
Walaupun cara Draco mengungkapkan perasaan seperti itu, sudah cukup bagi Ellen. Sumpah demi apapun, Ellen ingin mencium Draco tapi niatnya terhenti karena Ellen melihat Robert yang ingin kembali menyerang Draco.
"Putar tubuhku, Drac!" pinta Ellen.
Draco memegang perut Ellen dengan kuat kemudian memutar tubuhnya ke belakang sementara Ellen langsung menendang Robert menggunakan kedua kakinya yang melayang.
Dan Robert langsung terjatuh tersungkur karena tendangan dari Ellen.
"Lumayan," komentar Draco.
Ellen mengerutkan keningnya karena Draco yang tampak santai padahal lelaki itu tengah terluka.
"Drac..."
"Aku memakai rompi anti peluru!"
Draco menyela omongan Ellen supaya perempuan itu tidak berpikir dia terluka.
"Ini rompi anti peluru yang dibuat oleh Wolf Shadow, sepertinya kita bisa memproduksi dan menjualnya setelah ini," sambungnya.
"King, bukan waktunya memikirkan bisnis dan uang sekarang," sahut Ellen dengan kekehan.
"Aku hanya ingin banyak bicara, bukankah kau menginginkannya?" Draco membalas tatapan Ellen padanya. "Mulai sekarang aku tidak akan menghindar dan berusaha membalas perasaanmu sebagai laki-laki!"
Mendengar itu membuat Ellen langsung menutup kedua mata Draco memakai tangannya.
"Ada apa ini?" tanya Draco bingung.
"Dari tadi rasanya aku ingin menyerangmu, Drac. Jadi ayo selesaikan ini dengan segera," sahut Ellen.
Kemudian Ellen menyingkirkan tangannya, Draco tidak mau bicara lagi karena matanya langsung fokus pada Robert.
Draco mengambil tombak yang terjatuh ke tanah, lelaki itu mendekati Robert yang masih meringis karena luka di tangan dan juga dadanya yang sakit karena di tendang oleh Ellen.
Suara teriakan Robert memekik di telinga, laki-laki itu mengerang kesakitan karena lukanya bertambah. Dia ingin mencabut tombak itu tapi tangan sebelahnya juga terluka, dia hanya bisa meringis seraya menatap tajam ke arah Draco yang masih berdiri di depannya.
"Hahaha... Amelia pasti sudah bersama Freya sekarang, seharusnya kau juga menyusulnya!" Robert mencoba mengalihkan perhatian Draco pada Freya yang tentu tengah bertarung dengan para hewan buas.
Draco tersenyum miring. "Jangan pernah remehkan Freya!"
Sementara Freya yang tengah dibicarakan saat ini memang tengah bertarung melawan para hewan buas bersama Eros dan lainnya.
Bersamaan dengan itu, Patrick datang dengan memakai helicopter.
Patrick langsung melempar antidote yang sebelumnya sudah ditaruh dalam tembakan dan antidote itu jadi pelurunya dalam bentuk cairan suntikan.
"Tangkap dan langsung tembak!" teriak Patrick dari atas sana yang melempar tembakan antidote yang dibawanya.
"Aku akan mengambilnya," ucap Eros seraya berlari ke arah tembakan antidote yang dilempar Patrick.
Saat Eros berlari salah satu harimau mengejar Eros dan hal itu membuat Freya harus menahan harimau itu supaya berhenti mengejar Eros. Perempuan itu berlari dan naik ke punggung harimau yang membuat harimau itu menggoyangkan badannya supaya Freya terjatuh.
Dan benar saja Freya terjatuh bersamaan dengan Eros yang berhasil mengambil tembakan antidote.
Freya sudah diterkam oleh harimau itu dan Eros langsung menembakkan suntikan antidote yang mana harimau itu langsung terjatuh di tubuh Freya.
"Freya..." Eros berlari dan menyingkirkan harimau itu dari badan perempuan seksinya. "Apa kau tidak apa-apa?"
"Apa harimau itu mati?" Freya justru bertanya balik.
"Aku rasa antidote itu mengandung obat tidur, kita lihat saat para hewan itu terbangun, antidote nya bekerja atau tidak," sahut Eros seraya membantu Freya untuk berdiri.
Freya berdiri dan langsung sejajar berhadapan dengan Eros, perempuan itu kemudian mengalungkan kedua tangannya di leher kekar Eros.
"Apa tawaran kencanmu masih berlaku, Komandan?" tanyanya.