SNOW FLOWER

SNOW FLOWER
ANGIN MALAM


❄SNOW FLOWER❄


EPISODE 19


Sesaat kemudian suasana kamar tidur permaisuri kembali menjadi hening.


Permaisuri dengan tampangnya yang polos pun mencoba mencairkan suasana.


Namun,,,,


BRUKKKK


Kedatangan seorang kasim memecah keheningan.Di bawanya seorang dayang dan kasim itu lantas mendorong dayang tersebut agar berlutut.


"Yang Mulia,,, sesuai perintah hamba membawa Mu Li kehadapan anda!"Kata kasim tersebut.


Tanpa berkata-kata sang kaisar lantas bangun dari duduknya menghampiri Mu Li yang terduduk lemas hampir tak bersuara.


"Mohon ampun Yang Mulia!"Ucap Mu Li memegang kaki kaisar.


Dengan sekuat tenaga kaisar menepis tangan Mu Li lalu menendang nya hingga seteguk darah keluar dari mulutnya.


"Uhuk,,,uhuk"


"Yang Mulia, sudahlah!"Sahut permaisuri khawatir.


"Katakan padaku siapa yang menyuruhmu?"Tanya kaisar membelakangi dayang tersebut.


TIBA-TIBA


"Hukum gantung dia, dan pajang mayatnya di depan pengadilan rakyat!"Bentak sang kaisar.


"Baik Yang Mulia"


"Yang Mulia,,, apa tidak terlalu terburu-buru menjatuhkan hukuman seperti itu?"Tanya permaisuri


Lagi-lagi permaisuri mencoba meraih tangan hangat kaisar.


Sembari berbalik ke arah permaisuri kaisar berkata dengan tatapannya yang dingin.


"Orang yang mencelakaimu harus mati!"


"Yang Mul.."


Kata-kata permaisuri terhenti saat ia melihat tatapan kaisar yang seolah menyuruh nya diam sejenak.


"Cepat!"Titah kaisar menatap kasim dengan tatapannya yang dingin.


"Ba baik Yang Mulia!"


Tanpa menunggu lebih lama lagi kasim itu lantas menyeret Mu Li keluar.


"Haish"Permaisuri menghela napas panjangnya.


"Yang Mulia,,bukannya hamba ingin,,,,,"


Kaisar yang mendengar permaisurinya yang masih saja meragukan keputusannya itu merasa kesal, tanpa mengatakan apapun kaisar mengisyaratkan tabib Tong dan yang lainnya, untuk meninggalkan mereka berdua.


Sesaat kemudian......


Suasana menjadi sunyi kembali, hingga suara berat kaisar memecah keheningan kala itu.


"Lan'er,,,untuk kali ini aku tidak bisa tinggal diam saja"


Sembari menyeka pipi permaisurinya, kaisar melanjutkan kata-katanya.


"Tolong mengertilah!"Lanjut kaisar dengan tatapan sendunya.


"Sesuai kehendak anda Yang Mulia!"Jawab permaisuri tersenyum pahit.


Tanpa membalas jawaban permaisurinya, kaisar lantas membaringkan tubuh permaisuri.Mengelus perut rata permaisuri sembari bertanya"Apa masih sakit?"


Melihat perlakuan kaisar terhadapnya membuat permaisuri terpana, mukanya sangat merah seperti kepiting rebus.


"Ada apa?, kenapa wajahmu memerah?"Tanya sang kaisar


Ia langsung saja menempelkan punggung tangannya seraya bertanya kepada permaisurinya.


"Apa kau demam?"Tanya kaisar membolak-balik tangannya dan menempelkannya ke dahi sang permaisuri.


"Tidak, aah, maksudku bukan apa-apa"Jawab permaisuri menepis tangan kaisar pelan.


Jawaban permaisuri itu membuat sang kaisar terkekeh.


"Bantu aku ganti baju!"Lanjut kaisar menarik kerah jubahnya.


Kata-kata kaisar lantas saja membuat permaisuri terkejut tidak main, sembari menatap permaisurinya sang kaisar mengusap-usap dagunya.


"Bercanda kau istirahat lebih dulu aku akan mengganti pakaianku dulu!"Kata kaisar mengelus puncak kepala permaisuri.


"Emmh"Permaisuri menganggukkan kepalanya.


Malam itu angin menghembuskan jendela hingga membuat permaisuri bangun dari tidurnya"Begitu dingin"Hal itu yang pertama kali permaisuri pikirkan saat ia baru saja membuka matanya.


Kaisar yang merasa ada penggerakan di sekitarnya lantas lansung saja bangun dari tidurnya.Dan mendapati permaisurinya tengah berdiri di dekat jendela tempat dimana angin berhembus.


Dengan langkah kaki yang pelan kaisar menghampiri permaisuri dan memakaikan jubah hangat untuk permaisuri.


"Kenapa apa angin mengganggu tidurmu?"Tanya kaisar merebahkan dagunya di pundak permaisuri.


"Hem"Permaisuri hanya mendehem.


"Jangan di sini lama-lama nanti kau akan kedinginan!"Ujar sang kaisar menarik pelan tangan permaisuri.


Permaisuri hanya diam ia hanya mengangguk, menutup jendela rapat-rapat lantas beranjak dari sana untuk tidur.


Sembari merebahkan tubuhnya permaisuri sekilas tersenyum.Entah apa yang membuat nya seperti itu.Kaisar membalas senyum permaisurinya dan merebahkan kepala permaisuri pada lengannya.


"Ku harap malam yang dingin dan sepi ini tidak berakhir saat aku membuka mataku kembali"Pikir permaisuri yang mulai menutup matanya.


Keesokannya........


"Semua selir sudah hadir tapi permaisuri tak kunjung bangun juga"Bisik Min Ru.


Min Ru mengerucutkan bibirnya, ia dan Hong Lian tampak berdiri di sisi ranjang permaisuri untuk menunggu permaisurinya bangun dari tidurnya.


"Diamlah!"Bisik Hong Lian mengingatkan.


"Jangan sampai kaisar dan permaisuri terbangun!"


Tak lama kemudian.....


Kaisar terbangun dari tidurnya sesaat ia tersenyum.


Ia pikir sudah lama sekali semenjak kejadian yang menimpa pangeran kedua.Sekarang ia mendapati lagi kehangatan pagi.


Saat membuka matanya untuk pertama kalinya ia mendapati permaisurinya begitu terlelap dalam mimpinya saat berada dalam pelukan hangatnya membuat hatinya bahagia.


Kaisar memindahkan kepala permaisuri dengan hati-hati.Lalu menggapai kelambu ranjang yang masih tertutup.


Melihat itu Hong Lian dan Min Ru langsung saja membuka kelambu itu lebar-lebar dan mengikatnya di tiang-tiang ranjang.


"Salam Yang Mulia!"Lirih mereka berdua.


"Permaisuri masih tidur suruh para selir untuk kembali, katakan pada mereka permaisuri sedang tidak enak badan!"Kata kaisar merendahkan nada bicaranya.


"Baik Yang Mulia!"Jawab mereka berdua serentak.


Sembari menuruni ranjang kaisar berkata"Jika permaisuri bangun katakan aku ada rapat di aula utama kekaisaran!"


"Sesuai perintah anda Yang Mulia!"


Di aula utama istana phoenix...


Para selir yang sedari tadi menunggu permaisurinya tengah berbincang-bincang.


Kiranya dimana permaisuri?,,,,,


kenapa ia membuat para selir berkumpul tanpa kepastian apa ia akan datang


atau tidak.


Hingga,,,,,kedatangan Ye Yin mengejutkan seisi aula.


"Itu kan pelayan yang kepercayaan Yang Mulia!"Pikir selir tinggi Ning.


"Ada apa ini?"Ujar yang lain.


"kenapa ini?"


Para selir bertanya-tanya apa maksud kedatangan Ye Yin kala itu.


"Uhuk uhuk"Ye Yin sengaja membatuk mengisyaratkan para selir untuk diam.


"Permaisuri sedang tidak enak badan, Kaisar sendiri meminta kalian untuk tidak mengganggu istirahat permaisuri dan kembali ke kediaman masing-masing!"Kata Ye Yin menjelaskan.


Tanpa mendengar jawaban para selir Ye Yin lantas meninggalkan aula utama istana phoenix.Secara Ye Yin sendiri adalah pelayan pribadi kaisar hingga ia tidak di wajibkan untuk memberi hormat kepada para selir, sebaliknya para selir yang harus pandai dalam bersikap di hadapannya.


"Membuang waktu saja!"Pikir selir kehormatan Yun.


Ia menatap sekeliling para selir dari selir kehormatan dan di ikuti yang lainnya mulai meninggalkan aula utama istana phoenix.


Selir tinggi Ning yang sedang mencuri pandang dirinya pun ketahuan.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu di episode selanjutnya


BERSAMBUNG....