Penggoda King Mafia

Penggoda King Mafia
PKM BAB 96 - Paman Ruzel


Beruntung dokter Luna menghadiri pesta pernikahan Freya jadi dia langsung membantu proses melahirkan Ellen di kastil medis.


Ternyata sebelumnya Ellen sudah mengalami pembukaan jalan lahir jadi jarak setelah pecah ketuban sampai dengan pembukaan jalan lahir yang sempurna tidak berselang lama.


"Jadi begini rasanya," keluh Ellen yang merasakan sakit luar biasa.


"Tolong panggil suamiku," pinta Ellen karena ingin ditemani Draco saat melahirkan.


Draco sendiri mempersiapkan hatinya, saat dokter Luna memanggilnya, Draco segera ikut masuk ke tempat di mana istrinya berada.


"Drac..." panggil Ellen dengan mata berkaca-kaca. "Rasanya tidak seenak saat membuatnya!


Draco tidak tahu harus bagaimana, dia hanya bisa menggenggam tangan Ellen, setidaknya jika dia tidak ikut merasakan sakit, dia selalu ada di samping istrinya.


Teriakan Ellen menggema di ruangan itu ketika berusaha mengeluarkan anak pertamanya.


"Aku pasti bisa," ucap Ellen yang selalu optimis.


"Sebentar lagi, Nyonya." Dokter Luna sudah bisa melihat kepala bayi dan meminta Ellen untuk mendorong lagi.


Ellen mengerahkan seluruh tenaganya dan tak lama suara tangisan bayi memekik di telinga semua orang yang ada di ruangan itu.


Hal pertama yang dilakukan Draco adalah mencium istrinya.


"Terima kasih sudah melahirkan penerusku," ucap Draco.


Ellen tersenyum haru sampai meneteskan air mata, banyak yang telah dia lalui selama masa kehamilan, semoga bayinya menjadi anak yang kuat seperti ayah dan ibunya.


"Bayinya laki-laki, King," ucap dokter Luna dengan menyerahkan bayi yang sudah dibersihkan itu pada Draco.


Draco menerima bayinya yang memejamkan mata setelah sebelumnya menangis dengan kencang.


"Siapa namanya?" tanya Ellen.


Draco mendekat dan membaringkan bayi itu disamping Ellen.


"Izek, aku memberinya nama itu. Izek De Servant!"


"Izek..."


"Izek..."


Ellen mencari putranya yang berlari dan bersembunyi. Balita yang baru bisa berjalan itu membuat Ellen kewalahan apalagi Ellen harus membawa perut besar untuk mencari Izek.


Ya, Ellen hamil lagi saat Izek berumur 3 bulan dan kehamilan keduanya ini bersamaan dengan kehamilan Freya.


"Aku lelah," keluh Ellen seraya duduk di kursi taman. Berbeda dengan kehamilan pertama, kehamilan kedua ini membuat Ellen cepat lelah dan hanya ingin bermalas-malasan.


"Biar saya yang mencari tuan muda Izek, Queen," ucap Abby yang menemani Ellen sedari tadi.


"Baiklah, aku istirahat di sini dulu," sahut Ellen sambil mengipas wajahnya yang penuh peluh.


Rupanya Izek saat ini sudah berhasil ditemukan oleh Ruzel. Anak itu bersilang dada dengan menatap Izek sinis


"Kau selalu membuat ibumu kelelahan," ucap Ruzel yang selama ini sangat menjaga kehamilan kedua Ellen. "Abby, dia ada di sini!"


Abby mendatangi Ruzel dan langsung menggendong Izek.


"Bawa dia bermain dan biarkan Queen beristirahat," ucap Ruzel kemudian.


Setelah itu dengan buah-buahan yang dia petik di hutan, Ruzel mendatangi Ellen dan memberikan buah itu.


"Makanlah buah-buahan ini, buahnya sudah aku cuci dan aku sendiri yang memetiknya," ucap Ruzel.


Ellen membalasnya dengan tertawa karena kehamilan kedua ini, Ruzel sangat menjaganya karena kata anak itu bayinya adalah perempuan.


"Baiklah," ucap Ellen seraya mengambil buah pemberian Ruzel.


Sementara Ruzel duduk di samping Ellen dengan sesekali mengusap perut buncitnya. Saat Ruzel mengusap bayi di dalam akan bergerak.


"Sepertinya bayinya menyukaimu, Kid," ucap Ellen.


Ruzel hanya tersenyum dan mendekatkan wajahnya di perut Ellen untuk berbisik. "Hai baby, ini Paman!"