Penggoda King Mafia

Penggoda King Mafia
PKM BAB 91 - Balas Dendam Eros


Eros mencoba menahan nafsunya walaupun dia juga merindukan Freya. Lelaki itu memilih menyelimuti Freya dan membiarkan gadis mabuk itu tidur.


"Aku akan mengatur suhu AC nya," ucap Eros sambil berlalu menjauhi Freya.


Tapi, langkahnya terhenti karena Freya memeluknya dari belakang.


"Jangan tinggalkan aku!" pinta Freya.


"Aku tidak akan pergi jadi lepaskan aku!" Eros mencoba menjauhkan tangan Freya yang melingkar di perutnya tapi gadis itu tidak mau melepas justru Freya semakin menekan perutnya.


"Bohong! Kau pasti akan pergi," ucap Freya terisak.


Freya menaruh wajahnya di punggung Eros dan menangis di sana. Karena terpengaruh alkohol, Freya bisa meluapkan semua isi hatinya.


"Semua yang aku miliki pergi satu persatu, bukannya aku tidak menginginkan mu tapi aku takut suatu hari kau akan pergi juga. Aku hanya membatasi dan membuat tameng supaya tidak perlu memikirkan hal seperti itu," jelas Freya.


Mendengar itu, Eros membalik tubuhnya. Dia melihat Freya yang wajahnya basah dengan air mata.


"Jangan membuatku harus mengusap air matamu seperti ini," ucap Eros seraya mengusap air mata Freya dengan ibu jarinya.


Akhirnya Eros menunduk dan memberikan gadis itu ciuman supaya Freya kembali tenang.


"Sekarang sudah lebih baik? Istirahatlah...." Eros mengusap kepala Freya dan tangannya itu langsung ditahan oleh gadis itu seolah meminta lebih lama.


Freya selalu menyukai sentuhan hangat dari Eros, dia tidak mau tangan itu menyentuh wanita lain. Tapi, dia juga tidak bisa memberi kejelasan tentang hubungan mereka.


"Eros..." panggil Freya dengan nada memohon seolah meminta lelaki itu jangan pergi.


Sepertinya Eros mulai mengerti, dia harus bersikap tegas pada Freya. "Jika kau menahanku, kau harus memberiku status yang jelas!"


Eros berjongkok dan mengadah menatap Freya, dia meraih tangan gadis itu dan mengecupnya. "Jadi, percayalah padaku! Aku juga tidak tahu, bagaimana kedepannya tapi yang jelas aku tidak akan membiarkan kau menangis lagi!"


"Air matamu sangat berharga jadi jangan dibuang sia-sia!"


Mendengar itu, Freya mencoba menghentikan tangisnya. Baru pertama kali ada laki-laki yang menganggapnya berharga di saat yang lain meninggalkan dirinya.


"Aku percaya padamu," ucap Freya kemudian.


Sial! Eros tidak bisa menahan diri lagi, lelaki itu langsung mencium Freya dan mendorong tubuh kurus gadis itu berbaring di atas ranjang.


Mereka berciuman dengan tangan yang sibuk membuka pakaian satu sama lain. Detik demi detik sampai mereka tanpa sehelai benang pun.


Rasanya penyatuan malam ini sangat berbeda karena Freya yang sudah menyerahkan diri sepenuhnya pada Eros, bukan sentuhan penuh nafsu seperti biasanya, perasaan keduanya seolah tersampaikan satu sama sama lain.


Mulut Freya terus menganga dengan badan yang terus terguncang. Dia tidak bisa berhenti mengelu-elukan Eros di percintaan kali ini.


Begitupun dengan Eros yang sangat bersemangat sampai ranjang pun ikut bergeser membuktikan panasnya percintaan mereka malam ini ditambah suara khas pertemuan kulit yang begitu mendominasi ruangan yang mereka tempati.


"Eros... sayang" Freya mencengkram seprai karena merasa gelombang kenikmatan itu datang.


Sedetik kemudian Eros merasakan hal sama dan kali ini cairan es krimnya masuk ke dalam sepenuhnya. Dia sampai menahan pinggul Freya supaya cairan es krimnya jangan sampai tumpah karena produksinya sangat banyak setelah dua bulan pabriknya tidak beroperasi.


"Kenapa di dalam?" Freya ingin protes karena merasakan ada sesuatu yang hangat masuk ke dalam tubuhnya.


Dan Eros mengulang kegiatan itu setelah tenaganya pulih lagi. Dia tidak akan melepas Freya sebagai balas dendam karena kalah taruhan sebelumnya.