
Loyd yang mendapat laporan jika Draco bergerak di malam hari segera memberitahu pasukannya secara diam-diam. Jangan sampai informasi ini bocor karena masih ada pasukan yang membela Robert di De Servant.
"Kita akan berpihak pada Robert sampai king Draco datang," ucap Loyd memberi perintah.
Kemudian Loyd memeriksa seluruh keadaan istana, pada saat itu Robert tengah mabuk-mabukan bersama Agatha dan para wanita lainnya.
"Cepatlah, King!" batin Loyd yang merasa waktunya sangat tepat karena Robert yang lengah.
Tapi, gerak-gerik Loyd rupanya sudah diawasi seseorang yang mendukung kedudukan Robert dan ingin merebut posisi Loyd. Orang itu melapor pada Robert jika Loyd diam-diam membentuk pasukan.
"Apa kau bilang!?" Robert tampak geram. Dia memecah botol wine hingga botol itu hancur berkeping-keping di lantai.
"Cepat bawa Loyd kemari!?" perintahnya.
Orang itu berseringai dan segera mengumpulkan anggota lainnya. Sementara Robert pergi untuk mempersiapkan dirinya.
Sebelum itu, Robert menyempatkan diri untuk menatap foto Amelia. Robert terkekeh sambil meneteskan air matanya.
"Apa kau melihatku sekarang, Amelia?" tanya Robert.
"Apa kau ingin bertemu dengan anak-anakmu? Aku pasti akan mengabulkannya!?"
Robert kemudian mengambil pedang katana milik Draco. "Sedikit lagi, bersabarlah Amelia!"
Sementara Draco sendiri sedari tadi hanya duduk dan menutup matanya. Dia tidak ingin berbicara dengan siapapun termasuk Ellen.
"Kau kenapa?" tanya Freya yang melihat wajah Ellen tampak memucat.
"Aku merasa mual," jawab Ellen sambil memegangi perutnya.
"Seharusnya kau memakai kontrasepsi kalau sudah begini akan menambah beban kami semua," ucap Freya jadi cemas akan keadaan Ellen.
"Aku baik-baik saja, biasanya sebentar lagi akan hilang sendiri," sahut Ellen seraya menatap Draco. "Aku justru memikirkan nasib bayiku nanti!"
"Aku masih tidak mengerti jalan pikirannya," ucap Ellen yang merasa usahanya sia-sia selama ini.
"Kau tidak perlu mengerti tapi cukup kau rasakan saja," sahut Freya ambigu. Gadis itu melihat keadaan luar yang gelap, sepertinya mereka akan segera sampai. "Bersiap-siaplah, Ellen. Fokus pada misimu!"
Ellen membuang nafasnya kasar, dia harus mengesampingkan urusan pribadi terlebih dahulu.
"Kita berhenti dan turun di sini!" Eros mulai memerintah. Mereka akan menyusup untuk masuk ke De Servant.
Karena sebelumnya tim sudah mendapat tugas masing-masing, mereka akan fokus pada tugas mereka.
"Berhati-hatilah," ucap Kerel saat akan melepas Rara. Lelaki itu mencium istrinya sejenak dan hal itu disaksikan oleh Ellen.
"Mereka membuatku iri," gumamnya. Tapi, Ellen tidak ingin melakukan hal seperti itu pada Draco. Dia justru mendekati Ruzel yang akan pergi bersama Rara.
"Hei Kid, jagalah dirimu. Tubuhmu yang kecil memudahkan mu untuk menyelinap dan bersembunyi. Kau harus tumbuh besar dan menjaga bayiku nanti," ucap Ellen seraya mengelus rambut Ruzel.
Ruzel mendekat kemudian menundukkan badannya dan meletakkan telinganya di perut Ellen. "Aku rasa bayinya laki-laki!"
"Benarkah? Memangnya kalau laki-laki kau tidak mau menjaganya?" tanya Ellen.
"Laki-laki tidak boleh cengeng, aku akan menjaga bayimu kalau bayinya perempuan," ucap Ruzel.
Ellen mengusap-usap dagunya. "Baiklah, aku akan membuat bayi perempuan untukmu nanti!"
"Sekarang tugasmu adalah selamat!"
Ruzel menaikkan kedua bahunya. "Serahkan saja padaku!"
_
Maaf baru up ya gaes ya🤧