
Cerita yang kalian tunggu2, cerita paman Ruzel dan Izzy yang main kucing2 anðŸ¤
Etnel itu anak Kerel dan Rara ya gaes
Judul : The Secret Bedroom
Napen : Shim Chung
PF : Rumah F
Cuplikan BAB
"Akhhh...." Izzy berteriak karena terbangun dalam keadaan tanpa busana. Kepalanya begitu pusing, gadis itu sambil mengingat-ngingat apa yang terjadi pada dirinya sampai berakhir seperti itu.
Belum juga mengingat, Izzy kembali dikejutkan oleh sesosok laki-laki yang kondisinya sama sepertinya. Laki-laki yang dari kecil selalu bersamanya -- Ruzel.
"Paman... paman..." Izzy mencoba membangunkan Ruzel yang masih tertidur dalam keadaan polos tanpa selimut. Bahkan Izzy bisa melihat jelas bokong laki-laki yang merawatnya dari bayi itu.
Izzy menelan ludahnya beberapa kali melihat Ruzel yang dalam posisinya tengkurap itu. Tapi, dia harus tetap membangunkan Ruzel yang usianya beda 12 tahun darinya itu. Izzy harus menanyakan pada Ruzel apa yang terjadi di antara mereka.
"Paman..." kali ini Izzy menggoyangkan bahu Ruzel dengan keras.
Usaha Izzy mulai membuahkan hasil karena Ruzel bergerak tanpa membuka matanya.
"Jangan berisik, Izzy," ucap Ruzel dengan suara serak.
"Paman tapi kita telanjang sekarang dan..." Izzy sedari tadi tidak nyaman karena miliknya yang terasa perih. "Itu ku sakit, Paman!"
Mendengar gadis kecilnya kesakitan, Ruzel langsung membuka mata dan memeriksa keadaan Izzy.
"Di mana yang sakit?" tanya Ruzel sambil mendudukkan tubuhnya.
"Akhhh..." Izzy kembali berteriak karena melihat benda panjang berurat milik Ruzel berdiri sempurna.
Menyadari itu, Ruzel bergegas mencari celananya yang tergelatak di lantai. Buru-buru lelaki itu memakainya sambil menahan kepalanya yang terasa pusing sekali.
Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa dia dan Izzy bisa dalam keadaan mengenaskan seperti itu?
"Izzy..." panggilnya dengan nada bergetar. Gadis itu masih meringkuk di atas ranjang kebingungan dengan menutupi tubuh polosnya memakai bantal sedari tadi.
Ruzel melihat baju Izzy yang berceceran di lantai, dia mengamati tempat mereka berada sekarang yang ternyata mereka berada di kamar hotel.
Kemudian Ruzel mengambil bathrobe yang berada di lemari dan meminta Izzy memakainya.
"Pakailah ini dulu!" perintah Ruzel seraya memberikan bathrobe di tangannya. Dia berusaha mengalihkan pandangannya dari tubuh Izzy tapi dia bisa melihat jika tubuh berkulit putih itu penuh dengan tanda merah.
Izzy menerima bathrobe pemberian Ruzel dan langsung memakainya. Gadis berusia 24 tahun itu bergegas turun dari ranjang dengan menahan sakit di pangkal pahanya. Dari sini Izzy sudah bisa memastikan jika dia dan Ruzel sudah melakukan hubungan intim. Gadis itu tidak terlalu merasa kecewa memberikan keperawanannya karena memang dia selama ini diam-diam menyukai Ruzel.
Berbeda dengan Ruzel yang tampak frustasi dengan keadaan mereka. Ruzel merawat Izzy sejak gadis itu bayi bahkan masih dalam kandungan tapi kenapa dia justru meniduri gadis itu?
Apa yang harus Ruzel katakan pada orang tua Izzy. Dia pasti akan langsung dipenggal karena orang tua Izzy adalah King dan Queen dari kerajaan mafia De Servant.
Kerajaan mafia yang wilayahnya menjadi sebuah kota dan menguasai dunia bawah tanah di seluruh benua. Saat mendengar kata De Servant pasti yang ada di kepala orang-orang itu adalah organisasi mafia yang paling ditakuti dan disegani.
Bukan hanya itu, De Servant juga dikenal sebagai public style karena penduduk De Servant memiliki gaya busana modern yang dilirik oleh dunia. Brand-brand yang diciptakan oleh penduduk De Servant bahkan dikirim ke berbagai belahan dunia yang mana membuat wilayah itu menjadi jajaran wilayah yang masuk 10 besar wilayah terkaya.
Ruzel hanyalah anak kesayangan Queen yang tumbuh besar di istana De Servant. Saat Queen melahirkan Izzy dengan suka cita Ruzel merawat bayi cantik itu sampai tumbuh menjadi seorang gadis dewasa sekarang.
"Paman sakit..." keluh Izzy yang kesusahan berjalan.
Seketika lamunan Ruzel langsung buyar, lelaki matang berusia 36 tahun itu membantu Izzy untuk masuk kamar mandi dengan menggendongnya.
Ruzel mendudukkan Izzy di wastafel perlahan dan bertanya. "Apa sakit sekali rasanya?"
"Aku pikir lecet," jawab Izzy apa adanya.
"Bersihkan dirimu jika sudah selesai panggil aku, aku akan menunggu di depan pintu kamar mandi," ucap Ruzel seraya melepas Izzy.
Izzy menganggukkan kepala dan melihat punggung lelaki yang selama dia kagumi hilang di balik pintu kamar mandi.
"Astaga, apa aku benar-benar melakukannya dengan Paman Ruzel?" gumam Izzy.
Penasaran? Langsung ke rumah sebelah, othor tunggu, dan jangan lupa follow IG @dhevisjwta