selir Kehormatan Yun seolah ingin cepat lepas dari genggaman Tian Lan. Ia menyela"Hamba ada urusan yang mendesak mohon ..." sayangnya kata-katanya putus ditengah jalan. Dengan sergapnya Tian Lan menyelanya.
"Apa kau tahu, aku paling tidak suka jika ada orang yang memotong perkataan ku!" ucapnya sembari bangun dari duduknya.
"Aku terlalu meremehkanmu!"
"Apa kau bilang? Aku tak punya wewenang untuk menurunkan jabatan selir? Sedangkan kau punya?"
"Huh jangan mimpi! Kau sudah melewati batas kekuasaanmu, bahkan melangkahi kekuasaanku, jadi ... jika kau bisa maka silahkan kau berusaha membuatku mengurungkan niatku untuk melengserkan kau dari posisimu!" tegasnya.
Yun Fei sontak terkejut, kata-kata Tian Lan secara tidak langsung memicu amarahnya. Kata-kata kasar dan umpatan yang tersimpan rapi di benaknya itu kini terlontarkan.
"Jika kau membandingkan dirimu denganku. Ck aku benar-benar tak Sudi, aku anak jenderal, masih jauh lebih pantas menduduki tahta ini daripada kau!" tiba-tiba ada tangan kekar yang menariknya dan ... PLAAKKK, suara tamparan itu menggema di telinga Tian Lan.
Tampaklah Feng Huang dengan tampang masamnya menatap tajam ke arah Yun Fei. Kini wanita itu hanya diam, memegang pipinya yang terasa panas, sakit juga berkedut karna tamparan keras dari sang kaisar.
"Beraninya kau!" Dengan nada bicaranya yang penuh tekanan, Feng Huang juga mencekram kuat lengan selir yang ia anggap kurang ajar tersebut.
Kini Yun Fei baru menyadari trik kotor Tian Lan, ia melirik ke arah wanita itu. Senyum samar menghiasi bibir mungilnya. Yun Fei ternyata sebodoh itu tak menyadari trik kecil yang dulunya sering ia lakukan kepada Tian Lan. Agaknya ia terlalu meremehkan lawannya yang satu ini.
Tanpa basa-basi lagi, Feng Huang menurunkan madadnya, yang memerintahkan Selir Kehormatan Yun untuk merenung di istana dingin selama sebulan. Karena mengirimnya untuk di didik juga tidak ada gunanya. ia nyaris terbuang dari istana.
"Aku mencabut wewenangmu dari Harem ku, posisi kepala selir aku alihkan kepada orang yang lebih layak darimu!"
"Renungkan kembali kesalahanmu dalam sebulan kedepan di istana dingin!"
"Mulai sekarang permaisuri berkuasa penuh mengatur Harem ku, sebagai mana semestinya. Dan ... mulai sekarang permaisuriku memiliki wewenang untuk menurunkan pangkat selir-selir yang di nilai tak pantas memiliki pangkat tinggi, juga membuang selir yang memiliki tabiat buruk!" kata-kata Feng Huang seperti tamparan dimuka Yun Fei.
Sedangkan kini, untuk kesekian kalinya Tian Lan meraih kemenangannya. Jika kaisar tak lagi memihak kepadanya (Yun Fei) itu makin memuluskan rencananya untuk membalaskan dendam kematian pemilik raga yang kini tengah ia tempati.
Untuk Xiao Yun, sepertinya sudah cukup. Gadis itu hanyalah pion dari Yun Fei. Kaisar telah mengurungkan pelantikannya sebagai selir resmi kekaisaran, kini ia hanyalah selir tingkat 3 yang membuatnya tak bisa mengangkat pengaruhnya untuk mendukung kakak sepupunya itu.
Setelah kedua selir itu pergi, tinggallah Tian Lan, Feng Huang juga para dayang dan kasim yang berjaga. Seperti biasanya, keduanya akan tetap diam selagi tak ada yang memulai pembicaraan.
"Tak terasa sudah beberapa bulan terakhir aku tak melihat Selir Kehormatan Rong, bagaimana jika kita mengunjunginya bersama?" tawar Tian Lan memecah kebisuan di antara mereka.
Feng Huang mengangguk cepat, ia seolah hanya bisa mengiyakan permintaan sang istri. Tandu di siapkan, tak luput oleh-oleh. Begitu banyak hal yang Tian Lan bawa bersamanya. Entah itu makanan, perhiasan dan pakaian mewah. Feng Huang yang melihatnya menatap keheranan.
"Tak ada satu barang mewah pun yang melekat di tubuhnya, tapi ia malah menghadiahkan barang-barang mewah untuk orang lain. Ck, memang pikiran wanita tak bisa di tebak!"
Sesampainya di istana kediaman Selir Kehormatan Rong ...
Seperti biasanya, kedatangan sang kaisar juga permaisuri tak luput dari penyambutan yang terdengar hingga keseluruh penjuru istana. Mereka melangkah masuk melewati penjaga pintu masuk yang tengah berlutut menyambut junjungan mereka.
"Salam Yang Mulia, semoga panjang umur!"
BERSAMBUNG ...
...~❄️我爱你❄️~...