Penggoda King Mafia

Penggoda King Mafia
PKM BAB 84 - Suka Sama Suka


Sudah lebih dari lima menit tapi Freya masih dalam posisinya yang memejamkan mata. Eros yang sedari tadi memperhatikan perempuan itu berinisiatif untuk mendekat dengan merangkak dan menahan tubuhnya di atas Freya.


Eros kemudian menundukkan wajahnya dan berbisik di telinga perempuan itu. "Apa kau tertidur?"


"Bagaimana mungkin aku bisa tertidur saat ada seorang pria matang memperhatikan aku dari tadi," sahut Freya seraya membuka matanya. Hal pertama yang dia lihat tentu saja wajah Eros yang berada di atasnya.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Eros.


"Nothing," jawab Freya dengan helaan nafas. "Aku pikir setelah Robert mati, semua akan baik-baik saja tapi..."


Freya tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena air matanya tiba-tiba menetes.


Dan hal itu membuat Eros menyeka air mata perempuan itu.


"Katakanlah, berbagilah denganku!" pinta Eros.


"Semua yang telah terjadi, aku belum bisa melupakannya," sambung Freya yang masih merasa sakit hati.


Mendengar itu, Eros mencium Freya dengan lembut, mereka saling melilit satu sama lain sampai kehabisan oksigen, barulah ciuman terlepas.


"Kau bisa melupakannya pelan-pelan, isi pikiranmu sekarang hanya denganku dan ganti dengan kesenangan," ucap Eros.


Freya mengecup bibir Eros sejenak dengan meraup wajah lelaki itu. "Tunjukkan kesenangan itu!"


"Baiklah, kau hanya perlu menikmatinya, Freya," ucal Eros seraya menaikkan satu kaki perempuan itu dan menciumnya dari ujung kaki dan merambat ke atas sampai ke paha.


Freya menggigit bibir bawahnya menahan geli, baru kali ini dia diperlakukan seperti itu. Malam ini, Freya ingin melupakan rasa sakit hatinya, dia ingin memenuhi pikirannya dengan Eros.


"Apa benar tidak apa-apa? Setelah ini kau akan menjadi milikku!" Eros membuka kedua kaki Freya dan meminta persetujuan untuk masuk setelah dia memberikan pemanasan yang cukup.


Freya gugup, dia hanya bisa menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Tahanlah, mungkin akan sedikit sakit tapi setelah itu, kau pasti akan menikmatinya," ucap Eros seraya mengecup kening Freya. Dia kemudian mencium bibir perempuan itu supaya rileks.


"Aku tidak percaya kita akan melakukan ini jadi aku tidak punya persiapan," ucap Eros yang akan mencapai puncaknya.


"Jangan keluarkan di dalam!" pinta Freya.


Eros menuruti permintaan Freya, lelaki itu mengeluarkan lelehan es krim ke wajah Freya dan itu terlihat sangat seksi.


Setelah tenaga mereka kembali, Freya segera membersihkan dirinya dibantu oleh Eros di bawah shower.


"Aku akan berbicara dengan King setelah ini," ucap Eros seraya menyabuni tubuh Freya.


"Untuk apa?" tanya Freya.


"Tentu saja menikahimu," jawab Eros.


"Tidak perlu, aku tidak mempercayai pernikahan lagi. Aku ingin kita seperti ini saja," ungkap Freya sambil membasuh semua tubuhnya dari sabun.


Perempuan itu kemudian memakai handuk dan meninggalkan Eros seorang diri yang mematung di tempatnya karena tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"King akan membunuhku!" gumam Eros.


Eros menyusul Freya dan bertanya lagi pada perempuan itu. "Apa kau yakin? Biarkan aku bertanggung jawab!"


"Kita melakukannya atas suka sama suka jadi kau tidak perlu bertanggung jawab," sahut Freya santai.


Freya memakai kembali gaun tipisnya yang tergeletak di lantai. Sebelum kembali ke kamarnya, Freya mendekati Eros dan mengelus pipi lelaki itu.


"Aku puas malam ini," ucapnya.


_


Ini yang diperawani siapa, yang puas siapa, yang minta tanggung jawab siapa?🤧