Penggoda King Mafia

Penggoda King Mafia
PKM BAB 39 - Lumpuh


Rara yang dicari oleh Ruzel tengah mengalami perundungan oleh Agatha dan para pelayan lainnya. Rara dikeroyok, rambutnya dijambak dan dipukuli.


"Kerel itu punya Agatha, berani-beraninya kau mendekati laki-laki itu!"


"Ini sudah peringatan untuk kesekian kalinya, kau memang seorang penggoda, sama seperti majikanmu!"


Pada saat itu, Ruzel berhasil menemukan Rara, dia segera membantu rekannya itu dengan melempari batu pada Agatha dan pelayan lain yang membuat mereka lari.


"Awas kalian!" seru Ruzel kesal.


Ruzel segera menolong Rara untuk duduk, terlihat wajah gadis itu sudah babak belur setelah dirundung habis-habisan. Rara hanya bisa menangis karena tidak bisa melawan.


"Ayo kita obati lukamu dulu!" ajak Ruzel, dia membawa Rara ke kastil medis.


Sayangnya di kastil medis penuh karena banyak yang mengobati luka setelah banyak anggota terluka karena terkena reruntuhan termasuk Robert dan Enzo.


"Ayahku juga pasti ada di sana," gumam Ruzel.


Akhirnya Ruzel meminta Rara mengobati luka dengan peralatan seadanya. Ruzel membantu memperbaiki rambut Rara yang rusak.


"Kenapa mereka melakukan ini padamu?" tanya Ruzel.


"Karena aku dekat dengan tuan Kerel, aku benar-benar tidak berniat menggodanya," jawab Rara.


"Kalau kau menggoda Kerel memangnya kenapa? Tidak ada yang salah, Ellen saja menggoda suami orang, lain kali kau harus melawan jika tidak salah," ucap Ruzel yang tidak suka orang lemah.


Benar juga kata Ruzel, dengan mata kepala Rara sendiri dia melihat anak itu sebelumnya ketakutan karena terkurung di ruang gelap tapi sekarang Ruzel dengan mudah bangkit.


"Kami para pelayan hanya budak yang diambil untuk melayani istana jadi..."


"Jadi kau menganggap dirimu tidak berharga?"


"Bukan begitu..."


Rara jadi bingung harus menjawab apa, dia melihat wajahnya di cermin kecil dan memikirkan perkataan Ruzel.


"Apa aku memang berharga?" batinnya.


Setelah merasa cukup, Ruzel mengajak Rara untuk pergi menyusul Ellen.


"Kita juga harus membawa makanan,"


"Tidak mungkin kita mengambil dari dapur jadi kita harus mencuri di gudang makanan,"


Mereka berdua kemudian menuju gudang makanan dan mengambil beberapa makanan.


"Kau sepertinya hafal dengan tempat ini," komentar Rara.


"Aku sering mencuri di sini," balas Ruzel.


Setelah selesai, mereka bergegas ke tempat persembunyian Kerel dan Draco berada.


Merasa ada yang datang, Kerel merasa was-was, dia mengintip dan ternyata dia mendapati Ruzel datang bersama Rara. Tapi, fokusnya tertuju pada luka yang ada di wajah Rara.


"Apa yang terjadi padamu?" tanya Kerel khawatir.


Rara tidak menjawab, gadis itu berlalu masuk ke dalam mencari Ellen.


"Kau harus bertanggung jawab Kerel, Rara terluka karena kau!" Ruzel memberi roti yang dibawanya pada lelaki itu.


Ruzel kemudian mencari Eros yang duduk dengan menghisap rokoknya.


"Bagaimana?" tanya Ruzel.


"Keadaan lumpuh, kita diserang melalui psikis," jawab Eros.


Dan memang benar keadaan menjadi lumpuh karena Draco, Freya dan Ellen menyendiri dengan pikiran mereka masing-masing.


Bahkan setelah meminum obat penenang pun, Draco tak juga merasa baik, rasa trauma itu mendominasi. Apalagi dia merasa menyesal karena telah membunuh ayahnya sendiri yang tidak bersalah.


Sementara Freya terus menangis, dadanya begitu sesak karena menerima kenyataan yang memilukan. Jadi, selama ini dia dibesarkan oleh seorang penculik?


Jangan ditanya Ellen, dia merasa dikhianati oleh Enzo. Dia jadi berpikir kalau orang tua serta kakeknya mati karena ulah Robert.


"Sekarang aku tahu musuhku siapa," geram Ellen.