
Beberapa menit sebelum hewan buas itu dilepas, Ellen berhasil menghadang langkah Robert. Perempuan itu datang seraya membawa sebilah tombak.
"Kau telah mengambil semua dariku," ucap Ellen dengan aura yang sangat gelap.
Robert justru menertawakan keadaan Ellen yang seperti itu.
"Bukankah aku yang seharusnya kecewa karena kau penghalang terbesar atas rencanaku. Kalau bukan karena si bodoh Enzo, kau pasti sudah menyusul anggota keluargamu," ucap Robert mencibir.
"Sayangnya aku masih hidup karena ditakdirkan untuk mengambil nyawamu," balas Ellen seraya memajukan langkahnya. Dia maju dan berusaha menyerang Robert menggunakan tombak yang ada di tangannya.
Robert tentu berusaha menghindar, sebelumnya dia sudah memegang pedang katana Draco jadi dia berusaha menangkis serangan Ellen memakai pedang itu.
Trang! Trang!
Terdengar dua benda besi beradu, mereka kelihatan seimbang.
"Hahaha... Hanya ini kemampuanmu," cibir Robert.
Ellen semakin mengeratkan gigi gerahamnya, dia memberi serangan yang lebih cepat dari sebelumnya yang membuat Robert berjalan mundur ke belakang.
"Jangan remehkan aku!" Ellen mengayunkan tombaknya tapi Robert juga mengayunkan pedang ke perutnya.
Mau tidak mau Ellen berusaha menghindar yang pada akhirnya membuat perempuan itu terjatuh.
Ellen meringis menahan sakit, dia mengingat wajah orang tua dan kakeknya, hal itu membuatnya bangkit. Dia berusaha menyerang Robert lagi.
Kali ini Ellen mengerahkan seluruh kemampuannya, perempuan itu berlari dan menyerang Robert dengan menusuk tangan lelaki itu memakai tombaknya.
"Argh!" Robert berteriak seraya memegangi tangannya yang terluka dan berdarah. Bahkan pedangnya langsung terjatuh.
"Itu belum seberapa," ucap Ellen yang berniat menusuk bagian tubuh Robert lainnya. Dia akan membuat Robert mati secara perlahan-lahan.
Laki-laki itu harus merasakan penderitaan sebelum menjemput ajalnya.
Ellen berusaha menyerang satu tangan Robert lagi tapi tiba-tiba Robert tertawa seraya mengambil peluit yang dia jadikan kalung.
"Aku akan membuatmu semakin bersemangat untuk membunuhku!" Robert meniup peluitnya yang membuat para hewan buas di kandang merasa kesakitan di telinga. Para hewan meraung-raung berusaha menghancurkan kandang.
"Kau memang licik!" Ellen langsung sadar jika Robert melepaskan para hewan buas. Beruntung para hewan itu tidak melewati mereka.
Dan selang beberapa detik kemudian, terdengar suara teriakan dari para anggota pembela Robert yang tubuhnya dicabik-cabik oleh para hewan di sana.
"Sekarang pilihan ada di tanganmu, masih mau melanjutkan pertarungan denganku atau kau ikut bergabung bersama Draco melawan para hewan itu? Mereka pasti akan mencabik tubuh mereka semua tanpa sisa," ucap Robert mulai memprovokasi.
Ellen tergelak karena Robert yang seolah masih meremehkan Draco. "King De Servant asli lebih kuat dari pada yang kau kira! King akan bisa mengatasi semua masalahnya dan membuat rencana yang tepat untuk mengalahkan lawannya!"
"Tidak seperti kau yang telah menghabiskan hidupmu untuk merencanakan sesuatu yang berujung kegagalan," tambahnya.
Robert menimpali dengan kekehan. "Oh iya? Aku tidak merasa gagal!"
"Apa kau yakin? Aku berdiri di depanmu sekarang adalah bukti kegagalanmu!" sahut Ellen seraya memutar tombaknya, dia sudah siap menyerang Robert lagi.
Ternyata sedari tadi, Robert menyembunyikan pistol kecil di tangannya. Dia akan menembak Ellen saat perempuan itu mendekat.
Dan ketika Ellen berlari ke arahnya, Robert benar-benar menembakkan pistol ke arah Ellen.
"Aku tidak akan pernah gagal!" ucap Robert tersenyum miring.
Tapi, tanpa dia duga, tiba-tiba Draco datang dan langsung melindungi pengantinnya.
Draco memeluk Ellen yang membuat peluru kecil tapi mematikan itu mengenai punggungnya.
"Drac..." panggil Ellen panik. Dia berada di dekapan Draco sekarang. "Kau terluka?"
Ellen panik dan berusaha lepas dari pelukan raga kekar itu. Tapi, Draco justru semakin mengencangkan dekapannya dan tidak membiarkan Ellen lepas.
"Itu tidak penting karena kau satu-satunya yang terpenting," ungkap Draco.
"King..." Ellen merasa tidak percaya kalimat itu keluar dari mulut Draco. "Apa kau sedang mengungkapkan perasaanmu padaku?"
"Hm." Draco melanjutkan kalimatnya. "Aku mengakui kalau aku tergoda padamu!"