
Eros menaikkan kedua alisnya mendapat pertanyaan seperti itu. Dia jadi melupakan wibawanya sejenak.
"Apa kau mulai tertarik pada pria matang sepertiku?" tanya Eros.
"I think so..." Freya mengusap-usap tengkuk Eros dengan kedua tangannya yang masih mengalung di leher lelaki itu. "Pria matang sepertinya lebih menarik!"
"Kau tentu tahu yang aku maksud dengan matang itu, 'kan?" tanya Eros memastikan.
"Walaupun pernikahanku tidak sah dan aku tidak pernah melakukan hubungan intim dengan suamiku, tentu aku sangat mengerti," sahut Freya memperjelas.
Eros tergelak mendengar pernyataan Freya kemudian dia berdehem karena mereka belum sepenuhnya aman.
"Kita lanjutkan yang matang-matang itu nanti, sekarang kita harus memastikan kalau para hewan sudah mendapatkan antidote," ucap Eros berusaha menjauhkan diri dari Freya.
Freya memundurkan dirinya sambil melihat keadaan yang mulai tenang karena para hewan tumbang satu persatu.
Sebelumnya Patrick dan anggota Wolf Shadow juga membantu menembaki para hewan itu dari atas helicopter.
"Kau pasti bisa menangani masalah di sini, aku akan menyusul kakak ku," ucap Freya yang bermaksud ingin mencari Robert.
Eros hanya bisa menganggukkan kepalanya karena dia tahu betapa inginnya Freya menghabisi ayah palsunya itu.
Dengan langkah kaki cepat, Freya berjalan ke arah sinyal Draco berada, dia berharap Draco dan Ellen belum sepenuhnya membunuh Robert karena dia juga harus mendapat bagian.
"Aku akan mengeluarkan jantungnya," ucap Freya geram. Dia harus bisa membalas rasa sakitnya karena hidupnya yang telah dihancurkan oleh Robert.
Dan saat sampai, Freya melihat Robert yang tersungkur ke tanah dengan penuh darah luka.
"Rupanya kau masih hidup Freya," ucap Robert yang menyadari kedatangan perempuan yang selama ini telah dirawatnya.
"Mata kalian sangat mirip dengan Amelia," ucap Robert lirih. "Sepertinya sebentar lagi aku akan bisa menemui ibu kalian!"
"Kalian yang sama-sama gila sepertinya tidak akan bisa bertemu karena kalian sama-sama kehilangan arah," ucap Freya seraya mengeratkan gigi gerahamnya.
Freya mengambil pedang katana yang terjatuh kemudian dia melirik ke arah Draco, mereka kemudian saling mengangguk dan bersaman dengan itu Draco mencabut tombak dari tangan Robert karena ingin menusuk ke bagian lain.
Tanpa ragu, Freya menusuk jantung Robert memakai pedangnya sementara Draco menusuk langsung kepala Robert sampai tembus ke belakang kepala lelaki itu.
Mata Robert hanya bisa melebar serta mengeluarkan darah dari mulutnya.
Ellen juga tidak mau kalah, dia menusuk milik Robert memakai pisau yang telah dia sembunyikan sebelumnya.
"Ini untuk orang tua, kakekku dan semua orang yang kau hancurkan hidupnya," ucap Ellen.
Tidak cukup sampai disitu, Freya bahkan membelah dada Robert begitu saja untuk mengeluarkan jantungnya.
Awalnya jantung itu masih berdetak tapi lama kelamaan detak jantungnya berhenti total saat Freya berhasil mengeluarkannya.
"Mau kau apakan jantung itu?" tanya Ellen yang merasa langsung mual.
"Jantung ini tentu akan aku berikan pada babi hutan," jawab Freya seraya berdiri.
Ketiganya kemudian menatap Robert yang mati dengan cara yang mengenaskan di tangan mereka.
Draco yang berada di tengah merangkul Freya dan Ellen, bukan sebagai istri sah dan pelakor tapi sebagai pengantin dan adiknya.
Dan dendam mereka sudah terbalaskan.