
Lain hal dengan Eros dan Freya, hubungan mereka merenggang setelah insiden Eros kalah taruhan dua bulan lalu.
Memang Eros menepati janjinya untuk membawa Freya ke dalam misinya. Tapi, setiap ada kesempatan, Eros menghindari Freya.
Bukannya apa, selain merasa kesal karena dia kalah taruhan, Eros juga merasa hanya menjadi alat pemuas bagi Freya. Gadis itu benar-benar memilih menggantung hubungan mereka tanpa kejelasan.
"Anggota bertambah ratusan, Komandan," lapor anak buah Eros setelah mereka berhasil melakukan misi mereka. Banyak yang ikut masuk ke anggota De Servant karena itu.
"Bawa mereka ke istana untuk bertemu king Draco!" perintah Eros.
Eros tidak ingin kembali cepat karena ada hal yang harus dia kerjakan dulu. Dan hal itu diperhatikan Freya sedari tadi.
Gadis yang memakai sepatu bot panjang itu mendekati Eros dan mencoba berbicara pada lelaki yang terus menghindarinya.
"Eros..." panggil Freya yang sudah berada di hadapan lelaki itu. "Ini sudah dua bulan!"
"Lalu kenapa?" Eros tampak acuh. "Kau sebaiknya ikut rombongan untuk kembali ke istana!"
"Kau mau ke mana? Ini sudah dua bulan..." Freya mengulang kalimatnya lagi. "Jadi, ayo tidur bersamaku!"
"Aku merindukanmu!"
Eros hanya menanggapi dengan gelengan kepala. "Aku bukan pemuas nafsumu, kau cari saja laki-laki lain yang mau tidur denganmu, bukankah kau tidak suka ikatan pernikahan?"
Setelah berkata seperti itu, Eros pergi meninggalkan Freya. Lelaki itu pergi ke club di mana ada seseorang sudah menunggunya.
Seorang wanita berpakaian seksi menunggu Eros di salah satu club malam. Saat melihat Eros datang, wanita itu tersenyum lebar.
"Hay, Darling..." Wanita itu memeluk dan mengecup pipi Eros begitu saja. Dan Eros sendiri tampak tidak keberatan.
Tapi, bukankah mereka memang tidak mempunyai hubungan? Jadi, Freya tidak berhak melarang Eros.
Eros terlibat pembicaraan serius dengan wanita itu bahkan tangan si wanita terus mencuri kesempatan untuk meraba tubuh Eros yang keras.
"Sial!" umpat Freya seraya menegak cairan alkohol. Dia sudah menghabiskan beberapa gelas.
Rasanya dada Freya begitu panas melihat Eros dekat dengan wanita lain. Bahkan perasaan itu lebih panas dari pada melihat Draco dan Ellen dulu.
"Aku harus memberi perhitungan pada wanita itu!" akhirnya Freya tidak tahan lagi. Dengan berani Freya mendatangi meja tempat Eros berada.
Freya langsung merangkul Eros dan menjauhkan tangan wanita yang bersama lelaki itu. "He is mine!"
"Freya, apa yang..." Eros ingin protes tapi bibirnya langsung dibungkam oleh Freya. Gadis itu menciumnya dengan menggebu-gebu.
"Kau mabuk!" Eros melepas ciuman dari Freya karena mencium aroma alkohol yang menyengat.
Eros menatap wanita yang bersamanya. "Kita bicarakan lagi nanti, aku akan membawa gadis pemabuk ini!"
Tubuh Freya langsung Eros gendong di pundaknya seperti karung beras.
"Lepaskan aku! Biar aku memberi pelajaran pada wanita itu karena sudah berani menyentuh priaku!" Freya memukul punggung Eros dengan kedua tangannya minta diturunkan.
Eros terus menggendong Freya ke salah satu room yang ada di club itu. Di dalam room, Eros menidurkan Freya seraya melepas sepatu bot yang perempuan itu kenakan.
"Lepas bajuku juga!" pinta Freya yang merasa kepanasan.