
❄️ SNOW FLOWER❄️
EPISODE 48
Di istana phoenix ...
Sudah 2 minggu sejak kaki terakhir kaisar mengunjungi tempat ini.Permaisuri tampak duduk di ruang tamu istananya di temani penggerus tinta, kuas juga selembar kertas yang terbentang di meja yang ada di hadapannya.Di luar ruangan tampaklah Nu Shen, Hong Lian juga Min Ru tengah berjaga di luar.
Permaisuri memasang wajah seriusnya, ia sepertinya begitu serius dengan apa yang tengah ia kerjakan.Seolah terlelap dalam setiap goresan tintanya, ia tak sadar pikirannya mulai kemana-mana.Raut wajah wanita itu kini begitu masam.
Entah sejak kapan ia begitu, jarang sekali ia geram hanya karena masalah kecil.Suasana hati yang berubah-ubah, seolah memperingatkan siapapun untuk tidak mencari masalah dengannya.Ia membuang mukanya, kini biji matanya menatap keluar jendela, wanita itu menatap lekat-lekat rombongan kaisar yang berlalu lalang di depan istananya.Sepertinya ia lagi-lagi mengunjungi tempat Selir kesayangan itu, yang tempatnya tak jauh dari kediamannya.
"Ck, Ucapanmu memang tak bisa di pegang lebih lama lagi ... mungkin untuk sekarang ataupun seterusnya aku hanya bisa bergantung kepada Liliang!" ucap wanita itu sedikit memiringkan bibir atasnya, dengan tatapan mata yang merendahkan.
Kaisar sekilas membalas tatapan mata istrinya itu, ia balasnya tatapan sinis permaisuri dengan senyum canggungnya yang tersungging.Wanita itu terdiam, lagi-lagi ia membuang mukanya dari pandangan sang kaisar dan meletakkannya kuas di tangannya dengan sedikit hentakan keras.
TEKKK
Suara kedua kayu yang bertepuk memecah keheningan kala itu.Permaisuri meninggalkan ruang tamu istananya dan beranjak ke halaman belakang istananya yang di penuhi dengan guguran bunga persik yang mulai berjatuhan seperti air yang turun dari langit.
Permaisuri sekadar melepaskan kekesalannya, wanita itu kini diam tak bergeming.Ia tak peduli dengan apa yang kaisar dengar tentangnya dari selir kehormatan Yun, entah itu buruk ataupun tidak ... ia serasa tak peduli dan tak mau tahu apapun itu.
Kini wanita itu lebih acuh tak acuh.Sang kaisar yang tampak hanya mengunjungi tempat Selir Kehormatan Yun itu selama beberapa minggu terakhir, ini seolah hanya merusak suasana hatinya setiap kali melihat suaminya itu melintas di sekitar istana phoenix untuk mengunjungi tempat selirnya.
Kini ia duduk bersandar pada batang pohon persik yang rindang, wanita itu mulai selonjoran.Memetak-metak ubun-ubunnya ke batang pohon yang ia sandari.Bunga-bunga mulai berjatuhan, semilirnya angin membawanya jatuh perlahan dan menimpa wajah wanita yang tengah bersandar di bawahnya.
Kelopak bunga persik itu begitu indah, namun saat jatuh dan menutupi pelupuk mata wanita itu ... keindahan kelopak bunga persik tersebut sirna jika bersanding dengan kelopak mata indah milik sang permaisuri, wanita itu mendesah kesal.
Wanita itu kini melayangkan pandangannya kearah langit yang membentang luas, begitu jauh dia memandang.Ia mulai mengerenyit, suasana hatinya kali ini benar-benar racau.
Hari mulai gelap ...
Permaisuri beranjak kembali ke dalam istananya, wanita itu langsung melewati para pelayan pribadinya tanpa berkata sepatah katapun.Lagi-lagi ... wanita itu melewatkan makan malamnya, tak sadar jika tubuhnya sudah begitu kurusnya.
Ia mengganti pakaiannya sendiri, membuang wajahnya dan menarik selimutnya hingga setinggi bahunya.Ia membelakangi pandangan semua orang yang belum lagi selesai berkemas, untuk membersihkan kamar junjungannya sebelum dia selesai menghabiskan waktu makan malamnya.
Sedangkan di sisi lain dengan tampang wajahnya yang berseri-seri, kaisar berjalan menuju ruang utama istana phoenix, mengingat ini adalah waktunya istrinya untuk makan malam, ia sengaja membawakan tang hulu kesukaan sang istri.
Untuk saat ini ... ia tak berniat merusak suasana hati wanita itu, mengingat Selir Kehormatan Yun yang sudah tak lagi mempermasalahkannya.Namun .... sesampainya di ruang utama, kini biji matanya berkeliaran mencari sosok istri tercintanya itu.Ia tak kunjung menemukannya, ia berbalik ke arah ke-3 pelayan pribadi permaisuri.Tanpa adanya lontaran kata dari sang kaisar Hong Lian menjawab"Permaisuri sudah tidur lebih awal Yang Mulia ... beliau telah melewatkan makan malamnya!"
Wanita yang telah lama menjadi pelayan pribadi permaisuri yang satu ini begitu peka, tanpa bertanya pula ia sudah tahu pasti apa yang pria itu tengah cari-cari.
Kaisar bergegas menuju ke arah kamar tidur milik sang permaisuri ... pria itu kini terpaku di pintu masuk.Ia mendapati istrinya itu tengah tertidur pulas di balutan selimut yang menutupi kulit putihnya, wajahnya yang masih tersuguhkan ... terpapar oleh sinar rembulan yang redup Kaisar terpaku, ia mengagumi sosok yang begitu indah yang terasa nyata di matanya.
Langkah kakinya mulai mendekat, ia menatap wajah permaisurinya dengan senyum hangatnya, ia menghela napas lega.Entah kenapa hanya dengan memandangnya hatinya kini telah tenang.
SEKEDAR INFORMASI !
UNTUK BEBERAPA HARI KEDEPANNYA SAYA TIDAK UP SEPERTI BIASANYA, SAYA SANGAT SIBUK, BEGITU BANYAK URUSAN DI REAL LIFE YANG TIDAK BISA DI KESAMPINGKAN.
HARAP PARA PEMBACA MEMAKLUMI KENDALA YANG SAYA ALAMI.
...~❄️我爱你❄️~...