SNOW FLOWER

SNOW FLOWER
KEJANGGALAN


❄SNOW FLOWER❄


EPISODE 14


"Hamba begitu beruntung bisa bertemu dengan permaisuri secara langsung seperti ini"Kata selir kehormatan Rong memegang tangan permaisuri.


"Apa ini perasaanku saja...,tangan permaisuri begitu dingin"Pikir selir Rong.


"Ku dengar kau sangat mahir dalam menari?"Tanya sang permaisuri.


"Kenapa permaisuri begitu ramah?"Tanya selir kehormatan Rong dalam hati.


"Ah, tidak sampai segitunya"


"Permaisuri lebih hebat dari hamba,


jujur hamba sangat kesulitan untuk menirukan tarian sang dewi air milik anda"Lanjut selir kehormatan Rong.


"Sudikah permaisuri mengajarkan gerakan-gerakan dari tarian tersebut?"Tanya selir kehormatan Rong.


"Hah?"


"Tarian sang dewi air?,bukankah tarian itu..."Pikir sang permaisuri.


"Ada apa Yang Mulia?"Tanya selir kehormatan Rong.


"Mungkin lain kali"Ucap kaisar menyela.


"Tidak apa-apa, datanglah ke istana phoenix!"Sahut permaisuri yang tak mau kalah dari kaisar.


"Ini saatnya mengumpulkan dukungan para selir agar selalu di pihakku, agar aku juga tidak terus-menerus bergantung pada kaisar yang satu ini!"Pikir sang permaisuri dalam hati.


"Terimakasih banyak!"Jawab selir kehormatan Rong.


"Mari!"Ucap permaisuri beranjak dari posisinya.


"Selamat tinggal!"Lanjut Permaisuri.


"Hati-hati di jalan"Sahut selir kehormatan Rong.


Sesampainya Permaisuri di istana phoenix.


"Salam"Ucap para dayang memberi salam.


"Anda kembali sendirian?"Tanya Hong lian.


"Iya, di tengah jalan menteri Liang menyusul Yang Mulia dia bilang ada pertemuan yang tidak bisa di tunda lebih lama lagi"Ucap permaisuri menjelaskan.


"Oh"


"Ada apa?"Tanya permaisuri kebingungan.


"Apa ada masalah?"Tanya permaisuri sekali lagi.


"Iya Yang Mulia, selir umum Fei yang baru saja mengandung selama 2 bulan mengalami keguguran!"Jawab Hong lian.


"Kenapa tidak bilang dari tadi?"


"Ayo!"Kata sang permaisuri sembari bergegas meninggalkan istana.


"Yang Mulia Permaisuri tiba!"


"Salam Yang Mulia!"Ucap tabib umum kekaisaran.


"Bagaimana keadaan selir umum Fei?"Tanya permaisuri cemas.


"Kandungannya lemah sudah tidak bisa di pertahankan Yang Mulia"Kata tabib itu sembari berlutut.


"Hamba sudah berusaha,hamba memohon ampunan Yang Mulia karna ketidak becusan hamba"Lanjut tabib tersebut.


"Tidak apa-apa kau sudah berusaha"Jawab permaisuri.


"Dimana dia sekarang?"Tanya sang permaisuri.


"Beliau ada di kamarnya"Jawab pelayan pribadi selir Fei.


Di kamar tidur selir umum Fei.


"Dia tidur?"Batin sang permaisuri.


Sesaat Permaisuri menghela napasnya lalu menghampiri ranjang selir Fei hendak mengecek keadaannya.


Permaisuri memulainya dari denyut nadi,dan mulai memeriksa bagian lain dari tubuh selir Fei.


"Ini efek pil kemandulan"Pikir permaisuri.


Ia terkejut seakan tak percaya.Bagaimana bisa hal seperti ini terjadi pada selir kekaisaran.


"Cepat kumpukan semua selir sekarang juga!"Ucap permaisuri bertitah.


Setelah semua selir berkumpul di depan kediaman selir Fei.


Terdengarlah kusat kusut para selir yang berkerumunan.Hingga....


"Yang Mulia permaisuri tiba!"


Kedatangan sang permaisuri membuat suasana menjadi hening dalam hitungan detik.Suasana menjadi senyap seketika, hingga suara permaisuri memecah suasana yang sunyi kala itu.


"Apa kalian sudah mendengar tentang kabar selir Fei?"Tanya permaisuri selepas setelah ia menduduki tempatnya.


"Iya Yang Mulia!"Jawab semua selir.


Sedangkan Permaisuri terus menatap selir kehormatan Yun yang tampak tidak menghiraukan pertanyaannya.


"Apa yang sedang kau pikirkan hingga kau tidak menghiraukanku selir kehormatan Yun?"Tanya permaisuri dengan enteng.


"Ah,hamba melamun tadi"Jawab selir kehormatan Yun.


"Oh"Jawab permaisuri singkat.


"Kau terlalu terlelap dalam lamunanmu hingga kau berkeringat sampai seperti itu,


ku pikir musim panas telah berakhir"Lanjut permaisuri menggoda.


"A..apa yang anda katakan?"Tanya selir kehormatan Yun dengan terbata-bata.


"Kau pimpinan para selir jika kau mengabaikanku saat aku tengah berbicara bukankah itu kurang pantas"Lanjut sang permaisuri.


"Maaf sebelumnya jika hamba ikut campur"


"Sebenarnya nona sedang tidak enak badan,namun mendengar titah permaisuri beliau tetap menyempatkan diri untuk datang"Ucap pelayan pribadi selir kehormatan Yun menjelaskan.


"Benarkah, kukira...."


"Benar Yang Mulia"Sela pelayan itu.


"Beraninya kau menyela perkataan permaisuri"Min ru mengerutkan keningnya.


Semua orang di sana diam seketika.Sedangkan permaisuri tetap diam menahan tawanya.


"Hehehe rupanya ada yang gak sabar buat cepat-cepat lari dari masalah"Pikir permaisuri hingga membuatnya terkekeh.


"Apa ini, ku pikir permaisuri adalah wanita yang ramah,ternyata beliau tidak sesederhana itu"Pikir selir kehormatan Rong.


"Apa maksud anda Yang Mulia?"Tanya selir kehormatan Yun meninggikan nada bicaranya.


"Wah kau mulai berani ya"Ucap permaisuri dalam hati.


Permaisuri tidak menjawab pertanyaan yang selir Yun tujukan kepadanya ia diam dengan senyum sinis di bibirnya.


"Apa anda sedang mempermainkan hamba?"Tanya selir kehormatan Yun


sekali lagi.


"Mana ada"Jawab permaisuri membantah.


Sembari berjalan ke arah selir kehormatan Yun ia berkata"Malahan kau yang sedang mempermainkanku"Kata permaisuri sembari menunjukan jari telunjuknya ke bahu selir kehormatan Yun.


"Apa aku benar..selir kehormatan Yun ?"Bisik permaisuri mendekatkan bibirnya ke telinga selir kehormatan Yun dengan senyum sinisnya.


Permaisuri lantas langsung menarik badannya menjauh dari selir kehormatan Yun.


"A a apa dia sudah mengetahui segalanya?"Tanya selir kehormatan Yun dalam hati.


"Semuanya sudah boleh kembali aku sudah menemukan pelakunya!"Titah sang permaisuri.


"Baik!"


Dalam perjalanan menuju istana masing-masing.


"Menakutkan"Ujar salah seorang selir.


"Kira-kira siapa pelakunya?"Tanya yang lain.


"Aku tidak tau"


"Sepertinya akan ada perseteruan antara selir kehormatan Yun dan permaisuri"Lanjut


yang lain.


"Katakan padaku kau di pihak siapa?"Seorang selir bertanya kepada selir tinggi Ning.


"Aku tidak tahu"Jawab selir tinggi Ning.


"Selir kehormatan Yun memiliki sikap keegoisan yang besar,beliau tidak akan segan-segan membuang bidak catur nya jika itu membahayakan dirinya"


"Di sisi lain permaisuri beliau wanita yang begitu cekatan,dingin,tegas,sekalipun itu musuhnya beliau akan tetap membenarkannya apabila dia benar dan beliau juga sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan"Ucap seorang selir membandingkan.


Di sisi lain.


BRUUKK


"Ampun Yang Mulia!"Rintih seorang dayang.


"Katakan padaku apa selir kehormatan Yun yang memintamu melakukan ini?"Tanya permaisuri dengan tatapannya yang dingin.


"Bu bu bukan Yang Mulia"Jawab dayang tersebut ragu-ragu.


"Benarkah"


Sesaat dayang itu terdiam.


"Yuwei anak seorang nara pidana, ayah nya di hukum mati, ibu sudah meninggal sejak kau kecil sedangkan keadaan adikmu yang sakit-sakitan dan lihatlah dirimu"


Ucapan permaisuri itu membuat dayang tersebut menangis hingga terisak-isak.


"Jika kau mengatakan segalanya padamu masalah tentang kau mencoba melukai selir kekaisaran akan selesai"


"Dan jika kau berpegang teguh bahwa majikan mu akan menyelamatkanmu.."


"Lebih baik kau siapkan saja makam mu sendiri dan adikmu..entah apa yang akan terjadi jika kau meninggal nanti"Ucap permaisuri sinis.


"Hamba mohon jangan Yang Mulia!"Jawab dayang tersebut sembari bersujud di kaki permaisuri.


"Haisss"Permaisuri menghela napasnya.


"Bangunlah"Kata permaisuri mengulurkan tangannya dengan senyuman di wajahnya.


"Maaf jika aku menyinggungmu,sebenarnya aku hanya mengingatkan mu aku tahu ayahmu tidak bersalah ia hanyalah


kambing hitam"


"Kau hanya memiliki adikmu saat ini jadi ku mohon jangan kecewakan dia"Pinta sang permaisuri.


"Bisakah Kau bekerja sama denganku?"Tanya permaisuri.


"Hamba....."Jawab dayang itu dengan ragu.


OKE SIGINI DULU YA


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN,+FAV, AND VOTE


BIAR ANE SEMAKIN SEMANGAT


 


~❤ WO AI NI ❤~