Penggoda King Mafia

Penggoda King Mafia
PKM BAB 79 - Lamaran


Draco menggendong Ellen ke kamar mandi dan menurunkannya di bawah shower, kali ini dia tidak mau berendam di bathub.


"Buka bajumu!" Draco mencoba membantu Ellen melepas kain yang dipakai perempuan itu.


Kemeja putih yang dikenakan Ellen naik ke atas dan tubuh polos perempuan itu langsung terpampang nyata.


"Kau tidak memakai pakaian dalam?" tanya Draco.


"Tidak ada pakaian dalam wanita di lemarimu," jawab Ellen dengan menggigit bibirnya. Entah kenapa dia jadi malu tubuh polosnya ditatap oleh Draco padahal belum ada perubahan terlalu signifikan pada tubuhnya.


Draco menyalakan shower dan membasuh rambut Ellen, dia tampak tenang. Draco begitu telaten memberi rambut Ellen sampo sampai menyabuni tubuh perempuan itu.


Sementara Ellen sendiri merasa kesal karena Draco terlihat santai padahal tubuhnya tampak menggoda.


"King?"


"Hm."


"Apa kau terbiasa melihat tubuh telanjang wanita?"


"Ya, banyak penari striptis yang membuka bajunya dan berusaha menggodaku."


Jawaban jujur Draco semakin membuatnya kesal sampai akhirnya Draco selesai membersihkan tubuh Ellen, mereka tidak berbicara lagi.


"Kau satu-satunya manusia yang aku mandikan seperti ini jadi jangan berpikir macam-macam," ucap Draco mengusir keheningan yang terjadi.


Tak lama Draco membuka bajunya kemudian membalik badan Ellen yang sebelumnya membelakanginya.


"Kenapa wajahmu seperti itu?" tanya Draco yang melihat wajah Ellen begitu masam.


"Entahlah, aku kesal padamu," sahut Ellen seraya membuang wajahnya.


"Dokter Luna sudah menjelaskan padaku kalau kehamilan membuat wanita sulit dipahami, rupanya seperti ini," ucap Draco.


Draco lalu meraih satu tangan Ellen dan menciumnya. "Ellen?"


Mata Ellen langsung melebar karena mendengar Draco untuk pertama kalinya memanggil namanya.


"Drac..." Ellen merasa tidak percaya, dia menyentuh pipi Draco dengan satu tangannya. "Kau memanggil namaku?"


Bukannya mendapat jawaban, Ellen justru menerima ciuman. Ciuman yang lembut sampai Ellen memejamkan matanya.


Draco bermain di gunung kembar itu seperti bayi kelaparan yang membuat Ellen mendongakkan kepala ke belakang.


Sampai Ellen merasa jika Draco berjongkok di hadapannya.


"King, apa yang kau lakukan?" tanya Ellen, dia rasanya tidak percaya seorang king De Servant akan berlutut di hadapannya.


Tidak ada jawaban, Draco justru meraih pinggang Ellen dengan kedua tangannya kemudian memajukan wajahnya dan mengecup perut Ellen.


"Terima kasih sudah mengandung penerusku," ucap Draco.


Setelah berkata seperti itu, Draco kembali berdiri dan mencium bibir Ellen dengan mendorong pelan tubuh pengantinnya untuk merapat ke dinding.


Satu kaki Ellen naik ke atas, dalam ciuman Ellen melenguh karena Draco yang berusaha memasuki tubuhnya. Draco benar-benar mengurangi tenaganya, dia masuk begitu lembut dan hati-hati.


"Ugh!" Ellen kembali melenguh saat Draco berhasil masuk.


Draco dan Ellen saling menatap, beberapa detik kemudian keduanya sama-sama mengerang karena tubuh mereka mulai bergerak perlahan.


Kali ini Ellen bisa merasakan jika Draco memang bermain begitu lembut, bahkan tubuhnya digendong dalam keadaan menyatu dan perlahan tubuh Ellen didudukkan di wastafel.


Dalam posisi Ellen yang duduk, Draco bergerak lagi dengan terus menatap wajah perempuan yang suka menggodanya itu.


"Ellen..." panggil Draco terengah-engah.


"I--iya?" Ellen menjawab dengan menahan desaahan.


"Maukah kau menikah denganku?" tanya Draco seraya memperlambat laju tubuhnya.


_


Bersambung...


Seharusnya hari ini part nikah tapi ternyata masih lamaran😅 Lamarannya sangat anu ya gaes🤣


Btw, nanti sore othor sama geng anu mau live bareng. Yang mau join follow IG othor ya @dhevisjwta


Kita nanti bisa ngobrol bareng gaes, nanti malam tambah satu bab anu lagi😅