Penggoda King Mafia

Penggoda King Mafia
PKM BAB 50 - Target Pertama


Interaksi antara Ellen dan Ruzel ternyata dilihat Draco dari kejauhan. Setelah dia dan Freya sudah tenang, Draco menanyakan bagaimana kehidupan Freya saat bersama Robert.


Setelah cukup tahu, Draco meminta Freya ikut bersama Ellen dan yang lainnya. Jadi mereka menyusul ke taman bermain.


Draco harus segera membicarakan urusan Robert pada Kerel dan Eros.


"King..." panggil Ruzel saat melihat Draco mendekat. Dia segera melepas Ellen karena takut. "Aku akan pergi menemui Rara!"


Ruzel berlari mencari Rara yang pada saat itu Rara sudah berkumpul dengan semuanya.


"Apa kau datang menjemputku?" tanya Ellen seraya berdiri dari tempat duduknya.


"Sebaiknya jangan berada di tempat umum karena posisi kita sedang tidak aman," jawab Draco.


Bukannya mendengarkan perkataan Draco, Ellen justru menarik tangan lelaki itu.


"Karena kebetulan kita ada di sini, kita harus melakukan kencan. Apa kau pernah melakukan kencan sebelumnya, King?" tanya Ellen.


Draco berdehem, dia tidak mau menjawab pertanyaan seperti itu.


"Ayolah, kita harus mengenal satu sama lain," sambung Ellen yang menuntut jawaban.


"Ceritakan bagaimana sekolahmu? Pasti saat sekolah kau pernah menyukai perempuan, 'kan?"


"Apa kau tidak bersekolah seperti Ruzel?"


"Mengenai itu, saat aku resmi menjadi Queen nanti, aku akan melakukan perubahan besar-besaran pada istana!"


Seperti biasa Ellen selalu saja tidak bisa diam, dia menanyakan apa yang ada di kepalanya pada Draco yang kaku dan tidak suka bicara itu.


Sampai mereka berdua berhenti di salah satu penjual gula-gula kapas. Ellen membeli beberapa untuk dia berikan pada Rara dan Ruzel.


"Mereka pasti menyukai ini," ucap Ellen seraya membayar belanjaannya.


Draco sebenarnya dari dulu penasaran bagaimana rasanya gula-gula kapas itu. Tapi, dia gengsi untuk membelinya.


"Kau suka makanan manis?" tanya Draco yang bermaksud supaya Ellen akan menawarinya.


"Tidak begitu juga, hanya sesekali seperti ini," jawab Ellen.


Dan sepertinya Ellen sadar akan sikap Draco itu.


"Jangan-jangan kau juga menginginkan ini, King?" tanya Ellen.


"Tidak mungkin!" Draco tampak menghindar.


Ellen berseringai kemudian sengaja mengambil gula kapas cukup banyak dan menggigit di bibirnya tanpa memasukkan ke dalam mulut.


"Kau yakin?" Ellen berdiri tepat di hadapan Draco. "Kau bisa mengambilnya di bibirku, satu dua..."


Ellen mulai menghitung seraya perlahan memasukkan gula kapas itu ke mulutnya untuk menggoda Draco.


"Tiga... empat... hmmppp!!"


Draco mengambil gula kapas itu dengan melumaat bibir Ellen dengan bibirnya.


"Aku sedang menggodanya tapi kenapa aku seperti digoda," batin Ellen.


Selesai dari taman bermain, Draco membagi kelompoknya karena tidak mungkin mereka semua akan kembali ke markas Wolf Shadow.


Lagi pula mereka harus membagi tugas mulai sekarang.


"Kita akan membentuk tim jadi dua," ucap Draco seraya menatap semuanya satu persatu.


"Aku akan memilih duluan, Freya dan Ruzel ikut bersamaku," timpal Eros yang tidak mau satu tim dengan Kerel apalagi Draco. Dia tidak mau menjadi bayang-bayang keduanya.


"Kalau begitu sisanya adalah timku," sambung Draco.


Patrick mengangguk, dia dan anggota Wolf Shadow lainnya akan berdiri di belakang mereka semua.


"Jadi siapa target pertama?" tanyanya.


Ellen tersenyum miring, dia menyebutkan satu nama yang ingin sekali dia kuliti hidup-hidup.


"Enzo... Dan aku sepertinya tahu bagaimana cara memancingnya," ucap Ellen seraya melirik Draco. "Aku membutuhkanmu, Drac!"