Penggoda King Mafia

Penggoda King Mafia
PKM BAB 38 - Sebenarnya II


Bukan hanya Dante yang dijadikan alat oleh Robert tapi Freya lah pion utamanya.


Ya, Freya adalah bayi perempuan Amelia yang telah dia culik dan besarkan selama ini.


"Apa maksudnya Ayah?" tanya Freya dengan bibir bergetar.


Jika Draco adalah saudaranya, berarti dia telah melakukan hubungan inses?


Robert tidak menjawab tapi matanya mengarah pada Draco di sana.


"Kau telah membunuh ayahmu sendiri dan kau telah menikahi bahkan meniduri saudaramu sendiri, hubungan inses kalian akan menjadi aib De Servant, kau pantas untuk dilengserkan!" ucap Robert kemudian.


Draco dan Freya tentu saja syok menerima kenyataan, terlebih Freya yang selama ini menganggap Robert adalah ayahnya.


Sementara Ellen sendiri menjadi geram pada Robert karena lelaki itu ternyata otak dari semuanya.


"Ellen, ikutlah bersamaku," ucap Enzo tiba-tiba. "Kau akan aman bersamaku!"


Awalnya saat di rumah sakit, Enzo ingin membunuh Ellen sampai dia ternyata jatuh hati pada gadis itu. Apalagi waktu yang telah mereka habiskan bersama, diam-diam Enzo mengamati Ellen.


Mendengar jika Draco mengabaikan Freya membuat Enzo membuka jalan untuk Ellen bisa masuk ke istana De Servant.


Saat Freya mempunyai saingan akan membuat perempuan itu semakin menginginkan Draco. Dan terbukti Freya melakukan segala cara supaya bisa menghabiskan malam bersama dengan suaminya yang dingin.


Bagi Enzo tidak masalah jika Ellen adalah bekas Draco, justru dia lebih menyukai perempuan yang berpengalaman, anggaplah Enzo mempunyai fetis yang aneh.


"Dalam mimpimu!" Ellen yang sudah lepas dari ikatan langsung berdiri dan menendang Enzo yang mendekat padanya.


"Hahaha... aku semakin menyukaimu Ellen!" Enzo justru semakin tertarik pada perempuan itu.


Kerel melirik ke arah Eros, mereka saling memberi isyarat untuk mundur karena keadaan Draco dan Freya yang sangat terguncang. Dalam kondisi seperti itu justru akan berbahaya jika melawan.


Apalagi pasukan yang mengepung penjara bawah tanah sudah mulai masuk atas perintah Loyd.


"Kita kalah jumlah dan terkepung," batin Eros yang memikirkan cara untuk kabur.


Pada saat itu, chip Ellen yang terjatuh menyala, Eros segera mengambil dan memasangnya. Ternyata itu kode dari Ruzel.


Eros langsung menarik Ellen menjauh sementara Kerel menarik Draco dan Freya.


Dan sedetik kemudian, dinding penjara bawah tanah itu meledak karena Ruzel berhasil memasang bom kecil.


Saat dinding meledak, Ruzel yang menyelinap dengan tubuh kecilnya segera melempar bola yang bisa mengeluarkan asap tebal.


Keadaan itu dimanfaatkan Eros dan Kerel untuk menjauhi penjara bawah tanah.


"Ikuti aku!" Kerel memimpin jalan untuk menuju tempat rahasianya dengan Draco.


Ruzel juga ingin cepat pergi tapi tangannya tiba-tiba dicekal oleh seseorang.


"Ayah!" serunya.


"Kau membuat ulah lagi!" Loyd yang berhasil keluar dari reruntuhan melihat bayangan dan langsung mengejarnya.


Ruzel tidak mau dikurung lagi oleh ayahnya jadi dia memberanikan diri untuk melawan. Ruzel menggigit tangan Loyd dan berlari keluar melewati celah sempit yang hanya muat dengan tubuh kecilnya.


"Ruzel!" teriak Loyd seraya memegangi tangannya yang tergigit.


Loyd jadi bimbang sekarang, kemudian dia memerintahkan anggotanya untuk membantu Robert dan Enzo yang terkena reruntuhan. Ditambah mereka harus cepat keluar karena takut ada runtuhan susulan.


"Cepat, kita harus segera keluar!" teriaknya.


Sementara Ruzel berlari dan bersembunyi untuk bergabung bersama Ellen dan lainnya. Ruzel kembali melacak di mana letak chip Ellen berada.


Sebelum ke sana, Ruzel mencari Rara dan meminta gadis pelayan itu membawa makanan.


"Jangan memanggilku anak kecil lagi," ucap Ruzel kemudian.


_


Iya2 lu bukan anak kecil, Zel😅 Jangan lupa siapin amunisi buat vote King Draco dan Queen Ellen di hari senin, ya🤭


Siap2 lakukan serangan balasan🔥