
❄SNOW FLOWER❄
EPISODE 10
Cahaya mulai memancar ke kelambu ranjang permaisuri ketika para dayang membuka jendela kamar tidur nya dengan lebar.
Mereka berjajar rapi berdiri di depan ranjang permaisuri nya seperti biasanya untuk menunggu junjungan nya bangun dari mimpinya indahnya.
Ketika sepasang tangan putih nan polos milik permaisuri meraih kelambu ranjang nya,Hong lian dan Min ru langsung membukakan kelambu itu seolah tak membiarkan permaisuri nya melakukan nya.
"Selamat pagi yang mulia"kata para dayang sembari berlutut menyambut junjungan nya yang baru saja terbangun dari tidur nyenyak nya.
"Hah,sampai kapan aku harus memulai hari-hari ku seperti ini"pikir sang permaisuri menghela napas panjangnya.
"Apa anda tidak enak badan yang mulia"tanya Min ru yang tak sengaja melihat permaisuri menghela napas.
"Jika anda tidak enak badan hamba akan meminta para selir kembali"timpal Hong lian yang juga mulai cemas.
"Tidakkah kau lihat aku sangat sehat?"tanya sang permaisuri.
"Hanya saja apa perlu dayang sebanyak ini untuk menunggu ku bangun di pagi hari?"kata permaisuri yang malah bertanya lagi.
Semua dayang diam tidak tau harus menjawab apa atas pertanyaan yang di lontarkan permaisuri nya.
"Kalian semua kembalilah Hong lian dan
Min ru bantu aku ganti baju!"titah sang permaisuri bangun dari ranjang nya.
"Baik yang mulia"
Setelah para dayang keluar mulai lah sang permaisuri membuka kedoknya.
"Haisss,aku sudah bilang tidak perlu menyambut ku sepagi ini"kata permaisuri duduk kembali di ranjang nya sembari memijat pelipisnya.
"Yang Mul.."kata kata Hong lian langsung di sela oleh permaisuri ia berkata"Di sini hanya ada kita bertiga untuk apa kau memanggil ku seperti itu?"
"Panggil aku Lan!"lanjut permaisuri menegaskan.
"Ayo bantu aku mengganti baju,para selir pasti sudah menunggu!"
"Baik!"
Di aula utama istana phoenix......
"Yang mulia permaisuri tiba!!"
Seperti biasanya.Selepas mendengar penyambutan itu para selir lekas berdiri untuk menyambut kedatangan sang permaisuri.
seperti biasa ia begitu cantik dengan pakaian yang ia kenakan.
Ia begitu anggun dengan pakaian kebesaran nya sebagai ibu negara.
"Salam!"ucap para selir memberi salam.
Permaisuri hanya menganggukkan kepalanya dan mengisyaratkan para selir untuk duduk kembali bersamaan saat permaisuri menduduki singgasana nya.
Pertemuan pagi itu berjalan dengan lancar,tanpa hambatan dan tanpa adanya drama.Semua selir hendak kembali ke istana nya masing-masing.Semua tampak seperti biasanya terkecuali selir tinggi Wei,ia tampak muram sejak ia memasuki aula utama istana phoenix untuk memberi salam kepada permaisuri.
Terlihat dari senyum nya ,begitu terlihat ketidak tulusannya saat memandang permaisuri dari tempat nya berdiri saat itu.
"Setidaknya jika kita tidak secantik permaisuri, kita seharusnya masih tahu dengan apa yang dinamakan sopan santun"sindir salah satu selir dengan nada meledek.
"Walau sikap permaisuri begitu dingin,Yang mulia tetap menyukai nya karna ia begitu cantik"timpal yang lain.
"Bukan karna alasan,apa kau tidak sadar kalau permaisuri memperlakukan orang sebagaimana orang itu memperlakukan nya"sahut yang lain
"Iya selagi ia memperlakukan kita dengan baik,lebih baik kita memihak nya"
"Awas saja kau Lan,aku pasti akan membalasmu"kata selir tinggi Wei dengan amarah nya yang hampir memuncak
"Harap bersabar nona"kata pelayan pribadinya yang mencoba untuk mengingatkan
"Di sini ada banyak orang"lanjut pelayan pribadi selir Wei
"Aiyaa,dia begitu sombong apakah dia akan mendengarkan mu?"kata Selir tinggi Ning sembari menuju ke arah selir Wei di ikuti beberapa selir lainnya.
"Kau"Selir tinggi Wei menggertakkan gigi nya
Amarah selir wei sudah ada di puncaknya,ia menggenggam tangannya erat-erat untuk menahan amarah nya yang hampir tak tertahan kan.
"Apa?...."
"Kau jangan macam-macam jika kau menimbulkan masalah lagi mungkin yang mulia akan menurunkan posisi mu sebagai selir tinggi"ucap selir tinggi Ning mengancam.
"Apa urusannya denganmu hah?"bentak selir tinggi Wei mendorong selir Ning hingga terjatuh.
"Kau berani sekali ya!"timpal salah satu selir dan yang lainnya membantu selir tinggi Ning untuk bangun.
"Terus kenapa toh itu salahmu sendiri karna mencari gara-gara dengan ku"jawab selir tinggi Wei sembari menyilangkan tangannya
"Kau!"
"Enyahlah kau dari sini!"teriak selir tinggi Ning mendorong selir tinggi wei hingga terjebur ke dalam kolam yang berada tepat di belakang nya.
"Tolong!"teriak selir Wei.
"Ah..,aku tidak menyadari kalau di belakang nya ada kolam jika aku tau aku tidak akan mendorong nya"Kata selir tinggi Ning ketakutan.
"Kenapa ramai sekali?"tanya permaisuri yang kebetulan lewat
"Menjawab yang mulia selir tinggi Wei terjebur ke dalam kolam,dan beliau tidak bisa berenang"jawab pelayan pribadi selir Wei
"Dan kalian diam saja?"
Mendengar pertanyaan permaisuri para selir hanya diam tak tau harus menjawab apa.Hingga permaisuri turun tangan.Tanpa berfikir lebih lama lagi permaisuri langsung melompat ke kolam untuk menyelamatkan selir tinggi Wei.
"Uhuk uhuk"
"Kau tidak apa?"tanya permaisuri melihat selir Wei batuk-batuk
Sembari menyimpan tangannya selir Wei menjawab"Tidak apa yang mulia,terimakasih!"
"Aku tidak menyangka kalau permaisuri sendirilah yang turun tangan menyelamatkan ku"pikir selir tinggi Wei.
"Yang mulia pakaian anda basah mari kembali ke kamar"sahut Hong lian
"Kau antar selir Wei kembali ke istana nya!"
sambil berlutut pelayan pribadi selir Wei menjawab"Baik yang mulia"
"Mari!"ucap pelayan itu mengulurkan tangannya kepada selir Wei
Permaisuri berjalan menuju istana nya kembali di karna kan pakaian nya sudah basah.Dalam sesaat langkahnya terhenti.Ia berbalik menatap selir tinggi Ning dengan tatapan dinginnya seraya berkata"Kau!,temui aku di aula istana phoenix!"
"Ba..baik yang mulia"jawab selir tinggi Ning.Tangannya bergetar melihat tatapan dingin sang permaisuri.
Di istana naga kediaman sang kaisar
Di aula istana tampaklah sang kaisar sedang duduk,di temani oleh secangkir teh dan buku-buku yang memenuhi seluruh mejanya.Ia tampak begitu serius memandangi buku yang ada di tangannya.Suasana saat itu begitu sunyi hingga kedatangan seorang kasim memecahkan kesunyian kala itu.
Kasim itu berlutut seraya memberi salam kepada junjungan nya"Salam Yang mulia!"
"Bagaimana kabar permaisuri?"tanya sang kaisar meletakkan buku yang sedari tadi ia simak.
"Kondisi beliau makin membaik,namun...ada kejadian yang kurang mengenakkan di taman permaisuri pagi tadi!"ucap kasim itu menjelaskan.
"Kejadian apa?"tanya sang kaisar menyangga kepalanya dengan tangannya.
"Tadi pagi...!"
"Apa?"kata kaisar meninggikan nada bicaranya.
**OKE SEGITU DULU YA JANGAN LUPA LIKE AND KOMEN AGAR SAYA BISA LANGSUNG MELUNCUR KE LAPAK KALIAN.
❤ I LOVE YOU ALL❤**