
Enzo membawa Ellen ke markas rahasia mereka dulu. Di sana Enzo memperlakukan Ellen dengan begitu lembut.
"Kau masih ingat, kita sering menghabiskan waktu berdua di sini," ucap Enzo yang membuka kulkas dan mengambil dua bir kaleng di sana. "Kita sering minum berdua, aku merindukan masa-masa itu Ellen!"
Enzo mendekati Ellen yang duduk di sofa dan memberinya salah satu bir kaleng yang telah dia ambil sebelumnya.
"Thanks," ucap Ellen seraya mengambil bir kaleng itu.
"Kau tahu aku juga menyesal telah datang ke istana De Servant dan menolak tawaranmu, Draco memperlakukanku dengan buruk, aku harus bekerja sebagai penari striptis," dusta Ellen.
Enzo semakin mendekat dan membelai wajah Ellen. "Aku menyukaimu Ellen, aku harap kita bisa selalu bersama!"
"Saat ayahku mendapatkan kursi king, aku akan meracuninya supaya cepat mati, setelah itu kursinya akan menjadi milikku dan kau akan menjadi Queen," sambung Enzo.
"Aku tidak menyangka setelah apa yang kau lakukan pada Robert, kau akan mengkhianatinya," ungkap Ellen. Sebenarnya dia terkejut dengan niat Enzo tapi Ellen berusaha bersikap setenang mungkin.
"Apapun yang aku lakukan tidak berarti di matanya," keluh Enzo seraya meminum bir kalengnya. Walaupun dia bukan anak kandung, Enzo ingin dianggap tapi Robert hanya memanfaatkan dirinya saja.
Ellen mendekat dan menyenderkan kepalanya di bahu Enzo. "Apa kau tahu tentang kematian kedua orang tua dan kakekku?"
"Apa kau benar-benar mengenal mereka?"
Enzo mengusap kepala Ellen yang menyender di bahunya dan mengecupnya. "Maafkan aku Ellen, aku akan menebus semua kesalahanku, untuk itu aku tidak membunuhmu!"
Mendengar pernyataan Enzo itu sudah dipastikan jika kematian kedua orang tua dan kakeknya atas campur tangan Enzo dan Robert.
Siapapun tidak boleh tahu mengenai kondisinya atau bayinya dalam bahaya.
"Ellen, apa kau baik-baik saja?" tanya Enzo yang menyusul Ellen ke kamar mandi.
"Aku tidak apa-apa, asam lambungku sepertinya naik," sahut Ellen seraya membasuh wajahnya.
"Aku akan memesan makanan, kau bisa istirahat dulu!" Enzo membantu Ellen keluar dari kamar mandi dengan menggendong perempuan itu.
"Apa kau tidak kembali ke istana? Robert akan curiga," ucap Ellen saat mereka sampai di kamar.
"Ck! Aku ingin menghabiskan waktu berdua denganmu Ellen dan kita bisa melakukan banyak hal tapi kau dianggap buronan jadi bersembunyilah sementara waktu, saat makanan sampai aku akan kembali dan aku besok akan mengunjungimu lagi!" sahut Enzo perhatian.
Ellen membalas dengan seutas senyuman. "Mengunjungiku? Kalau kau masih punya nyawa maka datanglah!" batinnya.
Semua percakapan mereka telah terekam dengan sebuah alat yang tersambung dengan Kerel dan Draco. Rekaman itu menjadi bukti kuat atas rencana pemberontakan Enzo pada Robert.
"Rekaman ini bisa memperkuat posisimu untuk saat ini," ucap Kerel seraya memberikan rekaman pada Loyd.
Loyd menerima rekaman itu dengan tersenyum miring. "Percayakan semua padaku, aku harus kembali!"
"Aku menunggu data yang telah kau janjikan," tuntut Kerel.
"Aku akan mengirimnya setelah sampai di istana," balas Loyd berjanji. Dia kemudian bergegas pergi sebelum ada yang curiga. Loyd menarik seluruh anak buah untuk kembali ke istana.