
Sebelum pergi ke kamar Eros, Freya mendatangi Ellen di kamarnya untuk memberikan rancangan pesta pernikahan.
Freya mengetuk pintu beberapa kali tapi tidak ada yang membuka. Dia jadi mengingat beberapa kali melihat Draco dan Ellen yang bercinta di depan matanya.
"Haish, aku jadi memikirkan itu," gumamnya kemudian.
Saat Freya ingin pergi, pintu akhirnya dibuka oleh Ellen.
"Aku kira Abby, tadi aku minta cemilan padanya," ucap Ellen yang melihat Freya.
Freya tidak menanggapi, perempuan itu memberikan rancangan pesta pernikahan. "Lihatlah! Persiapan sudah delapan puluh persen!"
Tangan Ellen terulur untuk menerima rancangan pesta pernikahannya.
"Tanpa perlu aku melihatnya, aku sangat yakin padamu," sahut Ellen.
"Lebih cepat lebih baik, bukan?" tambah Freya.
Ellen mengangguk seraya mengelus perutnya yang masih rata. "Ya, kau benar. Statusnya harus jelas!"
"Kalau begitu, jangan menundanya lagi." Freya berkata dengan membalik badannya. "Aku pergi dulu!"
Freya berlalu dan memutar arah menuju kamar Eros, sebelum mengetuk pintu dia menoleh ke kanan dan kiri. Setelah dirasa aman, barulah Freya mengetuk sebanyak lima ketukan, pertanda jika dia yang mengetuk.
Tak lama pintu kamar Eros terbuka, terlihat Eros badannya masih basah karena dia cepat-cepat membuka pintu saat mendengar kode dari Freya.
"Kau sudah basah," komentar Freya sambil berlalu masuk.
"Aku baru selesai latihan dengan para anak buahku," sahut Eros dengan cepat menutup pintu kamarnya.
"Apa kau akan melakukan misi penting?" tanya Freya.
"Aku rasa begitu," jawab Eros.
"Kalau begitu, bawa aku bersamamu." Freya menarik tangan Eros sampai lelaki itu terduduk di sofa kemudian Freya mencium Eros dengan begitu dalam. "Kalau kau keluar duluan, aku anggap itu jawaban iya."
"Kalau aku keluar duluan, aku akan menerima tanggung jawabmu," sahut Freya.
Mendengar itu, Eros bergegas membuka handuknya. Dia akan memberi permainan terbaik malam ini supaya Freya merasa puas dengannya.
Namun, semua tidak sesuai dengan apa yang diharapkan Eros, malam ini Freya menguasai permainan.
Gadis itu bergerak dengan lincah di atas tubuh Eros, sesekali Freya menunduk untuk mencium dan memainkan buah dada Eros yang berotot.
"Bagaimana?" tanya Freya dengan terengah-engah. "Aku belajar ini dari Ellen!"
"Ellen?" Eros mengerutkan keningnya karena tidak mengerti.
"Ellen sering melakukan ini untuk menggoda Draco saat aku menjadi istrinya dulu," jelas Freya semakin menaik turunkan tubuhnya.
"Apa kau juga tergoda padaku?"
Eros tidak bisa menjawab karena dia begitu menikmati permainan Freya. Apalagi saat melihat buah dada Freya yang naik turun, dia tak kuasa untuk menyesap dua bukit kembar itu.
"Eros..." Freya mendongakkan kepalanya ke belakang dengan mengelu-elukan nama laki-laki yang bercinta dengannya saat ini.
Sementara Eros sendiri merasa terkejut karena rasanya, Freya baru kali ini memanggil namanya.
"Panggil namaku lagi," pinta Eros kemudian.
Freya memeluk Eros dan berbisik di telinga lelaki itu. "Eros... Akh!"
Hanya dengan bisikan itu membuat Eros tidak bisa menahan diri lagi, dia ikut menghentak dari posisinya yang duduk dan membuat permainan semakin panas.
Sedetik kemudian, Eros mengangkat tubuh Freya dan memuntahkan cairan es krim di perut Freya. Akhirnya lelaki itu kalah karena keluar duluan.
"Kau kalah, Komandan. Jadi, kau harus membawaku dalam misi mu nanti," ucap Freya.