Penggoda King Mafia

Penggoda King Mafia
PKM BAB 45 - Lihat Saja!


"Apa rencanamu?" tanya Freya penasaran.


"Kita bicarakan nanti," jawab Eros yang matanya menatap langit. "Sepertinya sebentar lagi pagi!"


Freya mengikuti arah pandang Eros, dia sekarang tidak punya tujuan hidup. Kalau dulu, dia berusaha keras menunjukkan kemampuannya supaya diakui Robert. Tapi, sekarang?


"Apa yang membuatmu begitu setia dengan De Servant?" tanya Freya kemudian.


"Aku juga tidak tahu pasti tapi ayahmu dulu sudah membantuku saat keluargaku yang gila menjualku ke rumah bordir, pada saat usiaku masih seumur Ruzel, mulai dari situ aku bersumpah akan menyerahkan setiap tetes darahku untuk De Servant," jawab Eros yang tidak mau menutupi apapun.


"Ayahku?" Freya jadi berkaca-kaca. "Seperti apa dia?"


"Dia king yang sangat dikagumi pada masanya," balas Eros.


Freya tidak kuasa menahan air matanya, rasanya sungguh menyakitkan.


"Jangan menangis, Robert akan tertawa jika melihatmu seperti ini!" bujuk Eros.


Pada saat itu matahari sudah mulai nampak, Eros dan Freya menatap matahari terbit dalam diam.


"Awali hidup barumu dengan berani Freya," ucap Eros seraya berdiri dari duduknya. Dia mengulurkan satu tangannya pada gadis itu. "Ayo kita bergabung dengan yang lain!"


Ternyata saat Eros dan Freya kembali, semua rombongan sudah terbangun.


"Kalian dari mana saja? Kita harus bergegas pergi!" seru Kerel.


Akhirnya mereka semua berjalan kembali untuk keluar dari hutan. Karena matahari mulai menyingsing memudahkan mereka untuk menyusuri jalanan.


Hutan itu biasa digunakan Draco dan Kerel untuk berburu dan berlatih. Jadi mereka cukup hafal jalanan walaupun salah beberapa kali.


"Yosh!!" Ruzel berseru dan berlari saat berhasil keluar dari hutan.


Draco menatap Kerel di sana. "Bagaimana dengan Patrick?"


"Aku sudah mengirimkan pesan, kita hanya perlu menunggu, jadi kita harus bersembunyi dulu!" jawab Kerel.


Mereka semua menunggu sampai ada mobil van besar datang.


Saat mereka sudah masuk ke dalam mobil, semua tampak bernafas lega.


"Apa kalian semua baik-baik saja?" tanya Patrick yang berada di kursi depan.


Patrick menatap Draco yang pahanya mengeluarkan darah. "Sepertinya kau tidak baik-baik saja, King. Kami menyelinap masuk dan membunuh beberapa penjaga tadi!"


"Pasti pasukan De Servant sedang berpencar mencari kita," komentar Kerel.


"Tidak apa-apa, justru semakin bagus!" balas Eros yang merancang strategi untuk melawan Robert.


Patrick membawa mereka semua ke salah satu rumah sakit, dia sudah membuat jadwal pada dokter untuk melakukan tes DNA.


"Biasanya hasil paling cepat adalah seminggu," ucap dokter itu.


"Jika kau tidak cepat memberikan hasilnya bisa saja nyawamu melayang sebelum seminggu," balas Draco yang menuntut.


Dokter itu menelan ludahnya. "Baiklah, besok anda sudah bisa melihat hasilnya!"


Draco dan Freya kemudian melakukan tes DNA dengan memberikan yang diperlukan untuk tes tersebut.


Selagi menunggu hasilnya, mereka ke markas Wolf Shadow yang tersembunyi.


"Kalian pergilah, aku akan pergi ke suatu tempat dahulu," ucap Draco memisahkan diri.


"Kau mau ke mana?" tanya Ellen dengan mencekal tangan Draco.


"Kita bertemu lagi di rumah sakit besok," sahut Draco yang tidak mau memberitahu Ellen tujuannya pergi.


Ellen tidak bisa menahan dan tidak bisa ikut dengan Draco.


"Kenapa kau tidak mau berbagi rasa sakit denganku, Drac?" gumam Ellen.


Tapi, perempuan itu dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Aku tidak akan menyerah jika kau sudah jatuh cinta padaku, aku akan jual mahal! Lihat saja nanti!"