Sang Perfeksionis 2 : Dirgantara

Sang Perfeksionis 2 : Dirgantara
Cincin


Di sebuah lokasi, Igan dan Ilona tengah melakukan kegiatan syuting untuk membuat videoklip lagu duet terbaru mereka.


Ilona tampak begitu lengket dengan Igan. Kemana Igan pergi, di situ ada Ilona. Para kru dan orang-orang yang terlibat di sana pun sudah hafal betul kelakuan pasangan muda itu.


Di lokasi tersebut ternyata sudah ada beberapa wartawan dari media cetak, maupun elektronik.


Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan berita teraktual, mengenai kedekatan Igan dan Ilona yang tampak makin mesra dan intens. Igan yang semula tampak bersikap seperlunya saja, kini sudah mulai mau mengimbangi gaya Ilona yang selalu manja padanya.


"Mbak Lona, Mas Igan, banyak wartawan yang minta wawancara tuh di luar. Bisa enggak?" tanya salah seorang kru.


Ilona dan Igan saling tatap sebelum menjawab.


"Pasti bisa dong, sebentar." sahut Ilona.


Kru itu langsung keluar untuk menemui para wartawan.


"Kok wartawan tuh tau aja ya kita lagi di mana?" tanya Igan.


"Ya tau lah, Sayang. Kan aku selalu share kegiatan aku di sosmed. Kamu juga harusnya main sosmed dong, biar makin deket sama wartawan dan penggemar." sahut Ilona.


"Enggak, aku males main sosmed." timpal Igan.


"Ya udah, yuk kita temui wartawan-wartawan di luar? Kasian lho udah pada ke sini nungguin kita kasih konfirmasi."


Igan mengerutkan dahi, "Konfirmasi? Konfirmasi apa?"


"Konfirmasi kalo kita udah makin serius dong ... Oh iya, aku juga udah enggak sabar deh pengen cepet nikah sama kamu, Gan." ujar Ilona blak-blakan tanpa merasa risih.


"Ya ... kita sih udah makin serius, tapi ... kalo buat nikah dalam waktu dekat, aku masih butuh banyak banget persiapan Lon."


"Ya udah, tapi kalo tunangan dulu kamu mau kan?" desak Ilona dengan lembut dan senyum menggoda, seraya mengelus lengan sang pria pujaan.


"Ya, tunangan dulu." sahut Igan, dengan datar dan lancar.


Ilona bersorak dalam hati, senyum lebar sontak menghias wajahnya.


Yesss!! akhirnya kamu mau juga Gan aku ajak cepetan tunangan! batin Ilona, girang.


"Ya udah, yuk kita keluar!" ajak Ilona sembari menarik tangan Igan.


Igan menuruti saja apa kata Ilona, ia tampak seperti orang yang sedang dalam kendali.


Mereka berdua akhirnya menemui para wartawan yang sudah menunggu di luar lokasi syuting. Bak semut melihat gula, wartawan-wartawan itu langsung mengerubungi pasangan fenomenal itu.


"Mbak Lona sama Mas Igan, keliatannya makin lengket aja nih sekarang. Udah sejauh apa sih hubungannya?" tanya salah seorang wartawati.


"Ya ... seperti yang kalian semua liat aja, aku sama Igan emang makin deket dan berencana untuk serius." sahut Ilona sambil menebar senyum khasnya.


"Terus, rencana ke depannya gimana?" tanya wartawan lainnya.


"Kalo rencana ke depannya sih udah jelas ya, aku sama Igan mau nikah. Tapi ... mungkin enggak dalam waktu dekat." jawab Ilona.


"Iya, saya belum siap kalo harus nikah dalam waktu dekat." imbuh Igan.


"Kira-kira berapa lama lagi nih Mas siapnya?" wartawati itu kembali bertanya.


"Belum tau, nunggu waktu yang tepat aja nanti." sahut Igan.


"Tapi yang jelas, dia mau ngelamar aku dulu katanya." ujar Ilona dengan senang dan melingkarkan tangannya ke lengan Igan.


"Kapan, Mbak?"


"Secepatnya. Kalian tunggu aja kabar dari kami, ya?" sahut Ilona.


"Tapi Mas Igan udah kasih cincin ya ke Mbak Lona sebagai tanda keseriusan?" cecar wartawan.


"Oh ... kirain cincin yang dipake Mbak Lona itu cincin dari Mas Igan, soalnya semenjak pake cincin itu kalian jadi makin keliatan mesra." celetuk salah satu wartawan.


"Cincin yang mana, Mas?" tanya Igan, penasaran.


"Yang itu, yang ada batu warna merahnya." sahut wartawan itu.


Menyadari hal itu, Ilona berusaha untuk mengalihkan perhatian.


"Oh ... kalo ini sih cincin saya sendiri, Mas. Nanti Igan pasti kasihnya yang lebih bagus, iya kan Sayang?" ujar Ilona, seraya mengelus dagu Igan.


"Iya, pasti." sahut Igan.


"Ya udah, wawancaranya sekian dulu ya temen-temen. Soalnya mau mulai syuting lagi, makasih ya udah dateng ke sini. Nanti kalo ada info lagi, aku pasti ngabarin kok lewat sosmed. Oke? Thank you semua ...." ujar Ilona mengakhiri wawancara.


Para wartawan itu pun mulai meninggalkan lokasi setelah Igan dan Ilona mulai beranjak.


"Jadi kapan kamu mau ngelamar aku?" tanya Ilona saat berjalan menuju lokasi.


"Secepatnya, setelah kita ketemuan sama orang tuaku. Oke?" sahut Igan.


Ilona sontak menghentikan langkah dan mematut wajah masam, membuat Igan ikut berhenti dan menatapnya heran.


"Kenapa ...? Kok cemberut?" tanya Igan, lembut.


"Aku enggak mau ah ketemu sama orang tua kamu!" tukas Ilona.


"Loh, kenapa? Kan kita harus minta restu mereka? Kalo kamu masih punya orang tua juga, pasti kita ketemu mereka dulu."


"Tapi orang tua kamu itu otoriter, Sayang ... Mereka kayaknya enggak suka sama aku, terutama ayah kamu."


Igan terdiam sejenak, dalam hati ia pun membenarkan kata-kata Ilona.


"Kalo kita ketemu mereka dulu, yang ada kita bakalan batal tunangan. Boro-boro sampe nikah!" imbuh Ilona, dengan nada kesal.


Igan menghela napas dalam-dalam, ia mengelus rambut Ilona yang tergerai.


"Ya udah ... terus kamu maunya gimana ...?" tanya Igan dengan lembut.


"Aku enggak mau ketemu mereka, kita langsung tunangan aja! Nanti kalo mau nikah juga gitu, kita nikah dulu baru ngasih kabar ke mereka. Kamu juga kan anak laki-laki, jadi enggak masalah dong Sayang ...!" rengek Ilona.


Lagi-lagi Igan menghela napas lalu tersenyum.


"Ya udah ... aku setuju aja kalo emang itu bikin kamu seneng. Sekarang senyum dong?" bujuk Igan.


Ilona lantas tersenyum dan memeluk Igan dengan erat. Dalam hati ia bersorak karena lagi-lagi telah berhasil menaklukkan seorang Dirgantara Erlangga.


*


Satu bulan berselang, Igan dan Ilona pun mantap melakukan acara tunangan, namun tanpa dihadiri oleh kedua orang tua Igan. Hanya Om Bono dan istrinya yang hadir.


Keduanya menghelat acara tersebut dengan cukup mewah di ballroom salah satu hotel berbintang.


Ilona mengumumkan acara pertunangannya dengan Igan, hanya satu jam sebelum acara dimulai. Ia mengumumkannya lewat sebuah story di akun sosial medianya agar para wartawan infotainment datang meliput.


Sedangkan untuk orang-orang yang sengaja ia undang secara internal, harus memakai dresscode khusus dan membawa undangan ketika hendak menghadiri acara. Jika tidak, maka tidak diizinkan untuk menghadiri acara.


Hal itu ia atur sedemikian rupa tentu dengan tujuan agar pihak keluarga Igan tidak mengetahui dan tak ada persiapan jika hendak hadir.


Tia yang sudah mulai mengikuti akun sosmed Ilona pun melihat story yang Ilona buat, karena ingin mengetahui kabar terkini tentang Igan dan gadis jutek itu. Tia sangat terkejut, bukan semata karena berita pertunangan Ilona dan Igan, namun ada sesuatu yang membuat mata Tia membelalak.


Cincin itu ... gue pernah liat cincin itu!