
❄️ SNOW FLOWER❄️
EPISODE 46
Di aula utama istana phoenix ...
Para selir tampak berkumpul, suara mereka menggema ke seluruh penjuru aula.Selir kehormatan Yun yang baru saja datang menghentikan langkahnya sesaat, hingga terdengarlah sambutan yang begitu keras yang membuat para selir berjajar rapi untuk memberi jalan.
Para selir dengan wajah yang tertunduk dan juga badan yang sedikit membungkuk menyambut Selir Kehormatan Yun hingga ia menduduki tempatnya yang berada di barisan yang paling depan.
"Selir kehormatan Yun telah tiba!"
Dengan wajahnya yang begitu percaya diri, ia dengan angkuhnya menduduki tempatnya, sebagai kepala selir ia memang selalu ada di barisan terdepan.
Dulu bahkan para selir di wajibkan untuk memberikan salamnya kepadanya setiap pagi.Setelah istana phoenix tak menerima kunjungan lagi.Ia bukanlah selir utama, targetnya untuk sementara ini adalah naik pangkat menjadi selir utama yang posisinya tak jauh berbeda dengan permaisuri, walau statusnya masih di bawahnya.
Tak lama kemudian ...
"Selir kehormatan Rong telah tiba!"
Sependudukannya Selir Rong di tempatnya yang berada tak jauh dari permaisuri, semua orang mulai mempertanyakan siapa yang paling berkuasa di antara keduanya?
"Bukankah itu Selir Kehormatan Rong?, sangat jarang dia ikut memberi salam seperti ini" bisik salah seorang selir.
"Kudengar ia hamil?, mungkin kita bisa sedikit menjilatnya"
"Aiii, kau tak pernah dengar, ia putri dari kerajaan faksi barat, pantas saja kaisar memperlakukannya dengan sangat baik"
"Lagi satu, aku dengar dia jarang sekali berinteraksi dengan orang lain, dan juga sekalipun kalian adalah penjilat yang handal dia tak akan dengan mudahnya memihak kepada kita"
Begitu banyak yang mereka katakan, hal itu membuat Selir Kehormatan Yun sangat jengkel siapa yang berani bersaing dengannya?
"Kalian semua diam, beraninya kalian membicarakan Selir Kehormatan Yun selagi beliau ada di sini?" bentak pelayan pribadi Selir Yun.
"Aiiyaaa, Adik Yun bagaimana caramu menjelaskan kepadaku, pelayanmu ini begitu lancang ya!, baru saja mau masuk sudah mendapat pertunjukan yang menarik seperti ini," Permaisuri Lan mulai melangkahkan kakinya tanpa adanya penyambutan, mengingat kejadian kemarin beberapa selir sempat gemetaran saat permaisuri berjalan melewatinya.
"Salam Yang Mulia!" Selir kehormatan Rong lebih dulu memberikan salamnya.
Permaisuri melirik dengan ekor matanya, ia menatap sinis ke arah Selir Kehormatan Yun yang masih saja berdiri tegap dan tak antusias untuk menyambut kedatangannya.
"Selir kehormatan Yun, apakah Anda tidak menyapa permaisuri?" tanya Selir Rong dengan senyum canggungnya.
Suasana kala itu menjadi sangat hening, Selir Yun yang mulai pasrah pun akhirnya hanya bisa menghela napasnya dan memberikan salamnya kepada sang permaisuri.
"Maaf atas kelancangan Hamba, Yang Mulia!" ucapnya seraya membungkuk.
"Inginku tertawa tapi takut dosa!"
"Inginku berteriak, namun aku masih sayang dengan kepalaku yang satu ini!"
"Permaisuri, aku mendukungmu!"
Mungkin jika permaisuri mendengar suara hati mereka, ia akan tertawa sekeras-kerasnya, entah sejak kapan wanita kaisar yang penuh keanggunan dan sopan santun yang begitu di jaga menjadi begitu bar-bar jika mendapati tontonan yang menarik seperti yang mereka lihat sekarang.
"Ah, maaf kalau ini melukai harga dirimu!, aku akhir-akhir ini menjadi sangat pelupa," lanjut permaisuri menepuk jidatnya kata-katanya itu seolah makin menggelitik perut semua orang yang ada di sana.
Mungkin selepas mereka meninggalkan istana phoenix mereka akan tertawa di sepanjang jalan pulang.Harga diri yang terluka?, yang benar saja.Tiba-tiba seorang Tian Lan yang begitu bengis dan dingin itu memiliki sisi humor?, siapa yang berani menyangkanya?
Selir Rong tersenyum samar, ia terkejut dengan guyonan yang permaisuri buat, sisi barunya yang kali ini mengejutkan semua orang.Namun ia sedikit merasa canggung terhadap Selir yang berkedudukan sama dengannya itu.
Sedangkan di lihat dari raut wajahnya, permaisuri sepertinya tak merasa canggung ataupun merasa bersalah sekalipun.Ia malah menjadikan salah seorang selir suaminya terlihat seperti salah satu bahan leluconnya.
"Ehem" Selir Kehormatan Yun membatuk, ia sengaja agar suasana kembali hening seperti sediakala.
Melihat itu, permaisuri dengan begitu cepatnya mengubah ekspresi wajahnya menjadi begitu datar, suasana menjadi semakin canggung saja!
"Adik Yun maaf, bukannya aku meragukan caramu mendidik pelayanmu itu, bahkan pelayan pribadiku tak pernah bicara selancang itu terhadap siapapun yang statusnya jauh lebih jelas daripadanya," jelas permaisuri merendahkan.
"Walau begitu, mereka tetap selir kekaisaran, jadi tolong ajari dia cara bertindak sebagaimana posisinya!" lanjut permaisuri.
Selir kehormatan Yun terdiam, ia begitu geram dengan keadaan yang berbalik melawannya ini, ia mencengkram roknya erat-erat serta menggigit bibir bawahnya menahan amarahnya yang hampir tak tertahankan lagi.
"Ini baru awalnya saja!, penderitaan dan rasa malu yang Tian Lan rasakan ... aku akan membalasnya berkali-kali lipat dari penderitaan yang ia rasakan!"
Senyum seringai kembali menghiasi bibir mungil permaisuri, ia melayangkan pandangannya jauh ke arah pintu keluar.'Hari baru telah di mulai!'
Selir kehormatan Rong yang sedari tadi memperhatikan permaisuri, mulai merasakan hal yang aneh pada diri permaisuri."Darimana asal keberanian yang selama ini tak pernah terbayang di mata Anda?"
"Apa karna Master Liliang?"
Permaisuri kembali melayangkan pandangannya ke arah Selir Kehormatan Yun, ia menggeser bibir bawahnya seolah meledeknya.
"Aku akan membalas setiap apapun yang kau lakukan terhadap Lan!"
BERSAMBUNG ...
...~❄️我爱你❄️~...