
"Sambil menunggu infusnya habis, Nona bisa makan dulu," ucap perawat sambil memberikan Ellen makanan dari rumah sakit.
Karena lapar, Ellen memakan hidangan itu dan berharap Draco segera menemuinya. Tapi, sampai infus Ellen habis, laki-laki tak kunjung datang.
Justru yang datang adalah salah satu anggota Wolf Shadow.
"King Draco dan Patrick sedang mengurus bisnis yang kacau karena Robert," jelasnya.
Ellen mencoba mengerti karena keadaan memang masih kacau dan banyak hal yang perlu diselesaikan.
Akhirnya Ellen keluar dari rumah sakit dan perempuan itu dibawa ke apartemen Draco, apartemen tempat di mana Ellen dan Draco pertama kali bertemu.
"Aku kembali ke sini lagi," gumam Ellen saat masuk ke unit apartemen itu.
Ellen ingin sendiri jadi dia meminta anak buah Draco untuk pergi dan mengawasinya dari kejauhan.
Ellen segera membersihkan dirinya dan memakai kemeja Draco yang ada di apartemen itu.
"Apa bayiku baik-baik saja?" Ellen memperhatikan perutnya yang masih rata di depan cermin.
"Kalau tahu begini, aku lebih baik bersama Freya di istana,"
Ellen mengira jika dia akan bisa berduaan dengan Draco tapi justru Ellen ditinggal sendirian.
"Bagaimana dengan Rara dan Ruzel?" sambungnya.
Untuk mengusir pikiran-pikiran itu, Ellen memilih menonton film di kamar sampai malam hari. Saat Ellen mulai mengantuk, pintu apartemen terbuka. Ellen mengira jika itu adalah ulah anak buah Draco yang mengantar makanan.
Tapi, ternyata itu adalah Draco sendiri. Lelaki itu membawa banyak makanan dan juga vitamin dari dokter Luna.
"Drac..." panggil Ellen seraya berlari ke arah lelaki itu yang berdiri di meja makan.
"Mulai sekarang, kau dilarang berlari!" Draco tidak suka dengan sikap Ellen yang berlari seenaknya saat mengandung anaknya.
Ellen seperti tidak mendengarkan larangan itu, dia terlalu senang karena Draco yang sudah kembali.
"Aku tidak bisa menjelaskannya tapi aku merekam pembicaraanku," sahut Draco seraya mengeluarkan ponselnya.
Draco memberikan ponselnya itu pada Ellen dan perempuan itu mendengarkan semua penjelasan dokter. Ellen bersyukur karena kandungannya baik-baik saja dan sehat. Bahkan ternyata usia kandungannya sudah memasuki bulan kedua.
Tapi, Ellen gagal fokus saat mendengar Draco yang bertanya pada dokter Luna.
Aku melakukan itu berulang kali sebelum tahu dia hamil, apa itu tidak masalah?
Aku melakukannya cukup kasar
Ellen memicingkan matanya pada Draco karena membuka hubungan intimnya tapi Ellen mencoba mengerti jika sebenarnya Draco itu khawatir dan manusia batu itu tidak tahu cara mengungkapkan perasaannya.
"Lebih baik kau makan dulu, aku akan membersihkan diri," pamit Draco sambil membuka kancing baju yang dia kenakan.
"Apa urusanmu sudah selesai?" tanya Ellen.
"Aku baru menanganinya lima puluh persen jadi sementara kita akan tinggal di sini sampai keadaan istana bebas dari bekas Robert," jawab Draco.
Lelaki itu harus memastikan semua perabotan diganti saat dia kembali karena Draco tidak sudi memakai barang yang sudah disentuh oleh Robert.
"Ya, aku juga tidak mau mencium bau darah di istana, aku harap semua sudah bersih," ucap Ellen kembali mengingat darah dan daging yang berceceran. Dia akan mual jika mengingat itu.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Draco jadi cemas.
"Aku tidak apa-apa tapi apakah kita bisa mandi bersama?" Ellen menunggu jawaban dengan penuh harap.
Draco bergeming karena dokter Luna memberikan peringatan kalau dia bermain kasar akan membahayakan bayinya.
"Drac, kau bisa belajar bermain dengan lembut," ucap Ellen mengerti apa yang ada di kepala laki-laki itu.
_
Next bab rada vanas yaðŸ¤