
❄SNOW FLOWER❄
EPISODE 23
Permaisuri begitu terpukul mendengarkan curahan hati Mu Qing.Bagaimana bisa selir Yun menekan Mu Li dengan nyawa anak kakaknya.
"Hamba mohon maaf sebesar-besarnya jika Mu Li memang bersalah.Namun harap anda ketahui dia hanya menggantikan hamba karna hamba tidak ingin mencelakakan anda!"
"Mu Ling sakit-sakitan sejak hamba membawanya bertemu dengan selir kehormatan Yun,Tahu-tahu hamba mengetahui bahwa anak hamba telah di racuni dan untuk penawarnya sendiri hanya ada pada selir Yun"Kata Mu Qing menjelaskan.
Mendengar itu betapa terguncangnya sang permaisuri.Andai ia menghentikan kaisar, andai ia menghentikannya.
Permaisuri menatap sekilas ke arah Mu Qing ia lihatnya ratapan ketidak berdayaannya.
"Mu Qing"Lirih sang permaisuri.
"Racun yang ada di tubuh pangeran sama persis seperti yang anak hamba derita, mendengar kesembuhan pangeran hamba begitu antusias"
Mu Qing memberikan senyum pahit nya.
"Hamba tidak sadar apa yang hamba lakukan, hamba kira untuk apa permaisuri menghiraukan rakyat kecil seperti hamba"Lanjut Mu Qing.
Permaisuri menghela napas pelan.Lalu membantu Mu Qing untuk bangun dari posisinya.
"Karna aku adalah permaisuri,,,tidak seharusnya aku mengabaikan rakyatku kan?"Kata permaisuri memberikan senyuman hangat.
Permaisuri mendudukkan Mu Qing di samping tempatnya lalu bermaksud mengutarakan perasaannya.
"Aku sungguh minta maaf, tak berbuat apapun saat kaisar menjatuhkan hukuman gantung kepada Mu Li!"Ucap permaisuri di penuhi kekesalan.
Mu Qing menatap permaisuri sekilas ia lihat betapa polosnya tatapan permaisuri, tak seperti rumor yang beredar bahwa permaisuri adalah wanita kejam berdarah dingin dengan tampang bengis.
Mu Qing berpikir ia akan berakhir sama seperti adiknya namun,,,,permaisuri ia bertindak di luar dugaan.Siapa sangka sang permaisuri ibu negara ini bersedia turun tangan untuk menyelesaikan masalah yang ia hadapi kala ini.
Beberapa hari kemudian di kediaman permaisuri.
"Jadi benar, memang selir kehormatan Yun yang merencanakan ini semua"Pikir permaisuri.
"Hamba begitu bodohnya percaya kepada selir kehormatan Yun da selalu menuruti semua perintah beliau namun,,, malah ini balasannya"Kata Mu Qing sendu.
Mu Qing menatap sekilas permaisuri lalu mengalihkan lagi pandangannya setelah beberapa saat.
"Hamba memang pantas mati tidak hanya kali ini, hamba juga pernah berniat meracuni pangeran pertama saat pesta ulang tahun nya yang kedua tahun"Lanjur Mu Qing di penuhi rasa penyesalan.
Permaisuri sekilas tersenyum lalu memegang punggung telapak tangan Mu Qing.
"Untungnya pangeran baik-baik saja, hamba salah sasaran dan malah pangeran kedua yang memakan bubur beracun itu!"
"Awalnya selir Yun marah besar namun melihat hal itu ia langsung memutar balikan fakta tentang anda yang mencoba menyingkirkan pangeran kedua, agar pangeran Ling putra anda dengan mudahnya naik tahta"Lanjut Mu Qing menjelaskan.
"Jadi dugaan ku memang benar Lan tidak mungkin mencelakakan pangeran kedua dengan sengaja"Pikir permaisuri.
Permaisuri begitu terlelap dalam pikirannya membuat Hong Lian yang ada di sana merasa cemas mengingat permaisuri yang dulu.
"Permaisuri bukankah anda sudah tau tentang hal ini kenapa anda begitu terkejut?"Tanya Mu Qing membuat permaisuri tersadar.
Permaisuri makin terkejut mendengar hal itu.
Jika Lan tahu kenapa ia tak membela dirinya?
Kenapa ia tetap diam?
Begitu banyak pertanyaan yang muncul di benak permaisuri.
Kesedihan dan rasa bingung ingin tahu bercampur aduk dalam hatinya.
Mu Qing terdiam hingga Hong Lian mengatakan kepadanya bahwa permaisuri sudah melupakan semuanya.
"Permaisuri melupakan banyak hal di masa lalu, beliau mungkin tidak mengingat kejadian 4 tahun lalu itu"Kata Hong Lian menjelaskan.
Mu Qing sekilas terdiam lalu berniat mengalihkan topik melihat tampang permaisuri yang tampak pucat seketika.
"Yang Mulia bagaimana kabar pangeran Ling?"Tanya Mu Qing mengalihkan topik pembicaraan.
Permaisuri tersenyum pahit lalu menatap
Mu Qing sekilas.
"Dia baik-baik saja!"Jawab lirih permaisuri.
Permaisuri mendongakkan kepalanya, mata nya berkaca-kaca.
Terlihat sengaja menahan air matanya yang hampir tak terbendung.Lalu menyekanya diam-diam.
Hong Lian yang mengetahui hal itu mengisyaratkan kepada Mu Qing untuk mengundurkan diri.Mu Qing lantas saja mengerti dan menganggukkan kepalanya.
"Permaisuri!, hamba izin undur diri!"Kata
Permaisuri menolehkan kepalanya ke arah Mu Qing lalu menganggukkan kepalanya tanpa berkata apapun lagi.
Setelah Mu Qing pergi meninggalkan istana phoenix.
"Apa anda baik-baik saja Yang Mulia?"Tanya Hong Lian cemas.
Permaisuri terdiam sejenak lalu mengalihkan pandangannya ke arah Hong Lian ia tatapnya tatapan sendu Hong Lian.
"Aku tidak apa-apa!"Jawab permaisuri dengan senyum pahitnya.
"Hanya sedikit terkejut"Lanjut permaisuri yang hampir tak kuasa menahan air matanya.
Hong Lian yang kala itu melihat junjungannya tengah terpukul lantas menghampiri nya dan memeluknya dengan pelukan hangatnya.
Kenapa kenapa?
Perasaan permaisuri tiba-tiba terbawa oleh kesedihan dan kepedihan yang Tian Lan alami, seolah hati mereka terhubung bisa merasakan satu sama lain.
Hong Lian ikut terenyuh melihat betapa hancurnya permaisuri saat ini.
Ia pikir sudah lama sekali ia tidak memeluk permaisuri yang polos itu.
Sudah lama sekali permaisuri menahan rasa sakit sendirian dan tidak membiarkan ia meringankan kepedihan yang ada di
dalam hatinya.
Rasa takut, sedih, pilu yang ia simpan sendiri hingga membuatnya menjadi sosok dingin tak berperasaan yang di kenal banyak orang.
Ingin sekali Hong Lian menuntun junjungannya itu di masa tergelapnya.
Namun,,,,,,ia selalu menyimpan kesedihannya sendirian.Tetap tersenyum walau terluka hanya karna tak ingin menjelaskan alasan kenapa ia ada dalam keadaan yang memilukan itu.
Hingga pada akhirnya senyuman itu memudar, keriangan juga tingkah konyol nya tak lagi menghangatkan suasana istana phoenix.
Yang ada sekarang istana ini begitu sepi, senyap dan tenang.
Tak seperti dulu yang hari-harinya terdengar suara tawa sang permaisuri yang selalu membuat tingkah dan melakukan begitu banyak kekonyolan.
"Permaisuri!"Hong Lian melepaskan pelukannya.
Permaisuri hanya diam ia tak masih kuasa menahan air matanya.
Dengan mata berkaca-kaca permaisuri menatap Hong Lian sekilas.
"Aku ingin tidur sekarang!"Kata permaisuri dengan suara rendahnya.
Hong Lian tersenyum sendu ke arah permaisuri lalu memapahnya untuk menuju kamarnya.
"Lan sebanyak apa rahasia yang kau sembunyikan?"
"Seberapa banyak rasa sakit yang
kau pendam?"
"Begitu banyak hal yang tak aku pahami"
"Apa ini alasanmu hingga terus ingin mati saja daripada menahan kepedihan yang begitu menyayat ini?"
Permaisuri terus bertanya dalam hati.
Hingga membuatnya termenung begitu lama.
Hong Lian hanya bisa diam.
Menatap permaisuri yang tengah termenung dengan tatapan sendunya.
Suasana kala itu begitu hening hingga,,,,,
"Yang Mulia kaisar tiba!!"
Penyambutan itu lantas menyadarkan permaisuri dari lamunannya, ia lantas bangun dari duduknya menyambut kedatangan sang kaisar.
"Apa maksud kedatangan kaisar?"Pikir permaisuri dalam hati.
Penasaran?
Tunggu author terus di episode selanjutnya ya!
~❄WO AI NI❄~