
Kepulangan kelompok misi kereta bawah tanah membuat Robert begitu gusar pasalnya sudah dipastikan misi gagal. Kelompok itu kembali dengan tubuh mereka yang penuh luka.
Bukannya meminta dan merawat mereka ke kastil medis, Robert justru semakin menambah penderitaan mereka dengan mencambuki mereka dengan membabi buta.
"Dasar tidak berguna!" teriak Robert kesetanan.
Suara teriakan kesakitan tidak dihiraukan oleh Robert yang sudah kehilangan hati nuraninya.
Dan Loyd yang melihat itu semua menjadi jengah, sebejat-bejatnya Draco, lelaki itu tidak akan pernah menyiksa anak buahnya sendiri kecuali anak buah itu memang seorang pengkhianat.
Loyd ingin mengakhiri semuanya dengan cepat. Dia kemudian mendekati Robert dan ingin membicarakan hal yang sangat penting.
Awalnya Robert menolak tapi Loyd berusaha meyakinkan jika kegagalan misi ada sangkut pautnya dengan Enzo.
"Enzo terus berusaha melindungi buronan, itulah kenapa sampai sekarang kita kehilangan jejak mereka," jelas Loyd.
Tidak sampai disitu Loyd juga memberikan rekaman yang Enzo lontarkan pada Ellen sebelumnya.
"Dasar anak sialan!" umpat Robert emosi.
Robert membawa cambuknya dan bergegas menemui Enzo yang saat itu tengah sibuk mengurus urusan di kastil dewan.
Saat sampai, Robert langsung mencambuk Enzo yang tidak siap.
"Argh! Ayah... apa-apaan ini!?" Enzo jatuh tersungkur dan ingatannya kembali pada masa kecilnya yang sering diberi hukuman cambuk oleh Robert. Rasa trauma itu kembali dan membuat tubuhnya bergetar. Dia tidak bisa melawan.
"Hanya karena wanita kau berani mengkhianati aku, kesalahanmu sangatlah fatal!"
"Apa? Meracuniku? Jangan harap itu akan terjadi!?"
Robert kembali mencambuki Enzo di mana Enzo yang semakin syok karena Robert tahu rencananya. Cambukan demi cambukan Enzo terima sampai mulutnya mengeluarkan darah.
Dengan sisa tenaga yang ada, Enzo berusaha berdiri dan melawan Robert tapi Robert mengeluarkan pistolnya kemudian mengarahkan pada mulut Enzo.
Tanpa banyak kata, Robert menarik pelatuknya dan menembaki Enzo beberapa kali tanpa memberi kesempatan anak angkatnya itu untuk bicara.
Sungguh keji perbuatan ayah itu walaupun Enzo bukanlah anak kandungnya tapi Enzo yang membantu Robert selama ini.
Dan Loyd bisa menyaksikan semua kejadian itu dengan mata telanjangnya. Dia mendapat tamparan keras karena Loyd seperti berkaca pada dirinya sendiri. Loyd mengingat bagaimana caranya menghukum Ruzel.
"Ruzel..." panggil Loyd dalam hatinya. Dia sangat ingin memeluk putranya, Loyd tidak mendidiknya dengan baik. Dia menyesal dan berjanji akan menebus kesalahannya.
"Urus mayatnya!" perintah Robert kemudian.
Loyd menunduk hormat. "Baik, King!"
"Sekarang kau orang yang paling aku percaya di istana ini!" Robert berlalu dengan menepuk pundak Loyd.
Setelah kepergian Robert, Loyd bergegas memberi laporan pada Draco mengenai apa saja yang terjadi di istana. Dia ingin semua cepat selesai supaya Loyd bisa bertemu dengan putranya.
Mendapat pesan dari Loyd, Draco memberikan pesan itu pada Ellen. Biasanya Kerel yang akan membacakan apa saja pesan yang dia dapatkan. Karena Kerel tidak ada bersamanya maka Draco memberikannya pada Ellen.
Ellen yang terjaga dan terbangun, membaca pesan itu dengan seksama.
"Sepertinya rencana kita berhasil untuk mengadu domba Enzo dan Robert. Sekarang Robert sudah sendirian," ucap Ellen.
"Pasti Kerel dan Eros juga sudah mendapat pesan itu, kita harus bergabung bersama mereka," balas Draco.
Ellen justru menenggelamkan diri ke dalam selimut lagi. "Kita tunggu pagi datang, okay. Aku masih ingin istirahat!"
"Apa sekarang kau sedang memikirkan rekanmu itu?" tanya Draco.
"Maksudmu Enzo?" Ellen bertanya balik tanpa memandang wajah Draco. "Aku yang paling menginginkan kematiannya, dia mati di tangan ayahnya sendiri. Itu balasan yang setimpal!"
Draco menunduk dan mengecup bahu Ellen, dia lega karena Ellen tidak mempunyai perasaan pada Enzo.
"Apa kau sudah lebih baik?" tanya Draco mengalihkan pembicaraan.
"Sudah lebih baik bagaimana?" Ellen sengaja pura-pura tidak peka karena dia tahu pertanyaan Draco itu mengarah untuk ingin digoda dan Ellen sedang malas menggoda Draco.
Draco memainkan rambut Ellen dan menciumnya seperti biasa. Lelaki itu menunggu Ellen membalik badan dan naik ke perutnya.
Tapi, beberapa menit berlalu, Ellen tidak kunjung membalik badan, perempuan itu justru kembali tidur lagi dengan pulas.
"Apa sekarang artinya aku diabaikan?" batin Draco tidak terima.
_
Makanya sekali-kali gantian goda Ellen, Kingš¤