
Eros sudah berhasil melepas ikatan di tubuhnya, dia lalu menggeser tubuhnya sedikit supaya lebih dekat dengan Ellen, setelah itu diam-diam dia membuka ikatan pada perempuan itu.
"Bagus!" batin Ellen berusaha setenang mungkin padahal sedari tadi dia tidak sabar untuk membunuh Freya. Apalagi Freya mulai menunjukkan wajah aslinya.
Kerel yang berada di belakang Freya langsung menarik kalung dari perempuan itu setelah tahu jika Freya memencet sesuatu di liontinnya.
"Ini seperti GPS," komentar Kerel.
Draco jadi sadar jika Freya tengah memanggil bantuan. "Biarkan saja, kita lihat siapa akan yang datang!"
Di luar istana, Loyd harap-harap cemas. Dia sudah tahu akan dikambing hitamkan oleh Dante pada akhirnya tapi dia juga tergiur dengan tawaran yang Dante berikan.
Jika memang tujuan Dante berhasil, dia pasti akan terbebas dari hukuman Draco.
"Persetan!" Loyd akhirnya memutuskan tetap memihak Dante.
Loyd membuka pintu di mana sekutu Freya bisa masuk.
Dan hal itu diam-diam diamati oleh Rara, selagi Loyd sibuk, dia berlari ke tempat Ruzel dikurung.
"Ruzel... Ruzel..." panggil Rara tapi tidak ada sahutan dari dalam yang membuatnya cemas.
Rara mencari batu dan mencoba merusak pintu dengan memukul-mukulkannya ke gagang pintu. Tenaganya tidak cukup kuat tapi Rara tidak mau menyerah.
Sampai akhirnya gagang pintu rusak juga, Rara bergegas masuk ke ruangan gelap itu.
Terdengar tangis dari Ruzel, ternyata anak itu tertidur sambil menangis untuk menutupi rasa takutnya.
"Ruzel..." Rara memeluk bocah itu supaya Ruzel merasa tenang. "Hei, ada aku di sini, jangan takut!"
Mendengar ada suara dan merasakan pelukan membuat Ruzel membuka matanya yang sudah bengkak.
"Rara?" panggil Ruzel.
"Iya, ini aku. Apa kau baik-baik saja?" tanya Rara seraya membantu Ruzel duduk.
"Bagaimana dengan Ellen?" tanya Ruzel kemudian.
"Sepertinya keadaan nona Ellen tidak baik dan ayahmu mengumpulkan para pasukan di luar sana," jelas Rara.
"Ternyata ayahku memang pengkhianat De Servant," ucap Ruzel merasa sedih.
Tapi, buru-buru Ruzel mengambil tindakan, dia berusaha bangkit dan berdiri.
"Kita harus membantu Ellen!" seru Ruzel dengan mengajak Rara ke perpustakaan untuk mengambil peralatannya di tempat rahasianya.
Sementara Loyd merasa kalang kabut karena para anggota mafia De Servant mempertanyakan keberadaan Eros.
"Aku diperintahkan Eros untuk mengawal kalian, dia sedang menangani para pengkhianat di penjara bawah tanah!" ucap Loyd.
Tak lama kemudian, seseorang yang sebelumnya bertatapan dengan Freya ikut bergabung bersama mereka.
Seorang lelaki seumuran Dante tapi parasnya masih terlihat muda dan segar.
"Aku Robert, aku kemari karena Queen butuh bantuan!" seru Robert memperkenalkan diri.
"Bukankah kau ketua kelompok Dark Hold?" tanya Loyd yang sebelumnya beberapa kali melihat Robert. Dia tidak tahu jika Freya akan mengenal Robert sampai meminta bantuan lelaki itu.
"Ya, Queen dalam keadaan bahaya, kita semua harus berada di pihak Queen," jawab Robert.
Bukan hanya kelompok Dark Hold tapi kelompok yang sebelumnya mengikuti gladiator ikut mendukung Freya.
Mereka semua mengepung penjara bawah tanah, Loyd dan Robert menjadi pemimpin. Mereka masuk ke penjara bawah tanah di mana Draco sudah menunggunya.
"Bukankah aku menyuruhmu menutup seluruh istana?" tanya Draco saat melihat Loyd.
Kemudian mata Draco tertuju pada Robert, dia sangat mengingat jelas jika lelaki itu yang melakukan kontak mata dengan Freya sebelumnya.
"Oh, jadi kau orang yang dipanggil Freya?" tanya Draco seraya mengeratkan giginya.