Penggoda King Mafia

Penggoda King Mafia
PKM BAB 72 - Genting


Di sisi lain, Draco mencoba membawa semua pasukannya untuk maju ke depan karena dia merasa anggota Robert sudah mulai tumbang satu persatu.


"Jangan bunuh mereka!" perintah Draco supaya anggotanya tidak melukai titik vital mereka.


"Tidak biasanya kau bersikap lembut, Drac," komentar Kerel.


"Aku hanya sedang malas melihat lautan mayat," balas Draco dengan santai.


"Aku kira karena kau masih berbaik hati pada mereka," ucap Kerel sambil terkekeh karena dia salah. "Kalau begitu, ayo kita maju!"


Draco dan Kerel mengisi peluru di senjata mereka kemudian mereka berdua keluar dari tempat persembunyian mereka dan maju ke depan.


Tangan keduanya memegang dua pistol dan tanpa takut mereka berjalan seraya membidik lawan mereka.


Dan hal itu diikuti oleh Eros dan Freya yang ada di belakang mereka.


"Satu... Dua... Tiga..." Kerel terus menghitung lawan yang telah dia tembak.


Sementara Draco tampak tenang sambil matanya mencari sosok Robert.


"Di mana bedebah itu?" gumamnya.


"Sebentar lagi pasti dia mengeluarkan hewan-hewan buasnya," sahut Kerel.


Draco menembak ke arah sampingnya kemudian membalik badan mencari Eros.


"Bagaimana dengan Patrick?" tanyanya.


Eros menembak ke arah Draco dan membidik belakang lelaki itu. Tapi, Draco bergeming tanpa merasa terkejut sama sekali.


Dan orang yang ingin menyerang Draco langsung tumbang seketika.


"Patrick dan anggota Wolf Shadow lainnya sudah dekat," jawab Eros seraya menaruh pistolnya di pundak.


"Cih!" Freya berdecih melihat gaya Eros yang seperti itu.


"Aku akan membawa Loyd pergi dari sini!" Kerel berlari mendekati Loyd dan membantu lelaki itu untuk menjauh.


Draco melihat kepergian Kerel dan Loyd, setelah mereka hilang dari pandangannya, Draco memberikan perintah supaya para anggotanya membantu anggota Robert yang terluka.


"Sepertinya kali ini kau memberikan pengampunan pada mereka," komentar Freya seraya mendekati Draco.


"Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku sedang malas melihat lautan mayat lagipula target kita bukan mereka," sahut Draco sambil matanya terus menelisik keadaan sampai dia mendengar suara-suara aneh yang mendekat ke arah mereka.


Tanah bergetar dan suara derap langkah gerombolan mendekat ke arah mereka.


"Semua minggir!" teriak Draco kerena menyadari jika itu adalah derap langkah kaki gerombolan hewan buas Robert yang sudah dilepas.


Dengan terpaksa kelompok Draco mundur sementara, mereka meninggalkan anggota Robert yang terluka begitu saja.


Saat para hewan buas itu datang, para hewan itu langsung menyerang anggota Robert. Hewan yang terdiri dari anjing hutan, babi hutan serta harimau itu mencabik-cabik anggota Robert yang membuat halaman istana berceceran daging manusia.


"Kau tidak mau melihat lautan mayat tapi sekarang justru melihat lautan daging," ucap Freya pada Draco dengan berbisik. Rasanya dia sangat mual sekarang.


"Setelah ini sasaran para hewan itu adalah kita," sahut Eros yang terus berusaha terhubung dengan Patrick.


"Tahanlah sebentar!"


Beruntung sinyal Patrick semakin mendekat jadi kecemasan Eros sedikit mereda.


Berbeda dengan Draco yang justru mencemaskan keadaan Ellen, lelaki itu mencoba terhubung dengan pengantinnya tapi sepertinya chip Ellen mati. Lebih baik sekarang dia mencari Ellen dan Robert. Dia harus memastikan Ellen di mana serta jangan sampai Robert kabur.


"Kalian tangani para hewan itu, aku akan mencari Robert," ucap Draco memberi perintah pada Eros dan Freya.


Bersamaan dengan itu, Ruzel tiba-tiba memberi kabar pada Draco melalui chipnya.


"King, Ellen bersama Robert sekarang!" lapor Ruzel.